Dampak Ekonomi Omnibus Law terhadap Bursa Saham dan Reksa Dana, Menguntungkan?

Omnibus Law memang menuai banyak kontroversi sejak kemunculannya hingga disahkannya undang-undang tersebut oleh pemerintah, khususnya DPR. Namun, terlepas dari pro kontranya, ada sektor pasar modal dan investasi reksa dana yang mendapatkan dampak positif dari Omnibus Law ini, yaitu dividen.

Apa Itu Dividen? 

Dividen merupakan bagian dari laba bersih perusahaan yang dibagikan pada para pemegang saham dengan periode waktu yang sudah ditentukan. Akan tetapi, perusahaan harus memperoleh terlebih persetujuan dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebelum membagikan dividen tersebut.

Biasanya, periode pembagian dividen ini ditentukan per satu tahun. Namun, bisa juga tergantung kondisi keuangan perusahaan pada saat itu. Artinya, jika sewaktu-waktu perusahaan tidak mendapatkan laba, atau membutuhkan modal untuk ekspansi, maka bisa saja dividen diputuskan untuk tidak dibagikan dan ditahan. Dalam pembagiannya, dividen bisa dibagikan sebagian, seluruhnya, hingga tidak sama sekali karena disimpan untuk kebutuhan perusahaan. 

Ada dua jenis dividen yang dibayarkan perusahaan pada pemegang saham sesuai persetujuan RUPS, yaitu:

  • Dividen tunai, dividen yang dibayarkan dengan uang tunai
  • Dividen saham, dividen yang memungkin para pemegang saham menerima dalam bentuk saham kembali

Pemberian dividen ini juga punya dua mekanisme, yaitu interim (sementara) dan final. Umumnya dividen interim diberikan sebelum pembukuan keuangan ditutup. Sedangkan dividen final dibagikan setelah penutupan pembukuan keuangan di akhir tahun. Namun, pemegang saham tidak selalu menerima dividen interim dan dividen final dengan jumlah yang sama besar.

Sebab, saat pemegang saham telah menerima dividen interim, maka jumlah dividen final sesuai keputusan RUPS akan dikurangi dengan besaran dividen interim. Misalnya, seorang investor saham telah mendapatkan dividen interim sebesar 250 rupiah per lembar sahamnya, jadi saat dividen final dibagikan, investor hanya memperoleh 150 rupiah per saham.

Mengapa demikian? Hal ini disebabkan dari pengurangan besaran dividen per sahamnya sebesar 400 rupiah, dikurangi dengan dividen interim 250 rupiah yang sudah dibayar terlebih dahulu sebelumnya. 

Lantas, apa pengaruh Omnibus Law ini terhadap dividen?

UU Omnibus Law Cipta Kerja tentang PPh Dividen

Berdasarkan Pasal 111 RUU Omnibus Law Cipta Kerja pada bagian ketujuh, disebutkan bahwa adanya pengecualian Pajak Penghasilan (PPh) atas dividen yang berlaku bagi wajib pajak orang pribadi (WP OP) dan WP Badan dalam negeri selama dividen tersebut diinvestasikan dalam jangka waktu tertentu untuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rincian ketentuannya seperti ini:

  • Wajib pajak perorangan, final 10% menjadi 0%
  • Wajib pajak badan dalam negeri dari final 15% menjadi 0%
  • Wajib pajak luar negeri tetap final 20%

Intensif tersebut juga bisa memberikan dampak positif terhadap industri pasar modal yang bisa dinikmati langsung. Bahkan, Bank Dunia saja sudah memberikan tanggapan terhadap hal ini, bahwa UU Cipta Kerja bisa jadi merupakan salah satu upaya reformasi besar yang dapat membuat Indonesia menjadi kompetitif dan punya daya saing.

Bukan hanya itu, Bank Dunia juga menganggap bahwa UU Cipta Kerja ditujukan untuk mendukung cita-cita jangka panjang bangsa yang dapat menciptakan masyarakat yang sejahtera.

Penghapusan berbagai pembatasan yang berat pada investasi dan keterbukaan Indonesia ini, membuat daya tarik lebih besar bagi investor, menciptakan lapangan kerja, dan dapat berpengaruh pada dampak ekonomi yang menurunkan angka kemiskinan di Indonesia.

