Jadi Venture Capitalist? Ketahui Dulu Sistem Kerja Hingga Jenisnya

Sudah nonton drama Korea Start Up? Nah, pasti sudah kenalan dengan Han Ji Pyeong, sang Venture Capitalist dalam drama bersetting dunia startup itu. Pengin juga jadi seperti Han Ji Pyeong?

Well, kenalan dulu dengan profesi satu ini, kalau begitu.

Venture capital merupakan sebuah elemen yang tidak terlepas dari dunia startup. Keberadaannya menjadi bagian penting dalam sebuah ekosistem startup di sebuah daerah maupun negara. Mungkin kamu masih bertanya-tanya seperti apa cara kerja VC, mengapa VC bisa memiliki banyak uang dan melakukan investasi dengan jumlah yang tak sedikit pada para founder startup.

Apa Itu Venture Capitalist?

Venture Capital merupakan modal berbentuk uang yang diberikan kepada startup potensial yang sedang berkembang. Lalu, yang menjalankan manajemen, administrasi pendanaan, penyaluran, hingga pengawasan venture capital ini disebut dengan Venture Capitalist (VC).

Jadi, venture capital adalah uangnya dan venture capitalist adalah sebutan bagi mereka yang menjalankan bisnisnya. Venture Capitalist ini memiliki proyeksi keuntungan dari kepemilikan yang didapatkan dari perusahaan yang telah diberikan investasi. 

Venture capitalist bisa punya uang untuk investasi startup karena mereka diberikan investasi juga dari para investornya yang disebut sebagai Limited Partners (LP). LP ini biasanya orang-orang yang superkaya, pemilik perusahaan keluarga, pemilik dana pensiun, dana mengendap, ataupun sumber kekayaan lainnya.

Sistem Kerja Venture Capitalist

Sistem kerjanya, tentu saja, berawal dari LP yang menginvestasikan uang mereka kepada Venture Capitalist. LP juga sekaligus meminjamkan uang untuk management fee sebagai penggerak dan pengawasan investasi mereka kepada VC.

Mengapa disebut meminjamkan? Karena ketika investasinya sudah menghasilkan return (keuntungan) yang diinginkan, Venture Capitalist tentu harus mengembalikan return investasi dengan uang management feenya kembali kepada LP.

Venture Capitalist nantinya akan mendistribusikan uang investasi dari LP pada beberapa startup yang masuk dalam kualifikasi yang punya proyeksi keuntungan menjanjikan. Setelah itu VC hanya tinggal menunggu sambil memberikan advice, mereview kinerja berkala startup, hingga mencari peluang untuk mendapatkan return dari investasinya.

Return investasi yang didapatkan Venture Capitalist baru bisa diambil ketika mereka sudah exit. Exit ini punya berbagai cara, misalnya ketika startup yang mereka investasi IPO atau go public, diinvestasikan sebagian atau seluruhnya oleh VC yang dananya lebih besar, diakuisisi atau dijual, dan yang lainnya. Maka, dari return tersebutlah seorang VC biasanya mendapatkan 20% return dari investasi tersebut dan mengembalikan 80% ditambah management fee yang dipinjamkan dulu pada LP.

Jenis Pendanaan Venture Capital

Umumnya, VC memiliki jenis-jenis pendanaan dengan berbagai macam spesifikasi, misalnya bisa hanya dengan memberikan satu kali pendanaan startup atau memberikan beberapa kali pendanaan, yaitu:

