Rahasia Keuangan Pasangan Suami Istri Menciptakan Financial Infidelity, Hati-Hati!

Banyak orang merasa tabu untuk mengobrolkan masalah keuangan, bahkan meski mereka telah berstatus sebagai pasangan suami istri. Rasanya aneh, nggak nyaman, dan ofensif gitu, kalau mau ngobrolin soal duit ini.

Ada yang bilang, money is personal, but losing money is very personal.

Mau nggak mau kita harus mengakui, bahwa uang itu berkaitan erat dengan harga diri, ego, bahkan rasa malu, sehingga mungkin ini jugalah yang mendorong pasangan suami istri untuk punya rahasia keuangan satu sama lain--hal yang tidak disampaikan pada pasangannya terkait uang. Kalau dalam bahasa Inggris, hal ini disebut sebagai financial infidelity, yang ternyata menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya perceraian. Ya, terutama di Amerika sih.

Apa yang Menyebabkan Pasangan Suami Istri Saling Punya Rahasia Keuangan?

Alasan terbesar adalah kekhawatiran untuk tidak disetujui. Lalu, mengapa orang tetap nekat mengeluarkan uang untuk sesuatu yang tidak disetujui oleh pasangannya?

Hanya pasangan suami istri yang bersangkutanlah yang tahu. Tetapi, ada yang menarik dengan sebuah artikel yang dilansir di Investopedia. Di dalamnya disebutkan, bahwa salah satu penyebab terbesarnya adalah tumbuhnya media sosial yang kemudian memberikan pengaruh pada orang untuk berekspektasi gaya hidup yang tidak realistis.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nonfiction Research menyebutkan, bahwa 28% orang yang berusia 18 - 24 tahun mengaku memposting foto di Instagram dengan tujuan untuk membuat diri mereka tampak lebih kaya daripada yang sebenarnya. Bahkan dibelain untuk mengorbankan kebutuhan lain yang lebih penting sampai utang untuk dapat melakukannya. Untuk apa? Harga diri di mata sosial. Status.

Ini kata survei ya, dan memang dilakukan di Amerika Serikat. Tetapi, siapa yang bisa membantah bahwa hal ini juga terjadi di Indonesia?

Jenis pengeluaran seperti ini sudah jelas bukan impulsif lagi, tetapi kompulsif, dan cenderung muncul ketika kita berusia 40-an tahun. Yes, itu adalah usia-usia “rawan” pernikahan.

Pasangan suami istri punya rahasia saja sudah membuat hubungan tersebut menjadi tak nyaman. Apalagi kalau menyangkut keuangan (dan orang ketiga). Sudah pasti, bakalan jadi runyam, ruwet seruwet-ruwetnya.

Beberapa Bentuk Rahasia Keuangan Pasangan Suami Istri yang Bisa Menciptakan Financial Infidelity

Oke, jadi kita masih menggunakan data survei yang pernah dilakukan di Amerika Serikat, tahun 2018. But somehow, ini bisa dijadikan preseden untuk Indonesia juga, karena sepertinya juga tak jauh berbeda. Lagi pula, belum pernah ada penelitian sedetail ini mengenai keuangan pernah dilakukan di Indonesia, karena sepertinya fokus kita juga belum ada di situ.

Anyway, sebuah polling yang dilakukan oleh National Endowment for Financial Education menyatakan, bahwa 32% responden dalam survei ini percaya bahwa kondisi keuangan haruslah tetap menjadi urusan pribadi bagi masing-masing individu, meskipun mereka sudah menikah dan berstatus pasangan suami istri.

Nah, di sinilah mungkin lantas muncul fenomena financial infidelity ini. Ada data dalam penelitian yang diterbitkan tahun 2018 di Journal of Financial Therapy yang menyatakan, bahwa ada sebanyak 27% responden mengaku telah merahasiakan keuangan dari pasangannya.

Berikut adalah grafik berbagai bentuk financial infidelity, lagi-lagi, yang sering dilakukan oleh pasangan suami istri di Amerika.


