Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2021, Ini Hasil Prediksi 7 Lembaga

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan mengalami resesi pada tahun 2020 setelah terguncang oleh pandemi virus Corona akhirnya benar-benar terjadi. 

Banyak pakar yang kemudian menanggapi hal ini, terutama terkait pertumbuhan ekonomi selanjutnya di tahun-tahun mendatang. Yah, apalagi ini akhir tahun, yang biasanya selalu dipenuhi dengan kaleidoskop maupun prediksi-prediksi.

Dalam laporannya di bulan November lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2020 sebesar minus 3,49%. Itu artinya Indonesia resmi menyandang status resesi akibat pada triwulan sebelumnya juga minus sebesar 5,32%.. Padahal, pada tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai angka 5,02%.

Pandemi Corona menjadi penyebab utama lumpuhnya perekonomian Indonesia, bahkan dunia. Sektor wisata hingga aktivitas pendidikan paling berdampak memengaruhi arus perekonomian masyarakat. Belum lagi, pandemic corona banyak menewaskan dan menginfeksi ratusan ribu orang di Indonesia.

Penurunan Produk Domestik Bruto yang terjadi di tahun 2020, merupakan penurunan terdalam sejak tahun 1999. Penurunan ini dimulai pada kuartal I tahun 2020 saat PDB Indonesia hanya tumbuh 2,97%. Meski pada Q3, PDB tumbuh 5.05% dibandingkan Q2, tapi tetap saja, kita belum keluar dari jurang resesi untuk sementara waktu.

Pandemi ini secara langsung memberikan dampak pada permintaan dan penawaran barang dan jasa di seluruh dunia. Masyarakat mengurangi konsumsinya untuk bertahan di tengah ketidakpastian corona. Padahal PDB Indonesia sebagian besar ditopang oleh konsumsi rumah tangga sebesar 50%.

Lantas, bagaimana dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021? Apakah kondisinya akan membaik atau sama seperti tahun 2020? 

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dari Berbagai Lembaga Regional dan Global

Pemerintah Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 4,5% Hingga 5,5%

Pertumbuhan ekonomi Indonesia, diperkirakan oleh pemerintah dapat tumbuh mulai dari 4,5% hingga 5,5,% pada tahun 2021. Proyeksi ini ditopang dengan adanya peningkatan konsumsi domestik dan investasi.

Pemerintah sendiri telah mencantumkannya dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang disampaikan pada DPR. Namun, menurut Sri Mulyani, Menteri Keuangan, target pertumbuhan ekonomi ini cukup moderat mengingat kondisi perekonomian masih diliputi dengan ketidakpastian karena virus Corona.

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2021 tidak terlepas dari beberapa faktor, yaitu keberhasilan dalam menangani pandemi Corona dan kinerja pemulihan perekonomian dunia. Selain itu, upaya dalam meningkatkan kemudahan usaha dan investor dengan dukungan fiskal dengan counter cyclical, hingga program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Hal-hal itulah yang mempengaruhi pertumbuhan Indonesia 2021 bisa naik.

Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Mencapai 4,8%

Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 4,8% di tahun 2021 atau perlahan pulih setelah diperkirakan tidak adanya pertumbuhan di tahun 2020. Menurut Frederico Gill Sandel, Lead Economist World Bank Indonesia, ada beberapa strategi yang dapat mendukung Indonesia bangkit dari krisis

Strategi itu meliputi program perlindungan sosial, mengatasi kesenjangan yang baru teridentifikasi oleh sistem, dan mempercepat penerapan perawatan Kesehatan untuk masyarakat. Bahkan, dampak dari pemerintah mengubah prioritas belanja negara dan meningkatkan defisit anggaran sangat dibutuhkan.

Bank Indonesia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 4,8% hingga 5,8%

Perekonomian Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 4,8% hingga 5,8% oleh Bank Indonesia (BI). Pertumbuhan ini diperkirakan karena akan adanya perbaikan ekonomi global dan stimulus fiskal dari pemerintah.

Menurut Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, ada beberapa indikator yang menunjukan perbaikan, yaitu adanya mobilitas manusia yang meningkat di sejumlah daerah dengan angka penjualan eceran yang juga naik, artinya memberikan tanda keyakinan konsumsi dari masyarakat.

