Resign dari Pekerjaan di Masa Pandemi? Pertimbangkan Dulu 7 Hal Penting Ini!

Resign dari pekerjaan mungkin beberapa kali terlintas di benak kamu saat ini. Apalagi jika kondisi perusahaan sedang kesulitan juga di masa pandemi dengan adanya pemotongan gaji, tunjangan, atau bonus yang biasanya didapatkan.

Namun, apakah sebenarnya resign dari pandemi menjadi pilihan yang tepat? Apakah alasan resign kerja tersebut benar-benar sudah final? Sebelum memutuskan untuk resign, sebaiknya pertimbangkan terlebih dahulu hal-hal di bawah ini.

Sebab, mempertimbangkan secara matang akan menjauhkan kamu dari godaan resign karena alasan emosional. Jangan sampai kamu memutuskan untuk resign karena menumpuknya pekerjaan, posisi karier yang membutuhkan waktu lama untuk naik, dan gaji yang kurang stabil.

Hal ini tentu akan selalu terjadi di perusahaan mana pun, yang membedakan adalah kemampuan dan etos kerja kamu sendiri.

Umumnya, memang ada beberapa hal yang menjadi pemicu seseorang mengajukan alasan resign kerja, sekalipun di sedang berada di masa pandemi seperti saat ini, yaitu:

  • Jenjang karier tidak jelas
  • Profesi tidak sesuai minat dan latar belakang pendidikan
  • Pekerjaan tidak sesuai kontrak kerja
  • Budaya kantor yang tidak sesuai dengan keinginan
  • Gaji yang tidak sesuai kebutuhan
  • Rekan kerja yang tidak suportif
  • Ingin melanjutkan pendidikan
  • Ingin memulai usaha
  • Ingin fokus mengasuh anak
  • Mencari tantangan baru
  • Pindah tempat tinggal

Jika kamu berniat untuk melakukan resign kerja, pertimbangkan terlebih dahulu hal-hal di bawah ini untuk mendapatkan keputusan yang tepat.

1. Ketahui Kondisi dan Posisi Karier Saat Ini

Mengetahui posisi karier kamu saat ini menjadi hal pertama yang harus dipertimbangkan.
Apa sih posisi kariermu saat ini? Sebagai karyawan tetap? Menunggu kejelasan kontrak? Masih mengembangkan karier? Atau, sudah berada di puncak karier?

Apabila posisi kariermu saat ini belum ada kejelasan atau belum memiliki karier yang baik, sebaiknya tahan terlebih dahulu keinginan untuk resign dari pekerjaan saat ini. 

Banyak alasannya. Salah satunya, di masa pandemi seperti ini, banyak perusahaan yang menunda lowongan pekerjaan. Selain itu, sekalipun ada perusahaan yang membuka lowongan, saingan kamu sekarang ini pasti banyak banget, lebih banyak ketimbang saat keadaan normal sebelum masa pandemi. 

Jika karier kamu saat ini sudah jelas dan mapan, hal tersebut bisa menjadi pertimbangan kamu untuk (mencoba untuk tetap) bertahan di pekerjaan saat ini. Kecuali keadaan perusahaan kamu sekarang memang toxic, memberikan efek yang bisa merusak mental, penuh ancaman, atau tidak manusiawi. Hal ini bisa menjadi alasan kuat untukmu resign di masa pandemi. Sebab, kesehatan mental adalah yang utama.

2. Memastikan Kondisi Finansial

Setelah kamu sudah paham dan mengetahui posisi kariermu saat ini, sekarang waktunya mengecek kondisi finansial. 

Apakah tabungan kamu sudah mencukupi kebutuhan sehari-hari? Estimasi berapa lama tabungan kamu bisa menopang kehidupan kamu pasca resign sebelum bisa mendapatkan pekerjaan baru? Dengan kata lain: dana daruratmu apakah aman?

Kalau bingung memutuskan, kamu bisa lakukan dengan cost benefit ratio, atau dengan cara mempertimbangkan keuntungan dan kerugian bila resign di masa pandemi. Apakah lebih banyak keuntungannya? Atau kerugiannya?

Pertanyaan besar lainnya: berapa lama kamu bisa mendapatkan pekerjaan baru sebelum tabungan menipis?

Jika hal-hal seperti itu sudah bisa kamu jawab dengan jelas dengan alasan yang kuat dan masuk akal, maka kamu boleh memutuskan resign dari pekerjaanmu saat ini. Namun, jika kamu masih ragu, bertahanlah dahulu di pekerjaan saat ini. Setidaknya sampai kamu mendapatkan pekerjaan yang lebih menjanjikan dari sebelumnya.

