Investasi Saham Nyangkut, Segera Lakukan Hal Ini!

Investasi saham dilakukan untuk mendatangkan keuntungan bagi pemilik atau pembelinya. Namun tidak selamanya saat berinvestasi, market bergerak sesuai dengan keinginan para investornya. Naik turun saham tentu saja sudah menjadi hal yang lazim dialami. Namun, bagaimana jika posisinya saham yang dibeli justru turun terus menerus hingga mengalami loss atau berada di posisi kerugian?

Biasanya, para investor atau trader pemula akan ragu untuk menjual saham yang dimiliki mengingat kerugian yang ditanggung sangat besar. Akhirnya terjebaklah dalam posisi ‘investasi saham nyangkut’. 

Posisi saham nyangkut artinya saham sedang berada dalam posisi rugi, tapi investor atau pemilik saham tidak rela menjual sahamnya karena sedang berada di posisi rugi dengan jumlah yang relatif besar. 

Saham yang nyangkut ini sebenarnya bukan hanya terjadi pada pemula saja, melainkan terjadi pada investor yang mengabaikan tingkat toleransi batasan resiko. Misalnya, membatasi kerugian pada kisaran 4-5 persen, maka begitu saham turun mencapai angka yang sudah dibatasi, kamu bisa segera memutuskan untuk keluar dari saham tersebut (cut loss). 

Umumnya, ada beberapa penyebab saham nyangkut, yaitu:

  • Membeli saham yang harganya sudah naik tinggi atau berada di ujung tren
  • Membeli saham yang harganya masih cenderung turun dan tidak ada tanda-tanda rebound
  • Saham yang dibeli harganya terlalu sideways atau datar
  • Membeli saham lapis tiga atau saham yang tidak likuid dan kapitalisasi pasarnya sangat kecil

Maka, untuk menghindari kondisi saham nyangkut kamu harus memperhatikan manajemen keuangan terlebih dahulu. Jangan sampai kamu terlalu bersemangat untuk menghabiskan dana pada satu saham yang sedang naik. Mengingat saham bergerak naik dan turun, sehingga jika turun anjlok kamu terpaksa gigit jari dan stres sendiri. 

Lalu, bagaimana jika sudah terlanjur nyangkut dalam suatu saham yang terus bergerak turun? Lakukanlah hal-hal di bawah ini. 

Investasi Saham Nyangkut, Harus Bagaimana?

Cut Loss Investasi Saham

Cut loss memang menjadi salah satu momok bagi para investor saham, sebab siapapun pasti tidak menginginkan melakukan cut loss. Tujuan berinvestasi tentu saja untuk mendapatkan keuntungan saat menjualnya kembali, bukan rugi dengan nominal besar. 

Namun mau bagaimanapun, pasar saham tidak selalu bergerak bagus, terkadang saham yang dibeli malah terus menurun sehingga mengharuskan para investor berada di posisi loss. 

Maka, lakukanlah cut loss sketika terjadi techinecal rebound atau harga sedang naik sementara. Jika rebound belum terjadi, sebaiknya tahan dan tunggu hingga saham rebound. Setelah cut loss kamu bisa mulai mencari saham lain dengan posisi yang lenbih baik dan melakukan reposisi saham atau membuat potofolio saham baru. 

Tukar Saham 

Menukar saham atau switching dapat dilakukan jika saham yang nyangkut sedang berada dalam kondisi yang sangat buruk, tren turun, fundamental tidak baik, dan sulit untuk pulih dalam waktu dekat. Sebab, jika kamu melewatkan atau terlambat melakukan switching, kamu bisa kehilangan kesempatan. 

Pemulihan saham bisa jadi membutuhkan waktu lama hingga bertahun-tahun. Dengan banyak pertimbangan, mungkin akan jika kamu lebih baik memilih saham lain yang punya potensi dan keuntungan yang baik dari saham sebelumnya daripada harus melewatkan kesempatan untuk switching.

Average Down Saham

Average down merupakan strategi menambah porsi saham ketika harga turun yang tujuannya untuk meminimalkan kerugian. Akan tetapi, saat melakukan average down dibutuhkan kecermatan dalam melihat ritme pergerak saham dan melihat volume bid dan offer saham. 

