P2P Lending Cocok untuk Pengembangan Dana bagi Anak Muda, Ini Alasannya

P2P Lending atau Peer to Peer Lending merupakan salah satu alternatif pendanaan online yang muncul dengan berbagai manfaat yang ditawarkannya. P2P Lending muncul bukan tanpa alasan, tetapi salah satu bentuk fintech ini dinilai bisa menjadi salah satu instrumen pengembangan dana yang sangat menguntungkan. Ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan dari sisi peminjam maupun pendana, sebagai pihak-pihak yang terlibat dan memiliki hubungan saling menguntungkan.

Hal ini membuat P2P Lending cocok untuk menjadi pilihan yang tepat bagi kalangan masyarakat, khususnya para generasi milennial. P2P Lending juga sebenarnya bukan hal baru di dunia, negara-negara seperti Inggris dan Amerika Serikat telah memimpin lebih dulu pertumbuhan pinjaman dan pengembangan dana P2P Lending ini.

Apa itu P2P Lending?

P2P Lending merupakan metode memberikan pinjaman uang atau mengajukan pinjaman untuk keperluan individu ataupun bisnis. P2P Lending ini akan menghubungkan pemberi pinjaman (atau pendana) dengan peminjam tanpa harus bertatap muka, melainkan secara online.
P2P Lending menjadi keunggulan saat ini karena bisa memberikan atau mengajukan pinjaman untuk berbagai tujuan tanpa menggunakan jasa dari lembaga perbankan. Sistemnya pun mirip dengan konsep marketplace, yaitu menyediakan wadah sebagai tempat untuk pertemuan antara pembeli dan penjualnya.

Nantinya, sistem akan otomatis mempertemukan pihak meminjam dengan pihak yang akan memberikan pinjaman. Jadi, P2P Lending merupakan media atau fasilitator dengan sistem mirip marketplace untuk kegiatan pinjam-meminjam uang.

Untuk cara kerjanya, terbagi menjadi dua, yaitu:

1.   Sebagai Pendana

Jika kamu sebagai pendana, nantinya kamu akan punya akses untuk melihat data-data dari peminjam. Data yang dapat diakses seperti pendapatan, riwayat keuangan, hingga tujuan dari pinjaman.

Ketika sudah menemukan peminjam, maka pendana sudah bisa langsung mendistribusikan dananya. Kemudian, peminjam akan membayarnya dengan cicilan atau di akhir masa tenor yang sudah disepakati.

Maka, pendana akan mendapatkan keuntungan berupa pokok dan bunga. Untuk besaran bunganya, tergantung dari suku bunga pinjaman yang didanai.

2.   Sebagai Peminjam

Peminjam perlu mengunggah beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan pinjaman online seperti dokumen laporan keuangan dalam jangka waktu tertentu dan tujuan mengajukan pinjaman tersebut.

Prosesnya relatif cepat saat mengajukan pinjaman ini, namun tentu saja permohonan pinjaman kamu bisa diterima atau ditolak, tergantung dari beberapa faktor. Nantinya, jika permohonan kamu ditolak, akan ada alasan penolakan permohonan kamu. Maka, kamu harus memperbaiki hal-hal tersebut.

Jika diterima, maka suku bunga pinjaman akan diterapkan dan akan otomatis masuk dalam marketplace pengajuan pinjaman. Setelah itu, pendana baru bisa melihat pengajuan pinjaman kamu. Jika ada yang tertarik dengan pengajuanmu, barulah mereka memberikan dana untuk kamu pinjam, lalu dana baru bisa dicairkan.

Alasan Mengapa P2P Lending Cocok untuk Pengembangan Dana Anak Muda

Sebagai anak muda, menjadi pendana online melalui P2P lending ini cocok banget. Kenapa? Ada beberapa keuntungan yang bisa kamu rasakan dengan menjadi pendana di sini.

Mendapatkan Suku Bunga Relatif Lebih Tinggi dari Jenis Instrumen Lain

Saat menjadi pendana online, rata-rata suku bunga yang ditawarkan cukup tinggi, sekitar 18% per tahun. Beberapa platform P2P lending di Indonesia bahkan mampu memberikan bunga pengembalian efektif mulai dari 18% per tahunnya.

