Inilah 17 Sektor Bisnis yang Alami Penurunan dan Kenaikan Year on Year (YoY) Tahun 2020

Sektor bisnis Indonesia sepanjang tahun 2020 umumnya memang mengalami guncangan hebat akibat pandemi Corona yang tidak terduga, khususnya lagi bisnis UMKM yang paling terpukul. 

Menurut Badan Pusat Statistik, tercatat perekonomian ekonomi domestik pada kuartal I 2020 tumbuh negatif sebesar 5,32% secara Year on Year (YoY) dibandingkan kuartal I 2020. Selanjutnya, ada minus sebesar 4,19% pada pertumbuhan ekonomi di kuartal II.

Sebelumnya, ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 masih tumbuh positif sebesar 2,97%. Kontraksi ekonomi Indonesia ini menjadi penurunan produk domestic bruto (PDB) terbesar sejak kuartal I tahun 1999 silam.

Dampak dari kontraksi ekonomi Indonesia membuat sebagian besar sektor bisnis mengalami penurunan di tahun 2020. Di sisi lain ada pula yang mampu tumbuh positif hingga mencapai di atas 10%.

10 Sektor Bisnis yang Mengalami Penurunan Year on Year Tahun 2020

Dari 17 sektor bisnis di Indonesia, 10 di antaranya mengalami kontraksi sepanjang kuartal II di tahun 2020. Sektor yang paling terguncang di urutan pertama ditempati oleh sektor transportasi dan pergudangan yang turun sebesar 30, 84% YoY. Padahal, tahun lalu sektor transportasi masih tumbuh mencapai 5,88% yoy.

Penurunan YoY yang terjadi di berbagai sektor bisnis terjadi karena adanya pergeseran kontributor dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Masih ada banyak sektor bisnis lainnya yang anjlok atau turun dalam YoY. 

Beberapa sektor bisnis yang dirangkum mengalami kontraksi di tengah pandemi, yaitu:

  • Transportasi dan Perdagangan (-30, 84%)
  • Akomodasi dan Makan Minum (-22,02%)
  • Jasa Perusahaan (-12,09)
  • Jasa Lainnya (-12,6%)
  • Perdagangan (-7,57%)
  • Perindustrian (-6,19%)
  • Jasa Pengadaan Listrik dan Gas (-5,46%)
  • Konstruksi (-5, 39%)
  • Administrasi Pemerintahan (-3,22%)
  • Pertambangan (-2,72)

7 Sektor Bisnis yang Mengalami Kenaikan Year on Year Tahun 2020

Menariknya, ada beberapa sektor bisnis yang tetap tumbuh di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang minus, posisi pertama yaitu ditempati oleh sektor pertanian. Pertanian saat ini memang menjadi sektor yang menjanjikan.

Bagaimana tidak? Sektor pertanian menjadi salah satu jenis bisnis yang mengalami kenaikan signifikan, tercatat adanya pertumbuhan tinggi di tengah pandemi. Sektor pertanian masih mengalami pertumbuhan sebesar 2,19% di kuartal II 2020 year on year dibandingkan dengan kuartal I 2020. Sektor pertanian berhasil tumbuh mencapai angka 16,24% di kuartal II tahun 2020.

Faktor yang menjadi pendorong pertumbuhan sektor pertanian meningkat karena adanya tanaman pangan yang tumbuh berkat adanya pergeseran musim tanam yang berpengaruh pada puncak panen padi di triwulan II 2020.

Selain itu disusul dengan tanaman hortikultura yang naik tipis yang terlihat dari kenaikan produksi sayuran, buah-buahan, obat-obatan, dan juga aromatic. Bukan hanya itu saja, terjadi peningkatan kinerja sektor hulu kehutanan untuk produksi kayu hutan dan tanaman industri.

Disusul dengan peningkatan produksi kelapa sawit, kopi, tebu, dan beberapa sentra produksi lainnya serta adanya peningkatan permintaan dari luar negeri untuk olahan minyak kelapa sawit.
Sektor pengadaan air pada kuartal II 2020 mengalami kenaikan sebesar 1,28% dari periode sebelumnya. Berdasarkan data BPS, konsumsi rumah tangga tumbuh negatif sebesar 5,51% di kuartal II 2020.

Kemudian disusul dengan sektor informasi dan komunikasi yang mampu tumbuh pada kuartal II 2020 sebesar 3,44% dibandingkan triwulan sebelumnya. Sektor informasi dan komunikasi bisa tumbuh signifikan karena adanya peningkatan belanja iklan televisi dan media digital, ditambah peningkatan traffic penggunaan internet yang meningkat tajam karena adanya WFH.

Jika dirangkum, berikut ini sektor bisnis yang tumbuh positif pada triwulan II 2020 dibandingkan tahun 2019 (YoY), yang harus digaris bawahi sektor-sektor ini memang tumbuh secara positif, namun sebagian besar tumbuh secara lambat atau perlahan. Berikut di antaranya:

  • Sektor Pertanian (+15,46%.)
  • Sektor Informasi dan Komunikasi (+10,88%)
  • Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang (+4,56%)
  • Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (+3,71%)
  • Real Estat (+2,3%)
  • Jasa Pendidikan (+1,21%)
  • Jasa Keuangan dan Asuransi (+1,03%)

Itulah beberapa sektor bisnis di Indonesia yang mengalami penurunan dan kenaikan Year on Year (YoY) tahun 2020. Sebenarnya bukan hanya negara Indonesia saja yang mengalami hal seperti ini, salah satu negara yang mengalaminya juga terjadi di Singapura.
Sektor dagang di Singapura mengalami kontraksi paling dalam setelah diberlakukannya karantina negara. Dampaknya, sektor dagang menurun drastis disusul dengan sektor konstruksi Singapura yang paling parah mencapai (-95,6%). Bahkan, berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) Singapura YoY terjadi penurunan hingga 12,6%.
Memang, pandemi Corona ini memaksa semua sektor bisnis di Indonesia, bahkan dunia harus bertahan atau survive di masa-masa kritis. Namun, akan ada masanya semua bisnis melakukan recovery setelah pandemi usai. Tentu saja recovery di masa depan ini tergantung dari jenis bisnis dan strategi yang dijalankan. Tantangan terbesarnya hanya satu, yaitu mengembalikan kembali daya beli masyarakat.