Melakukan Transaksi Digital dengan E-Money, Kenali Keunggulan dan Risikonya!

Transaksi digital kini menjadi kebiasaan semua orang. Hal ini didukung oleh perkembangan teknologi yang memang semakin memudahkan. Sayangnya, selain manfaat besarnya yang bisa kita ambil, ada sisi negatif yang harus kita waspadai juga.

Transaksi digital memang semakin lama semakin menggeser cara pembayaran konvensional, karena dirasa lebih praktis dan mudah. Setiap gerai, toko, atau bisnis kini menyediakan fasilitas transaksi digital dengan e-money ini. Setiap aktivitas ekonomi kini sudah bisa dilakukan melalui digital.

Semakin pesatnya perkembangan teknologi, transaksi digital yang tadinya masih memerlukan kartu, sekarang bisa enggak melibatkan barang fisik sama sekali. Cukup dengan smartphone, transaksi apa pun bisa dilakukan dalam nominal berapa pun. Mulai dari belanja, pembayaran tagihan ini itu, sampai investasi, semua ada dalam genggaman yang bisa kita lakukan di sela-sela kesibukan tanpa menuntut kita untuk menyisihkan waktu terlalu lama. 

Kepraktisan Transaksi Digital dengan E-Money

Memang ada baiknya, sebelum kita mulai untuk memanfaatkan sesuatu, kita kenali dulu segala plus minusnya, keuntungan pun risikonya, terutama kalau hal tersebut berkaitan dengan keuangan.
Uang adalah hal yang sensitif. Uang dapat membawa hal baik sekaligus buruk bersamaan. Begitu juga dalam transaksi digital.

Berikut adalah beberapa kemudahan dan keunggulan yang ditawarkan e-money sehingga kita jadi “ketagihan” melakukan transaksi digital.

1.Bonusnya banyak

Banyak orang mengajukan untuk dapat memiliki kartu kredit karena kepemilikan kartu kredit menjadi salah satu syarat untuk mengajukan KTA. Selain itu, ada poin reward yang bisa dikumpulkan, dan pada akhirnya bisa ditukarkan berbagai macam hadiah. 

Hayo, siapa yang rela untuk ngopi dengan gesek kartu kredit demi mengejar poin yang bisa ditukar dengan buku agenda (padahal buku agenda juga sudah numpuk, nggak ada yang dipakai)? Terus, siapa yang tadinya berencana untuk belanja dengan cash, tapi sesampainya di supermarket akhirnya gesek saja karena ada promo cash back untuk pembayaran dengan kartu kredit tertentu?

Begitu juga dengan e-wallet. Dari rumah sudah bawa bekal. Iseng-iseng cek aplikasi ojek online, ternyata ada banyak voucher yang bisa diklaim. Bekal nggak jadi dikeluarkan dari tas, dan malah pesan makanan online--hanya karena promo gratis ongkir.

Ya, begitulah. Memang menggiurkan banget.

2.Topup mudah

Untuk melakukan topup saldo e-wallet, sekarang ada berbagai macam cara yang bisa dipilih sesuai kondisi kita. Beberapa aplikasi bahkan memang sudah dikeluarkan oleh bank besar, di mana kita sudah punya rekening tabungan. Untuk topup ya pastinya akan sangat mudah, karena tinggal tap sini tap sana, semua sudah terkoneksi dengan baik.

Jika tidak pun, ada banyak opsi topup yang bisa dilakukan, mulai dari transfer manual di ATM, melalui minimarket, mobile banking, internet banking, SMS banking, driver ojol, hingga bisa request ke keluarga atau teman juga bisa. Biaya administrasi bisa 0 rupiah, tergantung metode yang dipakai.

3.Mudah dipakai dan ditemukan

Sekarang, setiap bisnis dituntut untuk menyediakan fasilitas pembayaran secara digital, mau enggak mau. Karena memang masyarakat akan selalu lebih suka cara yang praktis.

Rasanya, kalau kita beli sesuatu di toko dan kemudian bertanya, “Bisa bayar pakai kartu kredit enggak?”, dan dijawab, “Enggak.” itu rasanya pengin batal belanja aja bawaannya. 

Begitu juga ketika misalnya kita mau beli kopi. Kalau ada tanda bahwa gerai kopinya menerima pembayaran dengan e-wallet tertentu, maka kita pun memilih untuk beli kopi di tempat itu, ya kan?

Ini memang sudah menjadi kebutuhan dan kebiasaan baru masyarakat modern. Maunya mudah, praktis, dan instan. Transaksi digital dengan e-money memang memungkinkannya bisa didapatkan.

Modus Kejahatan yang Mengincar Para Pemegang E-Money

Dan, karena semakin berkembang--pemakainya semakin banyak (sedangkan tak semua orang mau menyediakan waktu lebih untuk belajar bijak menggunakannya), fasilitas semakin banyak, keuntungan juga besar--keberadaan e-money juga dimanfaatkan secara kurang baik oleh oknum-oknum tertentu yang pengin ambil keuntungan pribadi hingga mengarah ke perbuatan kriminal.

Ya, kemudahan, kepraktisan, dan peminat yang banyak akhirnya memunculkan peluang untuk dimanfaatkan tidak sebagaimana mestinya oleh mereka yang punya terlalu kreatif untuk tujuan yang bisa merugikan orang lain.

Skimming

Skimming adalah modus kejahatan yang salah satunya menyasar transaksi digital dengan cara menyadap alat atau sarana transaksi. 

Paling rentan terjadi modus ini adalah pada mesin EDC dan ATM. Penjahat akan memasang suatu alat di dalam mesin tersebut untuk dapat membaca data diri kita. Setelah mendapatkannya, si penjahat akan memanfaatkannya untuk menguras isi rekening.

Phising

Phising juga merupakan salah satu modus kejahatan mutakhir yang menyasar pada para pengguna emoney. Phising merupakan usaha seseorang untuk bisa mendapatkan user id, passwords, nomor PIN, OTP, dan sebagainya, untuk kemudian memungkinkan mereka untuk masuk ke dalam rekening dan mengurasnya.

Karena itu, segeralah waspada jika ada orang-orang yang bertanya terlalu mendetail tentang kepemilikan kita akan rekening emoney. Bisa jadi juga mereka mengaku sebagai petugas bank, padahal sebenarnya bukan. Jangan pernah memberikan PIN, OTP, dan sejenisnya pada siapa pun--meski mereka mengaku petugas bank.

Yes, transaksi digital memang sekarang jadi bagian dari hidup kita. Memudahkan banget! Tapi, sebaiknya kita juga selalu waspada akan risiko yang datang sepaket dengan kemudahan itu. Salah satu risiko terbesar adalah segala bentuk kejahatan yang bisa terjadi dengan memanfaatkan kelengahan kita.

Bukan tak mungkin, ke depannya akan semakin beragam modus kejahatan yang juga berkembang. Tetap update dengan berita terkini, dan waspada ya.