Selain itu, indicator Purchasing Managers Index atau PMI berada di angka 50,8 di bulan Agustus 2020 atau mengalami peningkatan dibandingkan bulan Juli yang hanya mencapai 46,9 saja.

OECD Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Sebesar 5,3%

OECD atau Organisation for Economic Co=operation and Development memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh hingga 5,3% di tahun 2021 yang sebelumnya diperkirakan akan minus sebesar 3,3% di tahun 2020.

Kenaikan pertumbuhan ekonomi yang berada di level 5% bukan hanya Indonesia saja, melainkan Perancis dan juga Rusia. Berdasarkan Laporan Interim pada bulan September 2020, jumlah barang dan jasa yang diproduksi diperkirakan tetap berada di level rendah dibandingkan tahun 2019 sebelum adanya pandemic. Namun, jika virus corona memudar lebih cepat dari perkiraan, maka peningkatan aktivitas global dapat terjadi secara signifikan di tahun 2021.

ICAEW Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Mencapai 6,2%

ICAEW atau The Institute of Chartered Accountants in England and Wales, memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6,2% di tahun 2021 dari perkiraan sebelumnya yang mengalami penyusutan 2,7% di tahun 2020. Perlambatan laju perekonomian Indonesia, terdampak dari jumlah kasus COVID-19 yang terus meningkat di Indonesia.

Sebab, Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN, artinya pemulihan Indonesia akan berpengaruh dengan pertumbuhan ekonomi di Kawasan regional secara keseluruhan. 

Namun, untuk memastikan adanya kebangkita di seluruh Kawasan, bukan hanya Indonesia saja yang harus terus bertumbuh laju perekonomiannya, melainkan negara ekonomi terbesar ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina.

Berdasarkan laporan ICAEW yang bertajuk Global Economic Outlook Report dari Oxford Economic, pandemic Corona ini membuat wilayah Asia Tenggara mengalami perlambatan ekonomi terbesar sejak krisis Moneter Asia di tahun 1997.

IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Mencapai 5,2%

IMF atau International Monetary Fund memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 mencapai 5,2% dari proyeksi sebelumnya yang memprediksi kontraksi sebesar 4,4% di tahun 2020.

Namun, menurut IMF pemulihan ekonomi di tengah pandemic ini masih tidak pasti, bahkan IMF merevisi output global tahun 2020 hingga 4,9% atau lebih dalam dari prediksinya di bulan April 2020 lalu yang mengalami kontraksi pada 3,0%.

Pertumbuhan ekonomi yang tidak minus terjadi hanya di dua negara pada tahun 2020 kala itu, yaitu China dan Egypt. China diperkirakan akan tumbuh sebesar 1,0% di tahun 2020 dan akan naik sebesar 8,2% di tahun 2021. Sedangkan Egypt tumbuh 2,0%.

Namun faktanya, Indonesia memberikan tanda pertumbuhan ekonomi yang positif karena diprediksi meningkat di tahun 2021 dari proyeksi sebelumnya yang akan mengalami minus seperti tahun 2020.

ADF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Mencapai 5,3%

ADF atau Asian Development Bank memproyeksi ekonomi Indonesia akan tumbuh mencapai 5,3% di tahun 2021 setelah terpukul akibat pandemic COVID-19 di tahun 2020.

Menurut Emma Allen, Country Economist ADB for Indonesia, mengatakan bahwa 2020 ekonomi Indonesia mengalami kontraksi minus 1,0%. Kontraksi ini merupakan yang pertama kalinya setelah krisis finansial ASIA tahun 1997-1998.

Namun, Emma mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,4% ini akan tumbuh sejalan dengan pemulihan ekonomi di Indonesia. Artinya, masih tergantung dari kinerja pemerintah Indonesia dalam memulihkan perekonomian masyarakatnya.

Itulah berbagai proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 dari tujuh lembaga. Rata-rata memang memprediksi akan adanya kenaikan ekonomi Indonesia tahun 2021. Namun, prediksi ini tentu masih tergantung dari beberapa faktor kinerja pemerintah dalam mewujudkan pemulihan ekonomi.