Strategi average down ini biasanya dilakukan saat saham yang turun tidak searah dengan fundamental perusahaan yang malah semakin bagus. Saat melakukan average down, pastikan lagi bahwa perusahaan saham yang kamu pilih punya fundamental yang kuat, sehingga dapat memperhitungkan grafik teknikalnya untuk mendapatkan harga terbaik. 

Bagaimana Caranya Agar Mampu Menentukan Langkah yang Tepat?

Saat saham kamu berada di posisi nyangkut, jangan pernah membuat keputusan dengan berspekulasi. Apalagi kamu mengambil keputusan tanpa dasar saat akan mengambil Langkah cut loss, switching, ataupun average down. 

Sebagai seorang investor saham, kamu harus memikirkan secara matang langkah yang tepat sebelum menentukan pilihan. Lakukan beberapa pertimbangan di bawah ini, yaitu:

  • Pahami tujuan awal membeli saham, yaitu untuk trading jangka pendek atau investasi jangka Panjang. Bila tujuan awal untuk trading jangka pendek, maka langkah yang tepat adalah membuang saham tersebut. Namun, jika investasi tersebut jangka panjang segera lakukan average down dengan memperhatikan grafik teknikalnya untuk mendapatkan harga terbaik.
  • Periksa kembali teknikal dan fundamental saham, jika saham yang kamu miliki punya peluang untuk rebound teknikal dan juga masih kuat secara fundamental perusahaan, kamu bisa tahan terlebih dahulu atau melakukan average down. Setelah kamu tahu peluang harga saham yang akan bergerak, maka segeralahj ambil tindakan. 
  • Objektif, tak bisa dimungkiri saat posisi saham nyangkut beberapa orang akan mengalami stres dan terkena panic attack. Maka, bersikaplah objektif berkaitan dengan analisis teknikal dan fundamental saham. Jika saham perusahaan sedang jelek dengan kerugian yang jumlahnya luar biasa, maka segeralah lepas. Tapi, jika saham perusahaan punya kinerja yang luar biasa namun belum dilirik oleh pasar, maka kamu bisa tahan atau menambah posisi. 

Setelah mengambil langkah yang tepat dan sesuai dengan keadaan saham kamu saat ini, maka kamu bisa menghindari terjadinya saham nyangkut kembali dengan melakukan beberapa cara, seperti:

  • Meningkatkan kemampuan analisis, ada 2 jenis analisis yang bisa kamu gunakan dalam memilih saham, yaitu analisis teknikal dan fundamental. Jenis-jenis analisis ini dapat meminimalisir terjadinya resiko saham nyangkut kembali.
  • Pilih perusahaan yang punya corporate governance yang baik. Hal ini penting dilakukan untuk meminimalkan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang bisa terjadi kapan saja. Sebab dengan adanya corporate governance yang baik, saat terjadinya penurunan, kamu tidak akan berada dalam kondisi yang benar-benar loss paling parah.
  • Ketahui saham jangka pendek dan jangka panjang yang tepat. Mengetahui saham yang bisa disimpan jangka pendek dan jangka panjang sesuai analisis dapat membantu kamu mempertimbangkan beberapa sektor yang jika loss. Di masa mendatang dapat bangkit kembali seperti perbankan dari government, retail, konstruksi dan manufaktur, hingga basic industry. 
  • Buat toleransi batas risiko. Seperti yang diketahui bahwa trading saham dapat memberikan keuntungan atau kerugian, maka jangan sampai kamu menggunakan asumsi saat bermain saham, karena tidak melulu akan untung. Sebaiknya pasang batasan toleransi untuk stop loss agar dapat meminimalkan kerugian yang timbul. Trailing stop ini dapat melindungi modal yang kamu tanam agar tidak tergerus saham yang transaksinya terus menurun. 

Itulah hal-hal yang bisa kamu lakukan jika mengalami saham nyangkut. Namun, bukan berarti saham yang nyangkut artinya saham yang dibeli jelek. Sebab, tidak ada saham yang benar-benar baik dan buruk. 

Maka, jika terjadi saham nyangkut lakukan beberapa hal dengan pertimbangan yang matang. Setelah itu, pahami jika kuncinya ada di cara kamu melakukan analisis dan memilih perusahaan yang tepat saat membeli saham.