Kenali Beberapa Jenis Kejahatan Pasar Modal

Pasar modal merupakan tempat yang “ramai’; banyak orang berkumpul, banyak kepentingan juga bercampur baur menjadi satu. Karenanya, nggak heran, di sini juga timbul peluang untuk memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi, sehingga terjadilah kejahatan pasar modal.

Hal ini sebenarnya termasuk dalam salah satu risiko yang juga harus kita perhitungkan jika kita investasi pada instrumen pasar modal. Bagaimana bisa? Ya, iya, misalnya kita membeli saham yang ternyata terlibat salah satu bentuk kejahatan, dan kemudian kena suspensi. Nyangkut dong dana kita? Betul?

So, kamu sebagai investor pemula memang penting nih untuk mengenali beberapa jenis kejahatan pasar modal, yang biasanya melibatkan teknologi dan “kreativitas” para pelakunya dengan objek utama berbentuk informasi.

Berbagai Bentuk Kejahatan di Pasar Modal

Insider Trading

Insider trading adalah bentuk kejahatan di pasar modal yang melibatkan ‘orang dalam’ (= insider) sebuah perusahaan yang memberikan informasi yang masih bersifat private atau rahasia kepada pihak lain terkait rencana transaksi-transaksi yang berkaitan dengan saham perusahaan yang bersangkutan.

Contohnya, seseorang yang bekerja di perusahaan Maju Mundur Cantik Tbk. memberikan informasi pada orang lain, bahwa perusahaan akan melakukan buy back saham dengan harga per saham yang lebih tinggi daripada harga yang sekarang ada. Orang yang mendapatkan informasi ini lantas memborong saham perusahaan Maju Mundur Cantik Tbk. di H-1 dengan harga normal yang lebih rendah daripada harga buy back esok harinya, dengan tujuan--tentu saja--untuk mendapatkan keuntungan berlipat.

Informasi tersebut tentu tidak bisa didapatkan dengan gratis. Ada harga yang dibayar oleh orang yang dapat memanfaatkan informasi ini sehingga meraup keuntungan yang besar bagi dirinya sendiri, kepada si pemberi informasi.

Praktik kejahatan ini termasuk pelanggaran berat. Ancaman hukumannya adalah penjara 10 tahun, atau denda maksimal sebesar Rp15 miliar.

Penipuan

Modus operandi dengan investasi bodong bisa dikategorikan dalam kejahatan di pasar modal yang kedua ini. Nah, inilah pentingnya kita mengenali, mana investasi bodong dan mana investasi yang legal. 

Nah, salah satu bentuk kejahatan di pasar modal lainnya adalah penipuan saham. 

Modus operandinya adalah dengan berpura-pura menjadi calon korban yang sudah menjadi nasabah perantara saham, dan meminta pada broker saham tersebut untuk mengubah data diri yang berupa nomor HP, email, hingga nomor rekening.

Setelah si penipu ini berhasil masuk ke dalam rekening saham korban, ia pun menjual seluruh saham yang dimiliki korban, dan meminta uangnya untuk ditransfer ke rekening penipu. 

Modus lainnya adalah ketika seseorang datang menawarkan diri untuk mengelolakan dana calon nasabahnya. Namun, ternyata ia tak memiliki izin yang sesuai dengan praktik layanan yang dijalankannya. Praktik ini cukup marak akhir-akhir ini ya. Tak hanya oleh oknum perorangan, tetapi juga perusahaan.

Manipulasi Pasar

Bentuk kejahatan di pasar modal yang ketiga ini cukup rapi, biasanya, hingga kadang tak terekspos sama sekali.

Ada beberapa bentuk manipulasi pasar yang sering terjadi, di antaranya:

  • Marking the close: merekayasa harga saham saat atau mendekati penutupan perdagangan hari itu, agar harga pembukaan esok hari sesuai dengan skenario--bisa lebih tinggi, lebih rendah, ataupun tetap, sesuai kebutuhan suatu pihak. Cara manipulasi pasar ini memang memanfaatkan waktu kritis ketika fase preclosing, karena saat itu tidak adak yag bisa melihat data pasar, baik harga maupun jumlah saham yang ditransaksikan. Di saat itulah, terjadi manipulasi.
  • Wash sale: upaya memengaruhi harga saham dengan cara melakukan transaksi saham tersebut sendiri antara orang yang di dalam suatu kelompok, padahal sebenarnya tak ada perubahan atau perpindahan kepemilikan saham.
  • Corner a market: upaya memonopoli terhadap saham tertentu oleh satu pelaku pasar, hingga investor lain tidak dapat melakukan transaksi terhadap saham tersebut. Hal ini sebenarnya bisa saja legal, tetapi ada syarat dan ketentuan yang berlaku. Ya kalau tidak sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku inilah, maka corner a market menjadi satu bentuk kejahatan di pasar modal.
  • Front running: upaya mendahului untuk melakukan transaksi saham di pasar modal sebelum waktunya, agar mendapatkan keuntungan lebih banyak.
  • Supply dan demand semu: upaya pembeli dan penjual saham emiten tertentu untuk “janjian” bertransaksi di satu waktu yang sama. Mirip dengan wash sale.

Bagaimana Tindakan Regulator Terhadap Praktik-Praktik Kejahatan di Pasar Modal Ini?

Karena Bursa Efek Indonesia merupakan lembaga yang resmi, maka pastinya sudah ada aturan-aturan baku dalam operasionalnya, termasuk untuk mengatasi dan mencegah segala bentuk kejahatan yang bisa terjadi.

Untuk segala jenis kejahatan di pasar modal ini, semua aturannya sudah ada di Undang-Undang No. 8 Tahun 1995. Di dalamnya sudah tercantum dengan jelas, bahwa ada sanksi berat menanti para pelaku kejahatan di pasar modal, yaitu berupa denda dan pidana penjara ataupun kurungan yang ditetapkan secara bervariasi antara kurungan selama 1 tahun dan denda sebesar Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) sampai dengan penjara 10 tahun dan denda Rp. 15.000.000.000,- (lima belas miliar rupiah). 

Jika kamu ingin tahu lebih banyak, kamu bisa langsung membaca Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang pasar modal ini di website OJK.

Selain itu, jika emiten perusahaan terbukti terlibat dalam salah satu modus kejahatan ini, maka perusahaan bisa ditutup dan sahamnya dikeluarkan dari daftar di BEI.

Lalu, Bagaimana dengan Kita, Para Investor?

Ya, sudah pasti harus cermat dan bijak memilih. Kita harus jadi investor yang cerdas, yang bisa memilah, mana hal yang harus dilakukan dan mana yang sebaiknya dihindari karena melanggar hukum.

Yang pasti, acara “memainkan” sesuatu agar kita bisa mendapatkan keuntungan lebih itu akan selalu menjadi cara curang, terlepas besar atau kecil dampaknya. Dengan demikian, ada baiknya untuk dihindari saja.

Kalau kita investasi dengan cara yang benar dan legal, sudah pasti uang atau keuntungan yang kita dapatkan juga menjadi uang halal yang baik untuk dimanfaatkan sesuai tujuan keuangan kita, ya kan?

Rekening-rekening kita di sekuritas itu seharusnya juga diperlakukan seperti rekening tabungan kita di bank. Tak boleh ada yang tahu email yang kita gunakan, PIN yang kita miliki, dan segala macam informasi yang ada di dalamnya, selain diri kita sendiri. Jaga informasi ini sebaik-baiknya.