Suami Meninggal Bukan Akhir Segalanya, Lakukan Strategi Mengatur Keuangan Ini

Suami meninggal bukan berarti segala-galanya sudah berakhir. Memang, menjalani kehidupan pasca ditinggalkan suami selamanya memang terasa berat dijalani, apalagi jika hal ini baru terjadi, pastinya tidak mudah. Namun, bukan berarti kamu harus terkungkung dengan perasaan duka terus-menerus.Tak perlu cemas menjadi seorang single parents. 

Tak ada salahnya menjadi single parents, wanita kuat yang dapat bertahan hidup lebih baik pasca meninggalnya suami. Kehidupan akan terus tetap berlanjut, artinya kamu tidak boleh berhenti berusaha melanjutkan hidup. Masih ada keluarga, anak-anak, dan tujuan selanjutnya yang harus diperjuangkan. 

Maka, agar tidak kehilangan arah kamu harus melakukan persiapan kembali menjadi seorang single parents. Lantas, apa saja yang harus dipersiapkan untuk menghadapi kehidupan sebagai single parent? Simak informasinya di bawah ini. 

Tip Mengatur Keuangan Setelah Suami Meninggal

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan pasca meninggalnya suami, yaitu: 

1. Ubah Pola Pikir

Pertama-tama yang harus dilakukan yaitu mengubah pola pikir. Jika sebelumnya masih bergantung pada almarhum suami, kali ini kamu harus berpikir akan memiliki kehidupan yang baik dan tidak takut menghadapinya. Tak peduli situasi keuangan sedang seperti apa. 

Kamu harus yakin bahwa kamu bisa melewati masa sulit ini. Kamu bisa bergabung dengan orang-orang yang kamu percaya, peduli padamu, dan dapat berbagi denganmu, sementara kamu berusaha bangkit secara finansial. Sebab, bagaimanapun kesehatan mental dan fisik merupakan hal nomor satu dan harus diprioritaskan dalam kehidupanmu. 

2. Pastikan penghasilan

Mengetahui pemasukan yang ada dapat membatu kamu mengetahui sedang berada di level mana kesejahteraan kamu secara finansial. Hal ini memang sedikit menakutkan jika dilakukan, tetapi kamu tetap harus menghadapinya demi mempersiapkan manajemen keuangan yang lebih stabil di masa depan.

Buatlah spreadsheet atau catatan yang berisi daftar penghasilan dan pengeluaran. Membuat catatan seperti ini dapat membantu kamu untuk melakukan rencana apa yang bisa dilakukan ke depannya. Jika kamu kesulitan untuk melakukannya sendiri, kamu bisa meminta bantuan ahli atau penasihat keuangan untuk manajemen keuangan yang lebih baik. 

3. Membuat Tujuan Keuangan

Pasca suami meninggal biasanya seorang istri belum mengetahui ingin mencapai tujuan apa. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, hal ini dapat membantu kamu mewujudkan sebuah tujuan keuangan sampai jauh ke depan. 

Ketahui ke depannya, rencana apa yang akan dan ingin kamu lakukan. Misalnya, apakah kamu akan bekerja hingga mendapatkan uang pensiun? Atau menyekolahkan anak hingga setinggi mungkin, dan rencana lainnya. 

Alasan membuat tujuan keuangan juga untuk mengetahui anggaran realistis dan mulai mempersiapkan hal yang ingin dicapai lebih awal agar tidak kehilangan arah dan bingung di tengah jalan. 

4. Asuransi Jiwa

Jika kamu belum memiliki asuransi jiwa, sebaiknya buatlah secepatnya. Apalagi jika kamu memiliki anak. Namun, jika kamu sudah memiliki asuransi jiwa, pastikan sudah mengubahnya untuk asuransi anak-anak ataupun anggota keluarga lainnya yang sudah kamu percayakan. 

Selain itu, jika suami memiliki asuransi jiwa, sebaiknya pertimbangkan untuk mengklaimnya sekarang. Sebab, tunjangan dari mantan suami yang sudah meninggal bisa dialihkan untuk anak. 

5. Perhatikan Kartu Kredit 

Jika kamu memiliki kartu kredit, pastikan bahwa angka kartu kredit punya riwayat pembayaran dan tingkat utang yang masih dalam batas aman. Minimal, pertahankan peringkat kredit menjadi positif jika masih memiliki tagihan. 

Jangan sampai kamu harus berurusan dengan hutang pasca ditinggal suami meninggal karena terlambat membayar atau tidak mampu membayar sama sekali. Jangan biarkan dirimu terbuai dengan perasaan sedih sehingga kurang memiliki perencanaan, sebab kurangnya pengetahuan dapat memicu krisis keuangan di masa depan.

