Joe Biden Terpilih Sebagai Presiden AS, Ini Pengaruhnya Bagi Ekonomi Dunia Termasuk Indonesia

Joe Biden dan Kamala Harris resmi mengalahkan Donald Trump dan Mike Pence pada pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat 2020 lalu. Pilpres AS yang telah dilaksanakan pada 3 November 2020 itu menjadi sebuah momen bersejarah bagi Amerika Serikat.

Bagaimana tidak? Pesta demokrasi yang digelar tersebut berada di tengah pandemi COVID-19 yang angkanya terus naik, perekonomian yang sedang lesu, dan pengangguran yang jumlahnya terus bertambah di Amerika Serikat. 

Hasilnya, Joe Biden menang meraih 290 suara elektoral mewakili Partai Demokrat yang melawan Donald Trump dari Partai Republik. Persaingan yang terjadi memang sengit dan cukup mengundang banyak kontroversi sejak pemilihannya berlangsung hingga Joe Biden akhirnya resmi menjadi orang nomor satu di AS.

Kemenangan Joe Biden tentu saja akan memberikan dampak pada perubahan ekonomi dunia, salah satunya tentang perang dagang dengan Tiongkok yang sedang berjalan beberapa tahun terakhir pada pemerintahan Trump. Perang dagang tersebut berakibat menekan kinerja kegiatan ekspor dan impor di dunia, termasuk Indonesia.

Mengapa demikian? Sebab Joe Biden akan membuat kebijakan ekonomi baru dengan menaikkan berbagai macam pajak yang diprediksi akan mencapai 15%. Selain itu, Biden juga berencana memberikan stimulus fiskal yang jauh lebih besar hingga 2,5 triliun dollar AS pada tahun 2021-2024.

Dampak Kemenangan Joe Biden Bagi Indonesia

Sebuah riset menyatakan bahwa ekonomi Amerika akan meningkat tinggi sekitar 4,2% dalam pemerintahan Joe Biden di periode 2020-2024. Hal ini tentu tidak terlepas dari kebijakan baru yang akan ia buat atau disebut dengan ‘bidenomics’, kebijakan ekonomi presiden AS era Joe Biden.

Joe Biden yang menjabat sebagai presiden AS 2020 diprediksi dapat menurunkan tensi perang dagang antara Amerika dan Tiongkok. Bahkan, dapat menjaga pasar keuangan global tetap stabil, yang pastinya akan menguntungkan ekspor dan juga nilai tukar Indonesia.

Meredanya perang dagang yang terjadi di era Biden dapat mengatasi sengketa perdagangan antara Tiongkok melalui organisasi perdagangan dunia atau WTO. Hal ini sebenarnya dapat memberikan pengaruh positif dan negatif. 

Misalnya, hal ini bisa mengurangi rencana investor Tiongkok untuk memindahkan pabriknya ke negara lain, yang tampaknya menjadi fokus celah bagi pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan ini. Dampaknya, bukan tidak mungkin akan muncul risiko terhambatnya arus aliran investasi asing langsung atau FDI di masa pemerintahan Biden ke Indonesia.

Untuk lebih jelasnya, berikut uraian dampak positif dan negatif pemerintah Joe Biden bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dampak Positif

Kemenangan Joe Biden memberikan beberapa pengaruh positif lainnya bagi Indonesia, yaitu:

  • Semakin erat dan ketatnya ruang kerja sama bilateral antara Amerika dan Indonesia.
  • Semakin terbuka lebar peluang ekspor Indonesia ke AS karena akan meningkatnya impor pada pemerintah baru AS.
  • Meningkatnya investasi asing langsung (FDI) ke negara Indonesia dan negara berkembang lainnya, karena menerapkan pajak minimum untuk perusahaan yang berada di luar AS.
  • Peluang negara Indonesia untuk menggandeng investor Tiongkok semakin besar.
  • Mendorong pemulihan daya beli kelas menengah Amerika yang merupakan pasar besar untuk produk garmen dan alas kaki yang berasal dari Indonesia.
  • Naiknya permintaan barang dari Indonesia karena daya beli di AS meningkat lantaran kebijakan Biden menaikkan upah minimum federal menjadi US$ 15 per jam.
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meroket sejak Joe Biden memenangkan pemilu.

Dampak Negatif

Di sisi lain, ada pula dampak negatif yang dirasakan Indonesia saat Biden terpilih. Di antaranya:

  • Akan ada hambatan krusial bagi ekspor produk komoditas energi yang berbasis fosil dan minyak kelapa sawit karena Biden merupakan sosok antitesi yang pro terhadap energi terbarukan.
  • Adanya hambatan nontarif, karena standar lingkungan akan diperketat oleh Amerika.
  • Produsen sawit dan migas Indonesia harus melakukan safe guard untuk ekspor ke Amerika.
  • Produk Indonesia menjadi tidak kompetitif karena harga produk yang diekspor akan menjadi lebih mahal dan kemungkinan akan semakin kalah bersaing.
  • Penguatan dolar Amerika di masa pemerintahan Joe Biden dapat menekan nilai tukar rupiah pada dollar AS.

Nah, itu dia uraian mengenai pengaruh Joe Biden sebagai presiden AS bagi ekonomi dunia. Ada dampak positif dan negatif di era pemerintahannya bagi dunia global, termasuk Indonesia.

Bagaimana menurutmu, apakah terpilihnya Joe Biden sebagai presiden Amerika Serikat ini lebih condong menguntungkan atau merugikan bagi kita?