Kenali Beberapa Skema Investasi Bodong, dan Jaga Dirimu Supaya Tak Sampai Terjerat

Imbal yang dijanjikan investasi memang bisa sangat menggiurkan. Nggak heran makanya banyak yang tertarik untuk ikut mencoba. Tapi, sayangnya, tak sedikit pula yang pengin ikut mencoba tanpa dibarengi dengan pengetahuan dan pemahaman yang cukup. Akibatnya? Mereka pun terjerat investasi bodong.

Dari zaman dulu, kasus investasi bodong memang selalu ada. Sepertinya, sepanjang manusia hidup--karena ada sifat ketamakan dalam diri setiap orang (hanya saja ada yang bisa mengendalikan dan ada yang tidak)--maka kasus investasi bodong akan tetap selalu ada.

So, buat kamu yang memang sekarang sedang getol berinvestasi, ada baiknya kamu juga mengenali berbagai model investasi bodong. Suatu kali nanti, jika kamu tiba-tiba “didatangi” oleh salah satunya, kamu bisa langsung waspada dan bersikap bijak terhadap berbagai tawaran dan iming-imingnya.

Ikuti artikel ini sampai selesai ya.

Beberapa Skema Investasi Bodong yang Mesti Diketahui

Skema Ponzi

Skema Ponzi bisa dibilang sebagai investasi bodong “tersukses” yang pernah ada. Kasus-kasus investasi ini selalu berhasil menelan korban yang banyak, dan nominalnya juga sangat besar. Bahkan diketahui pula, karena sifatnya yang berantai dan berjenjang, penelusuran model investasi bodong ini juga cukup sulit, apalagi jika sudah menggurita.

Skemanya sebenarnya mirip dengan MLM, yaitu member get member. Bedanya, kalau di MLM ada produk yang dipasarkan, sehingga member bisa mendapatkan hasil dari penjualan produk, di skema Ponzi tidak ada produk yang diputar.

Orang pertama akan merekrut orang kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya, dengan setoran investasi awal sejumlah tertentu. Kemudian orang kedua, ketiga, keempat ini harus mencari lagi orang-orang berikutnya untuk dijadikan member, dan mau menyetorkan sejumlah uang juga. Jumlah uang yang disetorkan oleh member saat mereka join, akan dibagi di antara member yang sudah bergabung lebih dulu.

Skema ini akan bisa berjalan dengan lancar, jika member terus bertambah. Ketika ada salah satu “tentakel gurita” yang mandek, maka berhenti jugalah “perjalanan” investasinya dan tidak ada imbal yang bisa dihasilkan.

Orang pertama dapat melenggang pergi dengan uang yang sudah dihasilkan oleh jaringan di bawahnya. Kelar.

Investasi Berkedok Cryptocurrency

Bitcoin merupakan mata uang digital yang kini semakin banyak menarik orang untuk ikut mencoba mencari keuntungan dari investasinya. Lagi-lagi, sayangnya, banyak yang terjun dan bergaul dengan investasi ini sebelum benar-benar memahami aturan mainnya, pun banyak pula yang memanfaatkan minimnya pengetahuan orang lain untuk memaksimalkan keuntungan pribadi.

Skema paling sederhana yang digunakan dalam investasi bodong dengan bitcoin ini kurang lebih mirip dengan skema Ponzi, yaitu member akan mendapatkan keuntungan ketika ada member baru bergabung. Hanya saja, alat pembayaran yang digunakan adalah bitcoin.

Karena penggunaan bitcoin sebagai “objek” investasi, maka para penipu biasanya menggunakan teknologi tinggi dalam pengoperasiannya. Mereka akan membuat situs bitcoin tersebut, di mana para investornya dalam meminjamkan bitcoin, dan kemudian akan diberikan profit besar per bulan, bahkan harian. Namun, bitcoin yang “tersimpan” tersebut terkunci dan tidak dapat ditarik sampai berbulan-bulan. Hingga di satu titik, sebelum kontrak selesai, si pemilik situs akan menutup situsnya dan kabur.

