Beberapa Hal tentang Kartu Kredit yang Perlu Banget Dipahami Sebelum Kamu Menggunakannya

Mungkin kamu sudah enggak asing lagi dengan kartu kredit ya? Mungkin juga kamu sudah memilikinya, atau bahkan kamu punya beberapa kartu sekaligus?

Punya kartu kredit itu enggak dilarang kok. Kalau kamu suka baca tip-tip keuangan di luar sana, kamu akan banyak melihat kata-kata seperti “hati-hati menggunakan kartu kredit”, atau “waspada credit card”, dan semacamnya, itu bukan berarti melarangmu untuk memiliki dan menggunakan kartu kredit. Namun, peringatan-peringatan ini ada agar kamu bijak dalam menggunakannya.

Nah, kalau kamu pengin bisa bijak dalam menggunakannya, sebaiknya kamu mulai dulu dengan memahami beberapa hal terkait aturan main dan pakai kartu kredit ini. Justru inilah yang jarang dibahas oleh artikel-artikel yang ada selama ini. Jadi, meski ada imbauan untuk berhati-hati dalam penggunaan, kita kadang enggak ngerti, kenapa harus berhati-hati dan juga apanya yang harus diwaspadai sih?

So, kita akan bahas nih sekarang.

Sebenarnya apa yang akan kita bahas ini selalu ada dalam term & condition saat kita hendak mengajukan aplikasi kartu kredit. Sayangnya, sebagian (besar) dari kita malas membaca semacam T&C, manual, aturan seperti ini. Iya apa iya? Mungkin karena memang kurang nyaman dibaca, atau alasan yang lain: bahasanya kurang manusiawi, jadi sudah dibaca pun kita tetap enggak paham.

Nah, T&C kartu kredit sebenarnya bisa berbeda antara penerbit satu dengan yang lainnya sih, makanya penting buat kamu untuk membaca lagi semua T&C yang ada, meskipun mungkin kamu sudah membaca tulisan ini ya.

5 Hal tentang Kartu Kredit yang Harus Kamu Pahami

1. Bunga

Bunga bisa dibilang adalah imbal atas pinjaman uang yang diberikan pada kita oleh bank atau penerbit kartu kredit. Bunga akan dibebankan pada kita, dihitung berdasarkan jumlah saldo harian seluruh transaksi, yaitu transaksi pertama hingga terakhir saat kartu kredit kita pakai, sampai diterbitkannya tagihan. 

Bunga akan dibebankan, ketika:

  • Kita melakukan pembayaran tidak penuh atau yang sesuai jumlah minimal pembayaran
  • Kita membayar tapi melampaui jatuh tempo
  • Kita membayar dengan jumlah di bawah nominal minimum yang ditentukan
  • Kita nggak membayar pinjaman

Satu lagi, yang harus digarisbawahi, bunga akan selalu dibebankan jika kita menarik tunai dengan kartu kredit di ATM, whether kita membayar penuh ataupun tidak.

Berarti, kalau kita bayar penuh sebelum jatuh tempo penagihan, itu kita enggak kena bunga dong? Iya, enggak kena bunga.

2. Penagihan dan pembayaran

Tanggal penagihan kartu kredit sih bisa berbeda satu sama lain, dan biasanya sudah diinformasikan di awal. Sebaiknya, kamu catat tanggalnya supaya kamu bisa merencanakan pembayaran cicilan dengan lebih baik setiap bulannya.

Kalau dulu, penagihan akan dilakukan melalui surat yang dikirimkan ke alamat kita sebelum tanggal jatuh tempo. Sekarang, sudah zaman digital, penagihan umumnya dikirimkan ke email. Dalam surat penagihan biasanya ada:

  • Rincian transaksi, dari yang pertama sampai yang terakhir.
  • Jumlah nominal pembayaran minimum yang bisa dilakukan, ini bisa sangat variatif meskipun dari penerbit kartu yang sama, tergantung jenis dan limit kartunya. Jadi, perhatikan ya.
  • Tanggal jatuh tempo pembayaran tagihan. Nah, selain tanggal penagihan, kamu juga harus catat deh tanggal jatuh tempo ini. Bayarlah utangmu sebelum tanggal jatuh tempo, meskipun mungkin enggak bisa penuh.
  • Hal-hal lain yang relevan atau sudah ditentukan oleh pihak penerbit kartu kredit.

