Punya Pasangan Boros? Hadapi dengan 10 Tip Ini!

Punya pasangan boros menjadi tantangan tersendiri bagi setiap orang. Tak jarang hal ini juga menjadi salah satu momok yang sering dialami pasangan yang sudah berkeluarga. 

Memang, setiap pasangan pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing. Tapi, sebagai pasangan yang baik, tentu saja harus menanggapi hal ini secara bijak. Pasalnya, kebiasaan boros atau menghambur-hamburkan uang itu bukan hal yang bisa diubah secara instan. Apalagi jika kamu sudah berkomitmen menjalani bahtera rumah tangga dengan pasangan kamu sekalipun memiliki sifat yang boros. Jangan sampai hal ini menjadi masalah keuangan yang lebih besar lagi di kemudian hari.

Bagaimana Caranya Menghadapi Pasangan Boros?

Melakukan manajemen uang dengan baik juga tidak mudah dilakukan. Sebab, hal ini memang dibutuhkan beberapa langkah khusus supaya siklus keuangan keluarga tetap berjalan dengan stabil dalam waktu panjang. Maka, sebaiknya simak dulu beberapa tips di bawah ini dalam menghadapi pasangan boros. 

1. Komunikasi

Dalam menjalin hubungan, entah itu pacaran ataupun sudah berumah tangga. Komunikasi merupakan kunci segala hal, termasuk dalam menghadapi sifat pasangan boros. 

Menerima kondisi pasangan apa adanya memang baik, tapi lebih baik lagi jika kamu bisa mengubah kebiasaan boros pasangan kamu. Komunikasikanlah kepada pasangan kamu bahwa caranya mengelola keuangan masih kurang tepat atau efisien, sebab hal ini dapat membahayakan manajemen keuangan keluarga untuk masa depan. 

Jika pasangan tidak mengetahui caranya, tidak ada salahnya jika kamu yang memulai atau memberi tahu bagaimana caranya mengontrol keluar masuknya uang agar tidak boros. Setelah itu lakukan diskusi serius untuk mengetasinya. 

2. Jangan Segan Menegur Pasangan

Mengubah kebiasan buruk memang bukan hal mudah untuk dilakukan, apalagi jika itu perihal keuangan. Jika sudah dikomunikasikan tetapi tetap saja tidak berubah, tidak ada salahnya untuk menegur pasangan kamu yang masih sulit menahan sifat borosnya. Apalagi ia masih kesulitan untuk menahan diri ketika melihat diskon saat berbelanja. 

Hal tersebut memang wajar terjadi dalam proses perubahan, apalagi jika masih baru dilakukan. Sebagai pasangan yang bijak, alangkah baiknya untuk mendampingi dan mengingatkannya jika ia telah berlebihan dalam menggunakan uang bulanan. Kamu juga bisa menerapkan hukuman untuk dijalankan berdua apabila sengaja ataupun tidak sengaja melanggar aturan tersebut.

Sebaiknya hukuman yang diberikan pun masih seputar keuangan, misalnya seperti mengurangi uang belanja bulananmua untuk mengganti kelebihan di bulan tersebut, ataupun cara lainnya. Hal ini dapat membuat kamu ataupun pasanganmu menjadi lebih disiplin dan membatasi diri dari hal-hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan untuk mengeluarkan dana. 

3. Buka Rekening Khusus

Setelah melakukan komunikasi, kamu bisa menyarankan pasangan kamu membuat rekening khusus untuk belanja. Hal ini dilakukan untuk membatasi pasangan kamu yang suka menghamburkan uang, apalagi untuk membeli hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. 

Memisahkan rekening utama dengan rekening belanja dapat membuat pasangan kamu lebih mudah untuk menyisihkan uang untuk keperluan lainnya. Sisanya bisa digunakan untuk tabungan, asuransi, investasi, usaha, ataupun yang lainnya. 

4. Buat Komitmen Keuangan

Membuat sebuah komitmen keuangan bersama pasangan dapat membuat pasangan memiliki tujuan dalam mengelola dana. Biasanya, perilaku boros terjadi karena orang tersebut tidak memiliki tujuan yang pasti dalam menghabiskan uangnya. Untuk itu, buatlah sebuah tujuan keuangan yang disetujui bersama. Misalnya, tujuan membeli kendaraan, liburan bersama, dan yang lainnya. 

