Pertumbuhan Ekonomi, Inilah Pengertian dan Cara Pengukurannya

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu topik yang selalu menjadi topik hangat belakangan di dunia, termasuk Indonesia. Terutama sekarang kan lagi ada banyak hal yang memengaruhinya. Kayak roller coaster, ya kan, akhir-akhir ini?

Yes, pertumbuhan ekonomi memang menjadi tolak ukur kondisi suatu negara secara menyeluruh. Hanya melihat dari pertumbuhan ekonominya, kita bisa melihat apakah suatu negara ada dalam kondisi baik atau tidak, lantaran hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan rakyatnya.

Apa Itu Pertumbuhan Ekonomi?

Pada dasarnya, pertumbuhan ekonomi bisa diukur. Sebab, pertumbuhan ekonomi adalah keadaan dari suatu negara selama periode tertentu, yang sering dijadikan sebagai pertimbangan apakah kualitasnya lebih baik atau menurun berdasarkan sebuah indikator.

Indikator yang menentukan pertumbuhan ekonomi tersebut umumnya ditentukan dari pendapatan nasional, pendapatan per kapita, jumlah tenaga kerja yang lebih besar dari pengangguran, hingga berkurangnya tingkat kemiskinan dalam suatu negara. Hal-hal inilah yang menjadi perhatian, apakah mengalami kenaikan atau justru kemunduran dalam pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, pemerintah berperan penting dalam mengatur pertumbuhan ekonomi ini. Jika pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah berjalan secara efektif dengan hasil yang sesuai selama periode yang ditentukan, maka di situ akan terlihat kalau ada pertumbuhan ekonomi yang baik pada masyarakatnya. 

Pertumbuhan ekonomi sangat berkaitan erat dengan gambaran umum kemakmuran masyarakatnya dengan perhitungan dari pendapatan per kapita atau pendapatan rata-rata penduduk dalam suatu negara. Kesuksesan sebuah negara dapat dilihat dari pertumbuhan ekonominya, sedangkan kesuksesan pemerintahan dilihat dari kemampuannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negaranya. 

Ciri-ciri pertumbuhan ekonomi suatu negara mencapai pencapaiannya atau tidak ditentukan oleh:

  • Meningkatnya produktivitas
  • Laju pertumbuhan penduduknya dan pendapatan per kapita tinggi
  • Laju dari perubahan struktural tinggi
  • Adanya urbanisasi atau perpindahan penduduk desa ke kota
  • Ekspansi negara maju

Bagaimana Cara Mengukur Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara?

Pertumbuhan ekonomi di negara maju dan berkembang jelas berbeda, sebab negara-negara berkembang umumnya punya pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil atau fluktuatif, kadang naik dan kadang turun.

Sedangkan untuk negara terbelakang atau negara miskin pertumbuhan ekonominya sudah jelas sangat rendah. Hal ini menunjukan bahwa tingkat kesejahteraan rakyat di negara berkembang dan terbelakang belum merata secara nasional dan cenderung lebih rendah dari negara-negara maju di sekitarnya.

Maka, ada dua komponen yang bisa digunakan dalam mengukur pertumbuhan ekonomi secara umum, yaitu:

1. Produk Nasional Bruto (PNB)

Produk Nasional Bruto (PNB) merupakan pendapatan yang diterima suatu negara dalam kurun waktu tertentu, biasanya ditentukan setiap satu tahun berdasarkan pendapatan yang diterima para penduduknya.

Artinya, pendapatan warga negara yang berada di luar negeri tidak dihitung dalam PNB, serta warga negara asing yang berada di suatu negara tidak termasuk dalam perhitungan PNB. Sebab, pendapatan yang termasuk dalam PNB harus merupakan produk barang jadi yang bisa dilihat dari harga pasaran yang berlaku dari periode yang dihitung.

Sedangkan, untuk menghitung pertumbuhan ekonomi menggunakan PNB, yaitu dengan cara membandingkan PNB pada periode saat ini dengan periode sebelumnya. Jika ingin mengetahui persentase dari pertumbuhan ekonomi di tahun 2020, berarti harus mengetahui terlebih dahulu jumlah PNB yang didapat pada tahun 2019. Kemudian, menghitungnya dengan cara mengurangi PNB 2020 dengan PNB 2019.