6. Lakukan Penghematan

Pasca suami meninggal melakukan penghematan sangat perlu dilakukan, apalagi jika melihat keuangan belum stabil dan belum memiliki anggaran detail untuk kedepannya. Misalnya kamu bisa memisahkan hal-hal apa saja yang perlu dan tidak perlu dilakukan, pastikan juga hal ini dilakukan secara objektif. 

7. Buat Dana Darurat

Jangan lupa untuk membuat dana darurat pasca suami meninggal, sebab dana darurat bisa digunakan untuk keperluan yang tak terduga di masa depan. Misalnya, kamu bisa melakukan pembelian emas ataupun tabungan lainnya. 

Biasanya, standar dana darurat ideal harus punya 8x dana pengeluaran bulanan. Jiak dirasa nominal ini terlalu besar, kamu bisa melakukannya secara pelan-pelan dan bertahap. Minimal kamu harus memiliki 3x nilai dari pengeluaran bulanan. 

Untuk menyimpan dana darurat ini biasanya bisa dilakukan dengan beberapa cara yang pencairannya bisa cepat. Misalnya, membeli emas, tabungan, reksadana ataupun deposito dengan jangka waktu yang tidak terlalu lama. Bagaimanapun, dana darurat sangat penting disiapkan untuk berjaga-jaga sementara untuk mengatasi hal yang tidak diinginkan. 

8. Buat Dana Pensiun

Dana pensiun sangat penting mulai dibentuk pasca suami meninggal, kamu bisa memperhitungkan berapa dana pensiun yang akan dikumpulkan dengan usiamu saat ini. Untuk menabung dana pensiun, kamu bisa melakukan investasi yang lebih agresif. 

Misalnya, kamu bisa mulai melakukan investasi saham di perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Jika kamu belum terlalu paham, bisa mulai pelajari sedikit-sedikit dan mulai melakukan investasi saham. Tidak perlu langsung banyak, asal dilakukan secara rutin. 

Pilihlah perusaha-perusahaan yang sudah terbukti kinerjanya dan bagus hasilnya dari tahun ke tahun. Sebab, saat ini ada banyak oknum yang memanfaatkan kliennya yang belum berpengalaman dalam bisnis sama. 

Cara Menyusun Perencanaan Keuangan dengan 6 Aspek Setelah Suami Meninggal

Umumnya, aspek perencanaan keuangan dibagi menjadi enak aspek, yaitu arus kas, asuransi, investasi, dana pensiun, harta warisan, dan pajak. Agar keuangan kamu tertata rapi dan mencapai tujuan yang kamu susun, maka kamu harus mengelola dari keenam aspek-aspek tersebut. 

  1. Menghitung arus kas dari kekayaan bersih untuk mengetahui kondisi keuangan. Cara menghitungnya kamu harus mengetahui total dari pemasukan, pengeluaran, utang, hingga aset.
  2. Perencanaan asuransi, kebutuhan asuransi ini bisa membantu kamu menghadapi berbagai resiko. Kamu bisa mempertimbangkan beberapa asuransi, yaitu asuransi umum, jiwa, kesehatan.
  3. Perencanaan pensiun, dana pensiun dapat membantu kamu hidup sejahtera di masa tua dan terhindar dari status sandwich generation, yaitu generasi yang terjepit untuk memenuhi kebutuhan finansial generasi anak dan generasi orangtua. Untuk mengetahui dana pensiun yang kamu butuhkan yaitu dengan cara memeriksa gaya hidup dan menentukan jangka waktu. 
  4. Perencanaan investasi, investasi merupakan cara yang dilakukan untuk mengembangkan dana dan tidak tergerus laju inflasi. Namun, sebelum memulainya kamu harus mengetahui dulu apa tujuan investasi (misal untuk anak, modal usaha, dll), tentukan rentang waktu seperti jangkan pendek, menengah, atau panjang. Setalh itu pertimbangkan risiko.
  5. Perencanaan pajak, sebagai warga negara yang baik sudah seharusnya membayar pajak. Ada beberapa strategi tax planning yang bisa kamu lakukan, yaitu penghematan pajak dengan cara mengefiensikan beban pajak melalui pemilihan pajak yang bertarif rendah, mengoptimalkan kredit pajak, dan yang lainnya. 
  6. Perencanaan warisan, mempersiapkan warisan meruakan salah stau langkah yang bisa kamu persiapkan sedini mungkin untuk keluargamu sebelum tutup usia. Kamu bisa mulai dengan menentukan aset apa yang akan diberikan, siapa yang akan menjadi ahli waris, dan metode pembagian warisan seperti apa yang akan digunakan. 

Itulah tip dan beberapa cara yang bisa kamu lakukan setelah suami meninggal agar keuangan keluargamu tetap terencana dan stabil di masa depan.