Melakukan komitmen keuangan juga dapat membuat pasangan kamu lebih disiplin dalam mengelola uang. Setelah tujuan sudah ditetapkan, selanjutnya adalah konsisten menjalankan. Selain itu, kamu juga bisa memulai untuk mengajaknya melakukan investasi bulanan agar proses menabung tetap berjalan dan kebiasan pasangan boros sedikit-demi sedikit mulai terkikis. 

Untuk memaksimalkannya, kamu bisa membuat autodebet dari rekening penghasilan ke rekening tabungan dan investasi. Cara ini dilakukan agar kamu tidak perlu repot-repot memindahkan ataupun memakai uangnya secara tidak sengaja. 

5. Pisahkan Penghasilan Suami dan Istri

Jika kamu sudah berumah tangga, memisahkan penghasilan suami dan istri bisa kamu lakukan untuk mengubah sifat pasangan boros. Hal ini sangat efektif apabila pasanganmu memiliki pekerjaan sendiri. Cara ini akan membuat pasanganmu mengerti bahwa ia ternyata cenderung boros. 

Setelah itu, kamu bisa membuat membuat komitmen untuk tidak saling bergantung satu sama lain. Setelah pasanganmu sudah berubah, kamu bisa kembali menyatukan penghasilan kamu dan pasangamu. Namun, hal ini tetap dilakukan tanpa paksaan atau sesuai dengan komitmen setiap pasangan sebelumnya. 

6. Buat Anggaran Rinci 

Pasangan yang boros biasanya tidak memiliki anggaran pemasukan dan pengeluaran secara rinci. Hal ini membuatnya jadi kurang mempertimbangkan jumlah pengeluaran yang sesuai dengan pemasukannya. Jangan sampai nantinya lebih besar pasak daripada tiang. 

Cobalah untuk meminta pasangan kamu untuk membuat anggaran keuangan dan mengatur skala prioritas yang mencakup seluruh kebutuhan kamu dan pasangan setiap bulannya. Jika pasangan belum terbiasa, kamu dapat memintanya untuk melakukan secara perlahan dan bertahap. 

7. Evaluasi Pengeluaran 

Melakukan evaluasi pengeluaran dapat mendorong pasangan kamu lebih bijak dalam mengelola keuangan. Evaluasi pengeluaran ini dilakukan untuk mengingat kembali untuk apa saja uang yang digunakan dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, bisa membuat evaluasi pengeluaran mingguan ataupun bulanan. 

Misalnya, setiap harinya pasanganmu harus mencatat sudah membeli apa saja. Setelah satu minggu atau satu bulan kemudian, maka jumlah pengeluaran harus ditotal. Jika dirasa pengeluaran sangat besar dan cenderung pasanganmu masih boros, maka lakukan identifikasi keperluan apa yang seharusnya tidak perlu dibeli. 

8. Hindari Menyimpan Uang Cash

Era teknologi yang serba digital saat ini memungkinkan kamu dan pasangan kamu untuk menyimpan uang dalam dompet digital. Sebab, menyimpan uang cash akan membuat pasangan boros kamu tergoda untuk membelanjakan atau menggunakannya. 

Sebab, akan timbul semacam pikiran seperti 'tidak masalah diambil karena sedikit' atau 'tidak apa diambil nanti diganti' atau bahkan merasa 'uang cash yang ada di dompet masih banyak'. Hal-hal sederhana seperti inilah yang harus dihindari karena dapat mengganggu tabungan bersama. Sebaiknya, hindari menyimpan banyak uang cash di dalam dompet, taruhlah secukupnya sesuai kebutuhan. 

9. Hindari Aplikasi Belanja Online di Smartphone

Sebaiknya hindari menyimpan banyak aplikasi belanja online di smartphone kamu. Hal ini cukup ampuh untuk mengontrol diri agar tidak melihat-lihat barang-barang yang murah ataupun sedang diskon, padahal sebenarnya tidak terlalu membutuhkannya. Hal ini dilakukan agar pasangan kamu menyimpan baik-baik tabungan atau uang digital yang sudah dipisahkan. 

10. Dampingi dan Latih Secara Sabar

Terakhir, dalam menghadapi pasangan boros kamu harus mendampingi dan melatihnya dengan penuh kesabaran. Sikap menghargai juga sangat berperan penting dalam proses mengubah perilaku pasanganmu. Sebab, perubahan perilaku dalam diri seseorang memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga sekecil apapun perubahannya kamu harus menghargainya. 

Itu dia tip dalam menghadapi pasangan boros. Sebab, pasangan yang baik tidak akan meninggalkan pasangannya ketika memiliki sifat buruk, melainkan mengajaknya untuk selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Sahih kan?