Contoh scam dengan skema cryptocurrency yang menelan banyak korban adalah Bitconnect di tahun 2017 yang lalu, juga ada Hextracoin, Usi-Tech, dan sebagainya. 

Investasi Emas Bodong

Ada beberapa skema investasi bodong dengan emas ini.

Ada yang awalnya, si penipu memang memperlihatkan adanya emas batangan pada calon investor. Sayangnya, investor lalai tidak mengecek keaslian emas tersebut. Ketika mereka sadar, bahwa emasnya emas palsu, penipu sudah kabur terlalu jauh.

Skema lainnya, dengan sistem yang mirip dengan arisan. Setelah terkumpul sejumlah uang, penipu pun kabur dengan membawa uang hasil menipu korban-korbannya.

So, buat kamu yang memang tertarik untuk berinvestasi emas, lebih baik kamu melakukannya dengan cara yang benar, yaitu dengan membelinya di gerai-gerai resmi, seperti di Butik Emas, Pegadaian, atau toko emas terpercaya.

Pengalihan Harta Warisan

Biasanya, penipuan investasi seperti ini terjadi diawali dengan email. Mencoba untuk enggak rasis, tetapi rata-rata email yang dikirimkan berasal dari negara-negara di Afrika. Mereka biasanya mengawali cerita, bahwa mereka mendapatkan warisan sejumlah uang tetapi tidak dapat dicairkan jika tidak dipindahkan dulu ke rekening di Indonesia.

Untuk bisa mencairkan uang ini, penipu akan mengajak kamu bekerja sama dengan menyetorkan dulu sejumlah uang pada mereka, baru kemudian warisannya bisa dicairkan. Selanjutnya, bisa diduga kan, bakalan seperti apa?

Anehnya, ya masih ada yang percaya dengan janji manis seperti ini. Penipu biasanya memang menulis email dalam bahasa Inggris yang rapi, dengan grammar yang bagus, dan tentunya, cerita yang meyakinkan. Buat mereka yang masih awam akan seluk beluk harta warisan sudah pasti akan sangat tergoda.

Investasi Agrobisnis

Memang bisa jadi tidak semua investasi agrobisnis adalah model investasi bodong. Ada yang dananya memang benar-benar dipergunakan untuk mengelola lahan, hingga menghasilkan keuntungan yang lumayan. Tetapi, banyak juga yang mencatut bisnis ini dan dipakai sebagai skema investasi bodong.

Seperti biasanya, para penipu akan mengumpulkan sejumlah dana dari para korban untuk kemudian dibelikan lahan dan lahan tersebut akan ditanami dengan tanaman yang produktif, misalnya dengan tanaman palawija hingga kelapa sawit. Biasanya ada proposal yang terlihat sangat meyakinkan yang disodorkan oleh para penipu agar calon korbannya bisa langsung tertarik. Iming-imingnya, setelah korban menyerahkan dananya, maka akan ada sertifikat kepemilikan atas lahan. Selain itu, tentu saja, imbal hasil yang tinggi, bahkan sangat tinggi. Ya, terlalu tinggi.

Sayangnya, tanaman produktifnya tidak pernah ada, termasuk juga lahannya.

Mungkin masih banyak skema investasi bodong lain yang bisa kamu temui, di luar 5 skema di atas. Memang ya, manusia itu kreatif. Pinter banget melihat peluang, hanya saja kadang tujuannya hanya untuk kepentingan diri sendiri. Enggak salah juga sih, untuk keuntungan diri sendiri, tapi sayangnya, dilakukan dengan cara merugikan orang lain.

Ini nih yang kurang bisa ditoleransi.

Semoga kamu tak perlu terlibat dengan salah satu atau skema investasi bodong mana pun. Jaga dirimu sendiri, agar tak sampai terjerat. Tentunya, juga jaga dirimu sendiri agar tak tergoda sebagai “si kreatif” yang menyalahgunakan kreativitasmu itu. Boleh saja sih, cari uang. Namanya juga usaha. Betul? Tapi, sebaiknya tidak dengan merugikan orang lain.