Kasus Deposito Bank yang Hangus: Pahami Cara Kerja Produk Perbankan Ini Lebih Jauh!

Kasus deposito bank yang hangus menjadi perhatian belakangan ini. 

Kejadiannya terjadi di Surabaya, ketika seorang nasabah bank mengaku depositonya--yang telah disimpan sejak tahun 1998--tiba-tiba hangus dan tidak bisa dicairkan. Sontak hal ini menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan, terutama karena bank terkait adalah salah satu bank terbesar di negeri ini.

Salah satu pertanyaan terbesarnya adalah benarkah deposito bank bisa hangus?

Pahami Dulu tentang Apa Itu Deposito Bank

Deposito bank adalah salah satu jalan yang bisa kamu gunakan untuk menyimpan uang dengan jangka waktu tertentu. Deposito sangat cocok jika kamu memiliki sejumlah uang yang cukup banyak, tapi belum ingin menggunakannya dalam waktu dekat. Apalagi melakukan deposito di bank ternilai aman dan punya banyak keuntungannya.

Deposito juga merupakan investasi yang punya risiko minim. Hal ini cocok bagi seseorang yang belum siap untuk simpan uang pada investasi yang berisiko tinggi, seperti halnya saham ataupun reksa dana saham. Bentuk deposito juga ada berbagai macam, ada yang menggunakan mata uang rupiah dan ada pula deposito dengan mata uang asing seperti deposito valas.

Selain itu, investasi deposito tersebut tentu saja bisa dilakukan oleh siapa saja. Ditambah, hampir seluruh bank di Indonesia membuka layanan deposito. 

Umumnya deposito bank terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Deposito berjangka, bentuk yang paling umum dan memiliki beberapa jangka waktu, yaitu 1,2,3,6,18, atau 24 bulan. Nasabah nantinya hanya dapat mencairkan dana sesuai jangka waktu yang sudah disepakati sebelumnya. Ada dua jenis sistem yang dimilikinya, yaitu automatic roll over yang diperpanjang otomatis dan non automatic roll over yang tidak akan diperpanjang otomatis.
  • Sertifikat deposito, bentuk depositonya dalam bentuk sertifikat sehingga dapat diperjualbelikan ataupun pindah tangan pada orang lain. Biasanya bunga bisa dibayarkan di awal saat nasabah menempatkan dananya.
  • Deposito on call, deposito yang khusus disediakan bagi nasabah yang memiliki dana jumlah besar mencapai puluhan hingga ratusan juta. Jenis deposito ini biasanya punya jangka waktu uang lebih singkat, minimal seminggu dan maksimal kurang dari satu bulan.
Dalam hal ini saja, deposito masih terbagi lagi menurut perpanjangan kontrak jatuh temponya, yaitu

  • Deposito ARO atau Automatic Roll Over, yang memungkinkan otomatisasi perpanjangan kontrak ketika deposito sudah berakhir jatuh temponya. Nasabah yang memiliki jenis deposito ARO ini tidak perlu memperpanjang kontrak secara manual, karena setiap kali jatuh tempo tiba, pihak bank akan memperpanjang secara otomatis.
  • Deposito nonARO, yang merupakan kebalikan dari deposito ARO. Nasabah harus mengurus perpanjangan kontrak deposito ke bank yang bersangkutan ketika jatuh tempo tiba.

Deposito Bank Konvensional dan Syariah

Nah, selain soal perpanjangan otomatis yang membedakan deposito ARO dan nonARO, serta beberapa jenis deposito bank di atas, saat akan melakukan deposito, juga ada dua pilihan sistem dengan menggunakan cara bank konvensional atau sistem Syariah yang dikenal dengan istilah bagi hasil atau Nisbah. Keduanya mengalami perbedaan dari perhitungan bunga.

Pada sistem konvensional, bank akan membuat sebuah rumus tersendiri tentang deposito, hal ini akan bergantung pada berbagai macam faktor seperti pertumbuhan ekonomi hingga nilai inflasi, sehingga suku bunga dapat berbeda pada setiap banknya. Sedangkan pada sistem Syariah, tidak ada dikenal sistem perhitungan bunga, melainkan sistem kesepakatan dengan cara membagi hasil sesuai dengan rasio yang disetujui bank dan diinginkan nasabah.