Jika dirumuskan maka perhitungannya yaitu:

R= PNB – (PNB-1)

Keterangan:
R: persentase pertumbuhan ekonomi negara
PNB: PNB suatu negara dalam tahun yang akan dihitung
PNB-1: NB suatu negara tahun sebelumnya.

2.   Produk Domestik Bruto (PDB)

Produk Domestik Bruto (PDB) dilihat dari pendapatan negara dengan tolak ukur batas teritorial atau wilayahnya. Maksudnya, PDB dilihat dari semua produksi ekonomi yang dilakukan dan terjadi dalam suatu negara, entah itu dilakukan oleh warga negaranya dan warga negara asing, sehingga keduanya masuk dalam perhitungan PDB. Maka, warga negaranya yang berada di luar negeri tidak masuk dalam hitungan PDB.

Untuk menghitungnya, biasanya sama seperti pertumbuhan ekonomi berdasarkan PNB, yaitu dengan melihat perbandingan antara PNB periode saat ini dengan periode PNB sebelumnya. Sehingga didapatkan rumusnya, yaitu:

R = (PDB – PDB-1) atau PDBt-1 x 100%

Keterangan:
R = persentase pertumbuhan ekonomi
PDB = PDB pada tahun yang akan dihitung
PDB-1 = PDB pada tahun sebelumnya

Negara-Negara di Dunia dengan Pertumbuhan Ekonomi Tercepat, Indonesia Termasuk?

Berdasarkan studi Oxford Economics, sejumlah negara Asia menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia. Negara Asia Tenggara tercatat memiliki potensi dengan ekonomi terbaik, bahkan tercatat beberapa negara ASEAN yang masuk dalam peringkat Oxford Economics. 

Bagaimana dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia? Simak terlebih dahulu negara-negara di bawah ini yang masuk dalam kategori berkembang dan diprediksi akan mendominasi perekonomian dunia dalam kurun waktu 10 tahun mendatang dari tahun 2019, yaitu:

  1. India, PDB negara ini diprediksi tumbuh sebesar 6,5% dari jumlah penduduknya yang besar.
  2. Filipina, diprediksi akan tumbuh PDB sekitar 5,3% karena peningkatan tenaga kerjanya.
  3. Indonesia, pertumbuhan PDB diprediksi naik sebesar 5,1% didukung dengan persediaan sumber daya alam yang melimpah.
  4. Tiongkok, negara dengan aktivitas ekonomi yang kuat diprediksi akan mencapai 5,1%, namun tingkat utangnya tetap tinggi.
  5. Malaysia, diprediksi dapat memiliki pertumbuhan PDB sebesar 3,8% karena pertumbuhan TFPnya yang cenderung kecil.
  6. Turki, diprediksi akan mengalami pertumbuhan PDB sekitar 3% karena ekonomi negara ini sering mengalami fluktuasi mulai dari mata uang hingga konflik sektor politik yang memengaruhinya.
  7. Thailand, PDB yang diprediksi akan mencapai 2,9% karena terjadi peningkatan pariwisata setiap tahunnya.
  8. Chile, memiliki tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 2,6%, negara ini memang menjadi satu-satunya di Amerika Selatan yang masuk dalam ekonomi yang masih berkembang
  9. Polandia, negara Eropa yang satu-satunya masuk dalam daftar negara berkembang dengan ekonomi yang diprediksi stabil di angka 2,5% dengan akses yang kuat dalam sektor perbankan dan penggunaan mata uang Euro.
  10. Afrika Selatan, negara dengan PDB yang diprediksi mencapai 2,3%. Negara ini merupakan satu-satunya negara berkembang di benua Afrika yang masuk dalam daftar.

Itulah pembahasan mengenai pengertian, cara perhitungan, dan negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Pertumbuhan ekonomi memang merupakan sebuah indikator atau gambaran penting untuk menguraikan kondisi suatu negara. Artinya, dengan mengetahui pertumbuhan ekonomi di Indonesia, kamu dapat memahami bagaimana kondisi negara secara garis besar. Apakah dalam keadaan baik atau sebaliknya. 

Semoga informasi ini bermanfaat!