3 Jenis Investasi untuk Karyawan Bergaji UMR

Kalau zaman dulu sih, kita tahunya cuma orang kaya yang bisa berinvestasi. Ya soalnya butuh modalnya juga banyak. Minimal 20 jutaanlah, denger-denger. Tapi, sekarang sih engga. Nggak butuh modal terlalu banyak untuk bisa nvestasi, makanya buat kamu, para karyawan bergaji UMR, kamu juga bisa mulai investasi sekarang.

Bergaji UMR itu seberapa? Yaaah, kalau di Jakarta ya sekitar Rp4.200.000. Kamu bisa cek sendiri untuk domisilimu ya.

Yang pertama kali harus kamu lakukan pastinya adalah mengenali instrumen investasi yang cocok untuk kamu, karena ya, namanya modal kecil, sebisa mungkin dipergunakan dengan bijak. Jangan terlalu banyak coba-coba, ntar malah habis tanpa guna.

Jadi, di instrumen apa saja kamu bisa berinvestasi? Setidaknya, ada 3 instrumen investasi yang cocok untuk karyawan bergaji UMR, alias pas-pasan.

3 Jenis Investasi untuk Karyawan Bergaji UMR

1. Logam mulia

Ada yang bilang, kalau logam mulia—emas contohnya—sebenarnya bukanlah instrumen investasi yang efektif. Kalau dihitung-hitung, ya sekadar sebagai alat untuk mengejar laju inflasi saja. Apalagi kalau untuk jangka pendek, sungguh enggak terlalu menguntungkan.
Tapi, emas bisa menjadi satu instrumen investasi pertama yang cocok untuk kamu, para karyawan bergaji UMR—termasuk juga para first jobber. 

Mengapa? 

Utamanya sih, emas bisa banget menjadi salah satu “tempat” kita untuk menyimpan dana darurat. Kalau hanya ditabung di tabungan biasa aja, dana darurat perlahan akan terkikis oleh inflasi. Belum lagi biasanya ada biaya administrasi yang cukup gede juga. Dengan nominal tertentu, kadang ya jadinya enggak jadi cuan deh kalau simpen duit di tabungan biasa, keburu habis sebelum dipakai.
Nah, kalau disimpan dalam bentuk emas, dana kita “terlindung” dari inflasi, karena—dalam kondisi normal—harga emas memang akan stabil naik. Dalam kondisi darurat, seperti di masa pandemi, misalnya, ketika kegiatan perekonomian banyak yang terhenti, harga emas—bisa ditebak—melambung, lantaran banyak investor yang mengalihkan dana ke logam mulia satu ini, karena banyak instrumen investasi menjadi kurang menguntungkan.

So, dengan investasi emas, kamu bisa sekaligus membentuk dana darurat deh. Kalau memang danamu kurang untuk bisa membeli emas dalam gram besar, kamu bisa kok mulai dari nabung emas. Kamu bisa melakukannya di Pegadaian, atau di marketplace. Nggak masalah dari kecil dulu, yang penting konsisten dan kontinyu.

2. Reksa Dana

Reksa dana juga bisa menjadi salah satu instrumen investasi yang cocok untuk pemula, juga buat mereka yang bermodal kecil seperti para karyawan bergaji UMR. Untuk bisa berinvestasi di reksa dana, kamu hanya perlu dana minimal Rp100.000 saja. Ini nominal yang umum diberlakukan oleh banyak manajer investasi.

Yamasa enggak bisa menyisihkan Rp100.000 saja kan? Bahkan di masa-masa krisis pun, sepertinya enggak terlalu berat amat buat bisa konsisten “nabung” Rp100.000.

Ada 4 jenis reksa dana, yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham. Masing-masing punya karakter, peruntukan, risiko, serta imbal sendiri-sendiri. Sebelum mulai, ada baiknya kamu mempelajari dulu semuanya. Paling enggak, dengan belajar dulu, kamu akan paham bagaimana memilih manajer investasi yang paling oke, memilih produk yang sesuai dengan tujuanmu, dan bagaimana harus melakukan review berkalanya.

Di antara keempat jenis reksa dana, yang paling minim risiko adalah Reksa Dana Pasar Uang. So, barangkali kamu mau mulai investasi di sini dulu. Baru kemudian, seiring waktu kamu bisa “naik kelas” untuk berinvestasi juga di produk yang lain.

Intinya, selalu sesuaikan dengan karaktermu sendiri dan juga tujuan keuanganmu ya..

3. Saham

Saham juga bisa menjadi salah satu instrumen investasi yang cocok bagi para karyawan bergaji UMR. Tentunya, kamu harus menyesuaikannya dengan danamu yang terbatas ya.

Faktanya, minimal pembelian saham yang diperbolehkan adalah satu lot, sedangkan satu lot saham harganya sangat bervariasi. Tinggal kamu hitung saja kan, butuh berapa duit untuk bisa membeli satu lot saham incaran.

Jika kamu baru mulai investasi, dan tujuanmu adalah tujuan jangka panjang, saham ini cocok banget, apalagi jika kamu memilih saham-saham blue chip alias saham perusahaan-perusahaan besar yang mapan dan menjadi leader di sektornya. Dengan begini, kamu pun bisa meminimalkan risiko investasi saham yang cukup tinggi, karena pastinya perusahaan besar itu keuangannya tentu lebih sehat. Apalagi sudah diverifikasi oleh Bursa Efek sendiri, kamu pun bisa melakukan riset dulu terhadap laporan keuangan mereka yang bisa diakses di idx.co.id.

Jika kamu merasa danamu belum mencukupi, kamu juga bisa menerapkan metode “nabung saham”. Kurang lebih ya kayak nabung emas. Sedikit demi sedikit kamu kumpulkan dulu dananya, hingga mencapai jumlah tertentu yang cukup untuk kamu belikan saham incaran. Misal, kamu butuh Rp1.000.000 untuk beli saham blue chip ABCD. Kamu bisa tabung dulu uangmu di Reksa Dana Pasar Uang, taruhlah Rp100.000. Dalam beberapa bulan, setelah mencapai Rp1.000.000, kamu bisa cairkan dan sudah bisa membeli saham ABCD incaranmu sebanyak satu lot.

Nah, itu dia 3 jenis instrumen saham yang cocok buat kamu, para karyawan bergaji UMR.

See? Enggak butuh uang terlalu banyak kan, untuk bisa mulai investasi? Yang penting, mulai aja dulu, dan lalu punyai komitmen untuk konsisten. Seiring waktu, gajimu naik (Amin!), kamu bisa menambah porsi dana investasimu juga.

Ingat, sisihkan di awal ya, karena kalau menunggu sisa uang mah enggak akan sisa juga sampai kapan pun. Jadi, begitu terima gaji, langsung sisihkan untuk pos investasi ini. 

Lalu, kalau dananya tidak mencukupi, pakailah metode nabung, seperti yang sudah dijelaskan di poin pertama dan ketiga di atas. Sesuaikan juga dengan profil risikomu, jangan memaksakan diri hanya karena melihat orang lain bisa untung banyak. Percayalah, it won’t work kalau kamu berinvestasi hanya karena ikut-ikutan. 

Dan, terakhir, evaluasilah secara berkala. Apakah pertumbuhannya sesuai dengan yang diharapkan? Ataukah, perlu rebalancing dan penyesuaian lagi? Tujuan keuanganmulah patokannya.

Selamat memulai investasimu ya! Semoga segera cuan!