Untuk pembayaran, kita bisa membayar secara manual—maksudnya transfer tapi dilakukan secara manual, atau bisa juga secara autodebet. Kamu bisa mengaturnya saat pertama kali mengajukan aplikasi. Kalau enggak, ya telpon saja call center-nya. Ada beberapa syarat dan ketentuannya sih, umumnya, jadi mendingan diatur saja langsung dengan pihak penerbit.

3. Penentuan limit kartu kredit

Yang menjadi pertimbangan utama saat pihak penerbit menentukan limit kartu kreditnya adalah penghasilan kita per bulan. FYI, sebagai syarat penerbitan kartu kredit, kita harus mempunyai penghasilan tetap minimal Rp3.000.000. Ini syarat umum. Selanjutnya seberapa besar kita punya gaji, maka itulah yang menjadi pertimbangan penentuan limit.

Rata-rata, pihak penerbit memberikan limit 3 kali penghasilan bulanan pemegang kartu. Jadi, semisal kamu punya gaji tetap Rp5.000.000, maka bisa saja kartu kreditmu berlimit Rp15.000.000.

Faktor penentu lainnya adalah apakah kamu punya rapor yang baik soal cicilan utang. Jangan sampai pihak penerbit dengan mudah memberikan pinjaman, padahal kamunya sekarang terlibat kredit macet di banyak bank. Jadi, baik-baiklah menjaga ‘rapor’-mu ya.

4. Tarik tunai

Ini nih yang banyak bikin “terjebak”. Dikiranya, tarik tunai kartu kredit itu sama kayak tarik tunai ATM tabungan biasa tanpa harus menabung lebih dulu.

No, itu salah banget ya. Kartu kredit punya aturan cukup ketat untuk tarik tunai, dan bisa jadi beban yang cukup besar juga kalau sampai kita tarik tunai dalam jumlah yang besar.

Pertama, ada biaya administrasi. Jadi, setiap kali kita ambil duit tunai dengan kartu kredit di ATM, maka saat itu juga ada biaya administrasi yang langsung dibebankan sebesar 4%. Kita pinjam Rp1.000.000, maka sudah langsung ada ‘tagihan’ sebesar Rp40.000, yang akan ditagihkan bersama tagihan bulan berikutnya. Makin besar kamu menarik tunai, makin besar pula biaya administrasinya. 

Dan, yes, sudah disebutkan di awal tadi, berapa pun kamu bisa membayar tarik tunai—baik tak penuh maupun penuh—kamu akan tetap dibebani bunga. Berbeda dengan pemakaian untuk belanja gesek langsung, yang kalau kita lunasi sebelum jatuh tempo, kita bisa terhindar dari bunga.

5. Denda

Yups, ada denda ketika kita tidak bisa membayar atau terlambat membayar tagihan kartu kredit. Denda ini diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia No. 11/10/DASP, tentang Penyelenggaraan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu, yang berlaku sejak Juni 2012.

Menurut surat edaran tersebut, ketika kita terlambat membayar tagihan sesuai jatuh tempo, maka akan denda yang dibebankan sebesar 3% dari jumlah total tagihan, dan akan ditagihkan di bulan berikutnya. Namun, Bank Indonesia juga membuat aturan, bahwa denda ini tidak boleh melebihi Rp150.000.

So, begitulah serba-serbi tentang kartu kredit yang harus dipahami, sebelum kamu mulai menggunakannya. Akan lebih baik lagi, setelah membaca tulisan ini, kamu juga mau meluangkan waktu untuk membaca term and condition kartu kredit yang kamu terima. Dengan demikian, kamu tahu betul bagaimana menggunakannya dengan bijak.

Kartu kredit enggak cuma banyak mudharatnya kok. Banyak juga manfaatnya, jika kita bisa menggunakannya dengan baik dan bijak.

Pertimbangkan dengan matang saat hendak menggunakannya, dan disiplinlah dalam membayar cicilannya.