Menurut Bank Dunia, setidaknya ada beberapa hal positif dari Omnibus Law, yaitu:

  • RUU Cipta kerja memberikan isyarat pada masyarakat internasional bahwa Indonesia kini terbuka untuk bisnis karena penghapusan pembatasan investasi, termasuk penghapusan undang-undang sektoral yang dinilai diskriminatif terhadap investor asing. Diperkirakan, hal ini dapat memicu tambahan investasi hingga 6,8 miliar dolar AS.
  • Omnibus Law dapat meningkatkan lingkungan perdagangan dan meningkatkan partisipasi para perusahaan lokal dalam nilai global yang bergantung pada impor dan ekspor.
  • Penghilangan proses penunjukan dari Menteri pada lembaga terakreditasi untuk melakukan penilaian sesuai dengan SNI atau Standar Nasional Indonesia dinilai dapat mempercepat dan mengurangi ketidakpastian dari proses sertifikasi SNI. Diperkirakan akan meningkatnya biaya masukan untuk bisnis sebesar 21% pada proses sertifikasi SNI.

Omnibus Law Memberikan Kemudahan dan Penyederhanaan Aturan Investasi

Sebelumnya, Indonesia dinilai sangat katalis bagi para pengusaha asing untuk berinvestasi di Indonesia. Sebab, investor asing menganggap bahwa iklim usaha Indonesia kurang menguntungkan karena sangat birokratis dari segi perizinan maupun operasional usaha. Selain itu, undang-undang yang dipakai terlalu banyak dan tumpang tindih, sehingga hal inilah yang membuat para investor enggan untuk membuka atau menanamkan sahamnya di Indonesia.

Omnibus Law dinilai menjadi sebuah terobosan baru yang ada dalam sistem perundang-undangan Indonesia. Undang-undang yang tumpang tindih tersebut kini disatukan dalam satu paket regulasi melalui Omnibus Law ini. 

Jika para investor tertarik, maka akan timbul prospek lapangan kerja yang luas, yaitu dengan munculnya perusahaan modal asing baru yang membutuhkan tenaga kerja lokal. Selain itu, Omnibus Law menjadi salah satu antisipasi terjadinya gejolak ekonomi di tahun-tahun mendatang karena penuh tantangan yang sangat berat.

Kenaikan Bursa Saham dan Reksa Dana 

Kamu mungkin sudah bisa melihat, bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat mengalami kenaikan di awal kuartal IV setelah disahkannya Omnibus Law. Bahkan, IHSG naik menjadi 2,92 persen. Kenaikan ini tentu memberikan dampak positif terhadap reksa dana dan investasi saham itu sendiri. Artinya, kondisi ini juga menjadi salah satu indikasi bahwa pasar saham dan reksa dana merespons positif disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Reksa dana sendiri menjadi wadah untuk menghimpun dana dari para investor. Dana yang terkumpul ini nanti akan diinvestasikan lagi oleh manajer investasi pada beberapa instrumen atau produk lainnya seperti deposito, obligasi, dan yang lainnya. Selain itu, reksa dana juga merupakan alternatif bagi masyarakat yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko investasi yang dilakukannya.

Di samping baik dan buruknya, upaya menjaga sumber daya alam keindahan Indonesia memang bisa diandalkan menjadi salah satu daya tarik bagi kedatangan turis secara langsung sebagai mata pencaharian masyarakat. Namun di sisi investasi yang bersifat jangka panjang ini, Omnibus Law diharapkan mampu menyerap banyak tenaga kerja dari perusahaan asing yang diperlukan untuk menjawab permasalahan yang timbul di tengah pandemi COVID-19 dalam menumpas angka pengangguran.

Itulah uraian mengenai dampak ekonomi Omnibus Law terhadap bursa saham dan reksa dana. Bagaimana menurutmu? Apakah menguntungkan?

Memang bagus ketika kita kritis terhadap segala kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Ini bukti bahwa kedaulatan negara kita memang ada di tangan rakyat, seperti yang diharapkan oleh para pendiri Republik ini. Tetapi, masalahnya, apakah kita juga cukup cerdas dalam mengkritisi pemerintah? Apakah kita selalu melihat hal dari berbagai sisi?

Itulah yang seharusnya menjadi bahan introspeksi.