Beda halnya dengan bunga yang ditawarkan oleh deposito bank yang hanya mencapai sekitar 6% hingga 8% saja, bahkan sekarang sudah diturunkan lagi demi memacu pemulihan ekonomi pasca pandemi. Tentunya P2P lebih menguntungkan karena bisa mendapatkan hasil yang lebih tinggi.

Risikonya Masih Manageable

Pendanaan P2P Lending barangkali memang punya risiko relatif lebih tinggi dibandingkan dengan deposito atau reksa dana pasar uang.

Salah satu risiko yang bisa muncul adalah risiko gagal bayar, atau yang disebut dengan risiko default. Tetapi, sebenarnya risiko ini bisa diantisipasi dengan adanya pilihan pinjaman berasuransi. Kamu bisa memilih alternatif ini jika memang ingin supaya dana kamu lebih aman.

Lagi pula, biasanya pendana hanya akan ditawarkan pada peminjam yang sudah terverifikasi dan terpilih melalui berbagai pemeriksaan terlebih dahulu, termasuk riwayat kredit dan alamat fisik peminjam.

Hal ini untuk mengurangi terjadinya risiko default pinjaman, sehingga P2P Lending menjadi platform yang menawarkan pengembangan dana terbaik dengan keamanan utang dan imbal yang cukup tinggi dari umumnya.

Bisa Menarik Bunga Setiap Bulan

Jika umumnya bunga yang dibayarkan setiap tiga bulan, setengah tahun atau tahunan. Berbeda dengan P2P Lending, di sini kamu bisa menarik bunga setiap bulan dari pinjaman kamu. Jika peminjam danamu cukup berkomitmen, ia akan menyetor cicilan setiap bulan yang terdiri atas pokok dan bunganya. 

Jika skemanya lancar, maka keuntungan bunga yang kamu dapatkan akan teratur masuk ke rekening setiap bulannya. Artinya, kamu tidak perlu lagi menunggu pembayaran bunga kuartal dari deposito tetap atau cek dividen dari pendanaan ekuitas. 

Hal ini yang memungkinkan P2P bisa menjadi salah satu alternatif penghasilan pasif.

Atur Tenor dengan Fleksibel

P2P Lending termasuk fleksibel dalam kepemilikan, sebab jarang banget ada komitmen utang jangka panjang. Kamu bisa memberikan pinjaman selama beberapa bulan ataupun beberapa tahun saja. Kamu bisa memilih berbagai pilihan tenor mulai dari 6 bulan, 1 tahun, dan jangka waktu lainnya.

Nantinya, kamu dapat dengan mudah menarik uang yang telah kamu danai sebelumnya, kapan pun di saat kamu memerlukannya.

Modal Kecil Juga Bisa

Untuk bisa terdaftar dan bergabung menjadi pendana dalam sebuah platform P2P Lending, kamu juga enggak butuh modal terlalu besar. Cukup dengan Rp100 ribu saja sudah bisa kok.
Seiring waktu, kamu bisa menambah dana yang ingin kamu kembangkan, jika kamu sudah menemukan manajemen pengembangannya yang paling sesuai untukmu.

Tentunya, Rp100 ribu enggak akan terasa berat dong buat kamu, ya kan?

Terdaftar Resmi dan Diawasi OJK

P2P Lending di Indonesia, sudah menjadi platform pendanaan resmi dan juga diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian, para investor atau pendana tidak perlu khawatir jika terjadi penipuan atau hal-hal lainnya yang dapat merugikan, sepanjang bergabung di platform yang memang sudah mendapatkan izin beroperasi oleh OJK. Kamu bisa mengecek hal ini langsung ke website OJK.

Itulah beberapa alasan mengapa P2P Lending sangat cocok untuk investasi kaum milennials.

Selain menguntungkan, pengembangan dana ini juga relatif aman kok Yang penting selalu kamu hanya menanam dana di platform resmi dan terdaftar dan selalu pantau pergerakan danamu.

Jadi, tertarik untuk investasi P2P Lending?