Menarik ya? Kalau dicermati, ada beberapa bentuk yang juga sangat common ditemui di Indonesia. Misalnya seperti beberapa hal berikut ini.

1. Utang

Utang memang sensitif. Apalagi kalau dalam jumlah besar. Tapi mungkin utang jadi satu-satunya jalan untuk memenuhi kebutuhan (atau keinginan?). Tapi, ada kekhawatiran enggak di-ACC pasangan muncul. Apalagi jika sebelumnya juga sudah muncul ketidaksetujuan ini di antara pasangan suami istri.

Padahal, utang yang diambil dengan kesepakatan saja kadang ya tetap menimbulkan masalah. Apalagi ini yang diambil secara diam-diam. 

2. Belanja online

Yang harganya Rp20 juta, diaku berharga Rp2 juta saja. Yang harganya Rp5 juta, dibilang dapat diskon gede-gedean, jadi cuma Rp500 ribu.

Cerita-cerita kayak gini hampir terdengar setiap hari, baik dalam obrolan sehari-hari maupun di media sosial, bahkan jadi bahan jokes receh. Iya sih, memang terdengar lucu ketika diceritakan. Tapi ... hmmm ... di balik cerita ini, ada kepahitan membayangi.

3. Rekening

Ternyata ini juga banyak yang merahasiakan juga ya? Punya rekening rahasia atas nama sendiri, tanpa sepengetahuan pasangan.

Kalau pasangan tahu, bisa-bisa jadi bahan tuduhan selingkuh. Padahal, ya, enggak selalu begitu. Bisa jadi untuk keperluan membiayai keluarga besarnya. Ah, banyak sih alasannya, dan hanya pasangan tersebut yang tahu.

4. Kartu kredit

Punya kartu kredit, tapi disembunyikan dari pasangan? Hmmm, mungkin memang punya alasan yang kuat sih. Bisa jadi, kartu kredit tersebut adalah fasilitas kantor yang harus dipergunakan untuk keperluan kantor juga.

Yah, well, kalau memang seperti itu, kayaknya sih enggak ada masalah juga untuk dijelaskan pada pasangan.

Yah, memang lagi-lagi, hanya pasangan suami istri yang tahu apa sebab hal-hal seperti ini dirahasiakan satu sama lain. Lebih baik memang kembali lagi pada kondisi masing-masing. 

5. Penghasilan

Tak hanya jumlah penghasilan yang disembunyikan, tetapi ada juga pasangan yang menyembunyikan ketika mendapat kenaikan gaji, bahkan kalau dapat bonus juga dirahasiakan. 

Jangan Remehkan Financial Infidelity

Awalnya receh, bahkan dijadikan jokes. Tetapi jika ada salah satu pihak dalam suatu hubungan pasangan suami istri merasa kepercayaannya telah dilanggar, akibatnya bisa sangat parah.
Dari pasangan yang mengalami financial infidelity--sebagian yang dilaporkan masih oleh survei National Endowment for Financial Education di atas, 76% responden mengaku, kondisi inilah yang telah merusak hubungan mereka, dan 10% di antaranya mengaku hal inilah yang menjadi penyebab perceraian mereka.

Hal ini menjadikan financial infidelity ini menjadi penyebab kedua terbesar perceraian yang terjadi di Amerika, setelah alasan perselingkuhan karena adanya orang ketiga.

Nah, bagaimana dengan kamu? Apakah kamu dan pasanganmu sekarang terindikasi sedang atau telah melakukan financial infidelity ini? Kalau iya, well, satu-satunya langkah yang bisa kamu lakukan sekarang adalah duduk berdua dan mengobrol dari hati ke hati. Mungkin memang sebelumnya "belum sempat" membicarakan hal-hal ini lebih jauh, karena kesibukan. Tapi, hal seperti ini seharusnya tak ditunda lagi untuk segera diselesaikan.

So, segera buat waktu berdua untuk menyelesaikannya ya.