Beberapa Fakta Deposito Bank

Jika kamu ingin mengetahui tentang deposito bank lebih lanjut, ketahui di bawah ini fakta-fakta mengenai deposito bank.

1.   Suku Bunga Deposito Bank Lebih Tinggi dari Tabungan

Jika dibandingkan dengan tabungan biasa, suku bunga yang dimiliki deposito bank jauh lebih tinggi dan sangat menguntungkan. Nasabah yang memilih deposito akan mendapatkan imbal hasil yang jauh lebih tinggi daripada seseorang yang menyimpan uang tabungannya dalam rekening biasa. Selain itu, jika melakukan deposito tidak ada potongan setiap bulannya seperti tabungan biasa yang terkena biaya bulanan.

2.   Risiko Kerugian Kecil dan Dijamin LPS

Kelebihan deposito adalah terlindunginya dari fluktuasi pasar. Selain itu, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan menjaga uang yang kamu simpan dengan baik dan aman agar terhindar dari macam-macam bentuk penyelewengan dana.

Hal ini juga melindungi uang kamu jika sewaktu-waktu bank mengalami kebangkrutan, maka LPS akan menjamin dana dari setiap nasabah yang melakukan deposito hingga 2 miliar rupiah dan suku bunga mencapai 7,5%. Maka, pastikan terlebih dahulu apakah bank yang akan kamu pilih telah terdaftar di LPS.

3.   Deposito Dikenakan Pajak

Deposito dapat dikenai pajak jika jumlahnya di atas 7,5 juta. Namun, pemerintah telah mengurangi besar pajak deposito menjadi lebih ringan mulai dari 2,5% tergantung dari jangka waktu dan sumber dana. Hal ini sudah tercantum pada peraturan Menteri Keuangan Nomor 26/PMK.010/2016.

4.   Tanda Bukti Berupa Bilyet

Saat kamu membuka deposito, maka kamu akan mendapatkan tanda bukti berupa bilyet. Tanda ini merupakan bukti kepemilikan kamu bahwa dana yang kamu simpan dalam bentuk produk deposito bank. Namun, berkat kecanggihan teknologi kini bilyet dapat dimiliki dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui email.

5.   Adanya Penalti atau Denda

Jika kamu melakukan deposito namun dana yang disimpan ingin diambil lebih cepat sebelum jatuh tempo, maka kamu akan terkena pinalti. Besarnya disesuaikan dengan kebijakan masing-masing bank. Akan tetapi, yang harus kamu ketahui bahwa jumlah denda yang diberikan akan jauh lebih besar daripada keuntungan bunga yang didapatkan.

Namun, beberapa bank ada juga yang menawarkan zero penalti jika kamu ingin mencarikan deposito lebih awal. Konsekuensinya bunga yang telah dikumpulkan tidak akan menjadi hak nasabah. Cara itu tentu saja sama saja seperti penalti.

Apakah Deposito Hangus Dapat Terjadi?

Secara teori, tidak ada istilah deposito hangus, sebab bank biasanya akan memenuhi hak-hak para nasabahnya sesuai dengan aturan yang berlaku. Sekalipun bilyet deposito hilang, terselip, rusak, ataupun terbakar, semua sudah ada ketentuannya. Lagi pula ada perlindungan LPS yang diberikan pada nasabah, seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Nantinya, dana akan langsung dicairkan pada rekening nasabah saat jatuh tempo atau sesuai jangka waktu yang sudah disepakati sebelumnya. Namun, saat bilyet deposito yang hilang tersebut ditemukan kembali setelah penarikan dana, tentu saja nasabah tidak akan bisa mengklaimnya lagi.

Dalam kasus deposito hangus di Surabaya ini, maka tinggal kita tunggu saja kesanggupan pihak bank untuk bisa memberi data atau bukti bahwa deposito sudah dicairkan oleh nasabah.

Perkara ini tidak seharusnya lantas membuat masyarakat untuk takut menyimpan uangnya di bank. Sekali lagi, semua sudah diatur dalam Undang-Undang, dan sudah diawasi langsung oleh pemerintah. 

Itulah hal-hal yang harus kamu ketahui tentang deposito bank dan fakta-faktanya. Deposito bank memang cocok bagi pemula yang ingin berinvestasi. Jadi, apakah kamu tertarik untuk menyimpan uangmu di deposito bank? Segera saja datangi kantor bank terdekat yang kamu percaya ya.