  • Seed capital, jenis pendanaan tahap awal yang diberikan oleh VC pada startup yang diinvestasikannya. Dana yang diberikan terbilang kecil karena masih di tahap awal. Biasanya modal ini digunakan untuk penelitian pasar, produk sampel, dan lainnya.
  • Startup capital, pendanaan diberikan untuk merekrut anggota tim, riset pasar, hingga menyelesaikan produk atau layanan yang siap dipasarkan, sehingga pendanaan jenis ini diberikan pada startup yang sudah punya produk sendiri.
  • Early stage capital, pendanaan yang diberikan VC digunakan untuk memaksimalkan dan meningkatkan penjualan serta meningkatkan efisiensi startup. Biasanya startup ini telah berkembang dengan penjualan yang baik dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
  • Expansion capital, pendanaan diberikan ketika startup sudah siap melakukan ekspansi dengan memaksimalkan pasar saat ini dan menjelajah pasar baru.
  • Late stage capital, pendanaan yang diberikan VC untuk meningkatkan kapasitas atau menambah modal startup. Biasanya diberikan untuk startup yang sudah sangat bagus pencapaiannya.

Risiko Menjadi Venture Capitalist

Menjadi venture capitalist tentu tidak terlepas dari risiko investasi, tapi sebenarnya para LP lah lebih berisiko karena besarnya uang yang dipinjamkan dan butuh waktu yang lama sebelum akhirnya VC mendapatkan keuntungan atau return. 

Sebab, umumnya keuntungan baru bisa didapatkan oleh investor modal kurang lebih 4-6 tahun setelah melakukan investasi awal. Risiko lainnya, kemungkinan perusahaan tersebut bisa saja gagal. Sekalipun prediksi perusahaan punya masa depan yang cerah, tidak ada yang bisa menjamin bahwa sebuah startup akan berhasil.

Menurut majalah Fortune, sebuah startup punya kemungkinan gagal sebesar 90% dengan penyebab yang beragam. Seorang VC tentu saja harus memiliki trik dan strategi jitu untuk menghindari kerugian semacam itu. Caranya dengan melakukan pendanaan lebih dari satu perusahaan startup di waktu yang bersamaan.

Cara lainnya, VC bisa memberikan dana kepada perusahaan startup yang telah teruji dan berkembang. Namun, biasanya dana yang diinvestasikan harus lebih besar. Sebab, hal tersebut menjadi sebuah kompetisi tersendiri di kalangan para investor.

VC berlomba-lomba untuk menemukan sebuah startup yang bisa menjadi perusahaan besar di masa depan atau disebut sebagai unicorn, perusahaan yang nilainya sudah mencapai 1 miliar dollar AS atau setara dengan 13 triliun rupiah. Akan tetapi, tentu saja potensi kemunculan unicorn ini sangat kecil, bahkan di Amerika Serikat saja hanya bisa mencapai 0,15%. Bagaimana dengan Indonesia? Kemungkinan bisa lebih kecil persentasenya.

Cara Mendapatkan Keuntungan dalam Venture Capital

Untuk mendapatkan keuntungan dalam venture capital, dibutuhkan kejelian dalam memprediksi dan melihat masa depan sebuah perusahaan. Namun, tentu bukan sekedar prediksi, ada perhitungan waktu yang tepat.

Saa mulai melakukan investasi, VC biasanya akan berusaha ‘menekan’ harga perusahaan dan menawarkan jumlah dana yang tidak terlalu tinggi. Setelah itu, baru VC akan lebih terlibat dalam memperbaiki cash flow perusahaan untuk mendapatkan keuntungan setinggi-tingginya.

Untuk mendapatkan keuntungan tersebut, tentu ada strategi jitu VC dalam menjalankannya. Kemudian nilai jual perusahaan akan meningkat di masa investasi, sehingga VC harus mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan exit dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.
Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui dalam venture capital. Mengetahui seluk beluknya terlebih dahulu merupakan langkah awal yang baik jika kamu ingin menjadi seorang venture capitalist. 

Dengan berbagai risiko dan tantangan yang ada, tentu bukan menjadi sebuah halangan untuk menjadi Venture Capitalist yang berhasil. Setelah mengetahui hal penting tersebut, tentu menjadi Venture Capitalist bukan hal yang mustahil untuk dilakukan oleh siapa pun.

Kamu tertarik?