Sukuk Tabungan: Pengertian, Karakteristik, dan Keuntungannya

Sudah ikut beli ST007, yang ditawarkan sampai 25 November mendatang? ST007 merupakan salah satu seri sukuk tabungan, yang merupakan turunan dari sukuk ritel--salah satu bentuk obligasi pemerintah.

Namun, ada satu keunggulan Sukuk Tabungan yang tidak dimiliki oleh bentuk obligasi yang lain. Sukuk Tabungan adalah salah satu jenis investasi syariah, yang bebas dari unsur maysir (riba), gharar (ketidakjelasan), dan juga riba. Disadari ataupun tidak, ada kelompok yang ingin memanfaatkan investasi untuk menumbuhkan aset tetapi berkewajiban untuk patuh pada ajaran agama. Nah, bagi umat beragama Islam, Sukuk Tabungan ini bisa menjadi salah satu alternatif investasi yang cocok dan bisa dicoba, karena unsur-unsurnya tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Tertarik? Kita bahas Sukuk Tabungan di artikel kali ini ya.

Apa Itu Sukuk Tabungan?

Sukuk Tabungan adalah surat berharga yang berbasis tabungan yang diterbitkan oleh pemerintah berdasarkan prinsip Syariah yang diperuntukkan bagi investor ritel alias perseorangan atau individu--bukan institusi ataupun perusahaan. Sukuk Tabungan termasuk dalam surat berharga yang masuk dalam Surat Utang Negara (SUN) turunan dari obligasi pemerintah.

Sukuk Tabungan berbasis syariah ini merupakan instrumen investasi yang berbasis tabungan, yang minim risiko, mudah dilakukan, terjangkau, dan juga menguntungkan. Pemerintah menerbitkan Sukuk Tabungan ini dalam upaya mengajak masyarakatnya untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

Nantinya, dana yang diperoleh dari Sukuk Tabungan akan digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan program-program pemerintah sebagai investasi menuju bangsa yang mandiri.

Produk investasi Syariah ini, tentu tidak menggunakan sistem bunga atau riba yang diharamkan oleh ajaran Islam. Meskipun tidak menggunakan sistem bunga, sukuk tabungan tetap memberikan keuntungan dan manfaat finansial kepada investornya sebagai imbal hasil atas modal yang telah ditanamkannya dalam program investasi pemerintah.

Karakteristik Sukuk Tabungan

Sukuk Tabungan punya karakteristik yang mirip dengan Saving Bond Retail (SBR), atau masuk dalam salah satu jenis surat berharga berbasis tabungan yang berfungsi sebagai surat utang negara. Perbedaannya, sukuk tabungan berlandaskan ajaran agama Islam, sedangkan sukuk ritel tidak. 

Berikut karakteristik Sukuk Tabungan secara khusus, yang membedakannya dengan sukuk ritel.

Berprinsip Syariah

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Sukuk Tabungan menggunakan prinsip Syariah, sesuai aturan yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yang berwenang sebagai lembaga yang mengeluarkan fatwa mengenai prinsip yang berkaitan agama Islam, termasuk dalam jenis investasi syariah.

Struktur Akad Wakalah

Sukuk Tabungan sendiri menggunakan struktur yang disebut akad wakalah atau penyerahan dana investor kepada pemerintah yang dipakai untuk mengerjakan program-program pembangunan.
Dana Sukuk Tabungan dari investor akan dipergunakan untuk investasi berupa pembelian hak manfaat barang milik negara untuk disewakan pada pemerintah dalam pengadaan proyek.

Nantinya keuntungan hasil kegiatan tersebut akan dibagi kepada investor sebagai imbalnya.
Imbal Hasil Mengacu pada BI 7DRRR.

Investor Sukuk Tabungan pemerintah akan mendapatkan imbal hasil yang sudah ditentukan. Untuk ST007 ini, imbalannya mengambang dengan batasan minimal (floating with floor) sebesar 5,50% p.a dan mengacu pada BI 7-Day Reverse Repo Rate. 

Artinya, jika suku bunga acuan BI naik dalam masa berlaku nanti, maka imbalan ST007 akan mengalami kenaikan juga. Sebaliknya, jika suku bunga acuan BI turun, maka imbal hasil yang akan diberikan tetaplah 5,50%.

Modal Investasi Terjangkau

Nilai investasi Sukuk Tabungan berbasis syariah ini tergolong terjangkau, yaitu minimal menginvestasikan dana sebesar 1 juta rupiah hingga maksimal 3 miliar rupiah. 

Hal ini tentu memudahkan siapa saja yang ingin berinvestasi tanpa modal yang besar, hanya dengan 1 juta rupiah saja, sudah bisa berpartisipasi dalam kegiatan investasi pemerintah.

Tersedia Early Redemption

Biasanya, masa berlaku dari Sukuk Tabungan adalah dua tahun. Maka, selama masa berlaku tersebut Sukuk Tabungan tidak bisa diambil. Jenis obligasi ini juga tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder atau tidak bisa dialihtangankan pada pihak lain karena berbasis tabungan. Hal ini membuat pelunasan ataupun pembayaran pokok dan imbal hasilnya dilakukan setelah jatuh tempo. 

Namun, tersedia fasilitas early redemption yang memberikan kesempatan investor untuk mengajukan pelunasan pokok sebagian sebelum jatuh tempo, maksimal besarnya sekitar 50% dari nilai investasi Sukuk Tabungan.

Keuntungan Sukuk Tabungan

Sukuk Tabungan memang menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dan mengharapkan imbal hasil yang sesuai dengan syariat agama. Keuntungan yang didapatkan pun berupa uang sewa atau ujrah dengan persentase tertentu sesuai dengan prinsip agama Islam tanpa ada unsur riba.

Imbalan hasil Sukuk Tabungan ini akan dibayarkan secara rutin setiap bulannya dan nilai pokok modal akan dibayarkan ketika memasuki jatuh tempo, yaitu setelah dua tahun. 

Selain itu, ada beberapa keuntungan investasi Sukuk Tabungan, yaitu:

  • Pokok dan imbalannya dijamin oleh negara
  • Tingkat imbalan cukup kompetitif karena lebih dari rata-rata bunga deposito bank BUMN
  • Imbalan mengambang mengikuti perkembangan BI 7DRRR dengan jaminan imbalan minimal atau floating with floor
  • Imbalan akan diterima setiap bulan
  • Early redemption tanpa dikenakan redemption cost lagi oleh pemerintah
  • Mendapatkan kemudahan akses transaksi online dengan sistem elektronik
  • Ikut berpartisipasi membangun negeri
  • Produk investasi sesuai Syariah tanpa riba
Nah, itu dia penjelasan mengenai sukuk tabungan. Sekarang kamu sudah paham kan mengenai apa itu sukuk tabungan, karakteristik, dan apa saja keuntungan berinvestasi sukuk bunga? Selain mendapatkan manfaat finansial, dengan berinvestasi sukuk bunga kamu terhindar dari riba dan turut membangun negeri. 

Gimana? Gimana? Tertarik? Segera hubungi mitra distribusi yang ditunjuk ya. Untuk detailnya, kamu bisa mengunjungi situs resmi milik Kementrian Keuangan ini.

Happy investing, fellas!