3. Rencana Alternatif Setelah Resign

Jika sudah mempertimbangkan banyak hal dalam menentukan resign, saatnya kamu memikirkan rencana-rencana pasca resign. Rencana yang dibuat bisa berfungsi sebagai alternatif jika keputusan resign merupakan hal yang salah.

Rencana ini harus dipikirkan secara matang jauh-jauh hari, sebab dengan menentukan rencana alternatif kamu sudah bisa langsung melakukan opsi lain dalam mengatasi keputusan yang salah. Lebih baik lagi jika kamu punya plan A, B, C, dan seterusnya.

Misalnya, kamu bisa memulai dengan menjadi freelancer, membuka bisnis, atau yang lainnya. Sebaiknya lakukan analisis dan identifikasi terlebih dahulu sebelum menentukan rencana yang akan ditentukan. Pertimbangannya yaitu pekerjaan tersebut harus bisa membuat kamu bertahan di masa pandemi, atau setidaknya punya keuntungan yang lebih besar.

Hal yang tidak kalah penting lainnya, yaitu persiapkan mental dalam menghadapi ketidakpastian. Sebab, sebaik-baiknya rencana yang telah diatur, akan ada hal-hal yang tidak diinginkan yang terjadi.

4. Kemampuan Diri atau Skill

Saat memutuskan untuk resign, pastikan kamu punya kemampuan dan skill yang sudah mumpuni. Hal ini akan membuat kamu lebih mudah bersaing dengan yang lainnya dan dibutuhkan oleh banyak perusahaan.

Jika kamu merasa saat ini tidak memiliki kemampuan yang lebih atau yang sedang dibutuhkan rata-rata perusahaan saat ini, pilihan resign menjadi keputusan yang kurang bijak. Manfaatkan waktu bertahan kamu dengan mengikuti berbagai macam pelatihan seperti webinar, workshop, dan yang lainnya.

Namun, jika kamu punya kemampuan yang dirasa sudah melebihi standar yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan saat ini, resign bisa menjadi keputusan yang tepat untuk diambil. Bisa jadi, ini adalah tantangan baru buatmu agar bisa meningkatkan kemampuan di level yang lebih tinggi lagi.

5. Networking

Sebelum memutuskan untuk resign, ada baiknya kamu kembali membangun koneksi pada banyak rekan kerja dan kerabat lainnya. Sebab, tak bisa dimungkiri selama pandemic, hubungan kamu dengan kerabat lainnya jadi berjarak. Betul tidak?

Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukannya melalui media sosial. Sebuah studi mengungkapkan, koneksi yang sudah lama tidak terhubung, sering kali memberikan peluang ataupun perspektif baru yang sebelumnya tidak pernah tampak.

Artinya, membangun kembali koneksi dengan kerabat lama tidak ada salahnya untuk dilakukan. Tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk menawarkanmu pekerjaan baru yang lebih menjanjikan.

6. Pilih Pekerjaan yang Menjanjikan

Jika kamu memutuskan resign, pastikan untuk memilih pekerjaan yang jauh lebih menjanjikan. Misalnya, posisi pekerjaan yang punya gaji di atas sebelumnya, posisi yang lebih menyenangkan dari sebelumnya, atau dengan menjadi pegawai pemerintah yang punya masa depan yang lebih jelas karena akan mendapatkan uang pensiun di masa tua.

Apabila pekerjaan-pekerjaan tersebut sudah ada di depan mata, memilih untuk resign dari perusahaan sebelumnya menjadi pilihan yang tepat. Namun, pastikan bahwa kamu memang sudah yakin akan masuk dalam pekerjaan yang akan kamu pilih tersebut setelah resign. Maka, jika kamu belum menemukan pekerjaan seperti itu, sebaiknya pertimbangkan kembali keputusanmu untuk resign.

7. Diskusikan

Setelah mempertimbangkan banyak hal untuk memutuskan resign, langkah terakhir diskusikanlah hal ini dengan keluarga ataupun siapa pun yang dapat kamu percaya untuk membantumu memutuskan pilihan.

Bercerita atau berdiskusi dengan orang terdekat akan memperjelas pemikiran kamu dan memberikan pandangan baru terkait dengan perpindahan kerja, apalagi di masa-masa pandemi seperti saat ini. Hal ini dapat membantu kamu mengetahui risiko apa saja yang akan dihadapi ke depannya, baik ketika kamu memilih hendak resign ataupun bertahan.

Itulah beberapa hal yang penting untuk kamu pertimbangkan saat memilih untuk resign kerja. Apabila keputusan untuk resign sudah bulat, pastikan kamu langsung mengajukan permohonan dengan cara yang baik dan sopan, yaitu mematuhi aturan one month notice atau tidak mendadak, mengajukan surat pengunduran diri, hingga berpamitan dengan seluruh rekan kerja kantor.

Good luck dengan pekerjaan barumu nanti ya! Apa pun itu.