Terlilit Utang Kartu Kredit, Ini Strategi Terbaik untuk Melunasinya dengan Segera

Soal terlilit utang kartu kredit ini sebenarnya adalah hal yang bisa dihindari sebelumnya, jika saja si pemegang kartu kredit tahu betul aturan main yang dimiliki bank. Tapi ya, begitulah. Bahkan kadang, kartu kredit ini dianggap sebagai kartu ATM, yang bisa dengan bebas kita pakai tanpa menabung lebih dulu. Dan uang yang kita pakai dengan menggesek kartu kredit itu adalah semacam “uang yang diberikan” alih-alih sebagai uang yang dipinjamkan, dan harus dikembalikan beserta dengan “anak”-nya.

Yah, begitulah. Entah karena kurangnya sosialisasi pihak bank atau penerbit kartu kredit sehingga nasabah kurang teredukasi sehingga tidak bisa memanfaatkan kartu kredit dengan baik, atau memang kita yang bandel. Sungguh, tak bisa dimengerti.

Dan, kemudian tiba-tiba tagihan menumpuk. Semakin lama, semakin besar, dan rasanya mustahil bisa dibayar. Terus, gimana dong? Bisakah kita lari saja? Nggak usah dibayar utangnya?

Ya, jangan. Utang itu kan tanggung jawab kita. Berani utang, ya berani bayar dong.

Tapi, kalau sudah terlanjur banyak, bagaimana cara melunasinya?

Tenang, yang penting ada niat dulu untuk membayar kembali utang yang dilakukan. Karena, kalau ada niat, maka di situ biasanya juga ada jalan.

Strategi Membayar Lunas Utang Kartu Kredit

1. Berhenti pakai

Hal pertama yang harus dilakukan oleh pemegang kartu kredit untuk bisa bebas dari lilitan utang kartu kredit adalah berhenti menggunakannya lebih dulu. Karena, ya bagaimana bisa “dihabisi” jumlah utangnya, kalau masih saja bertambah dari waktu ke waktu?

Memang, bunga akan terus berjalan selama penghentian penggunaan. Tetapi setidaknya kan, enggak dibebani dengan jumlah utang yang bertambah juga.

Jadi, mau bebas dari lilitan utang kartu kredit? Berhenti dulu pemakaiannya. Jangan dipakai gesek lagi, jangan dipakai belanja lagi. 

2. Define the priorities

Ya, mungkin utangmu terlihat menumpuk, karena dalam satu kertas tagihan semua diakumulasikan jadi satu. Karena itu, kalau mau melunasinya, kamu harus mengurainya satu per satu. Jika kamu punya beberapa kertas tagihan (lantaran kamu punya lebih dari satu kartu kredit), maka kamu juga perlu mengurainya, tetapi sekaligus menyatukannya.

Maksudnya gimana?

Begini. Ini yang dinamakan membuat prioritas. Dengan memilah utang-utang tersebut, kamu akan bisa menentukan mana yang akan dan sebaiknya kamu bayar terlebih dahulu.

Ada 2 opsi yang bisa kamu lakukan:

  • Melunasi utang yang punya bunga paling besar. Dengan begini, setelah utang bunga besar ini selesai, beban kamu akan sangat jauh lebih ringan. Pasti akan lebih semangat untuk menyelesaikan tagihan yang lebih kecil.
  • Melunasi mulai dari utang yang nominal tagihannya paling kecil. Setelah yang kecil selesai, beban berkurang, kamu bisa fokus untuk segera membereskan juga yang nominal tagihannya lebih besar.

Yang pasti, that feeling--ketika kamu berhasil membereskan satu per satu tagihan--akan memberimu suntikan semangat untuk bisa melunasi prioritas-prioritas selanjutnya. Tinggal kamu sesuaikan dengan kondisimu, apalagi jika tak memungkinkan untuk membayar lunas semua sekaligus.

Mulailah dengan yang diprioritaskan.

3. Mengambil pinjaman yang lebih lunak untuk membayar lunas kartu kredit

Ini cara ketiga yang bisa kamu lakukan demi bisa melunasi lilitan utang kartu kredit yang terlanjur bengkak. Yaitu meminjam untuk menutup utang kartu kredit sampai lunas, dan kemudian kamu bisa mengembalikan pinjaman yang lebih lunak tersebut.

Ini memang kayak gali lubang tutup lubang. Tetapi, dengan pinjaman lunak--yang berarti bunga lebih kecil atau malah tidak ada bunga sama sekali, dan penagihan yang lebih longgar--tentunya akan membuatmu bisa bernapas dengan lebih lega. Beban keuangan menjadi lebih ringan.

Di mana kamu bisa mendapatkan pinjaman lunak? Bisa jadi dari kantor tempat kamu bekerja. Kadang perusahaan memang punya fasilitas pinjaman lunak untuk berbagai keperluan bagi karyawannya. Kamu bisa memanfaatkannya untuk membantumu melunasi utang kartu kredit. Selanjutnya, kamu tinggal atur bagaimana mencicilnya ke kantor. Sebagai salah satu opsi, pertimbangkan dengan sistem potong gaji.

Cara lain untuk mendapatkan pinjaman lunak adalah ke keluarga atau saudara. Tapi, kamu harus benar-benar memegang komitmen untuk mengembalikannya ya. Jangan sampai mempertaruhkan hubungan keluarga dan saudara gara-gara utang seperti ini.

Yang mana saja pilihanmu, kamu harus memegang komitmen dan berusahalah untuk disiplin. Jangan sampai jadi bumerang bagi diri sendiri.

4. Jual aset

Cek, apakah kamu punya aset yang punya nilai jual tinggi? Kalau iya, kamu bisa menjualnya dulu demi mendapatkan uang tunai sehingga bisa menggunakannya untuk melunasi utang kartu kredit yang melilitmu saat ini.

Aset bisa kamu bangun lagi, yang penting kamu bebas dulu dari utang yang membebani. 

5. Mengajukan permohonan keringanan

Alias meminta pihak bank untuk restrukturisasi utang. Hal ini memungkinkanmu untuk mendapat keringanan berupa potongan bunga ataupun potongan utang pokok, tetapi kamu harus melunasi tunggakannya sampai lunas dulu.

Jalan ini sebenarnya merupakan win-win solution, baik bagi bank sebagai pemberi pinjaman--opsi ini akan lebih baik ketimbang mereka sama sekali tidak mendapatkan pengembalian dana--dan bagi kamu sebagai peminjam dana, karena kamu bisa mendapatkan diskon pelunasan utang.

Namun, ada yang harus dicatat. Ketika kamu mengajukan restrukturisasi utang kartu kredit, maka pihak bank akan mencatat profilmu dalam sistem Bank Indonesia sebagai nasabah yang pernah direstrukturisasi. Dan, FYI, bank pada umumnya akan berpikir dua kali untuk memberikan kredit bentuk apa pun kepada nasabah yang pernah meminta restrukturisasi utang.

Bukannya menutup kemungkinan sih, tetapi akan lebih sulit bagimu jika mengajukan kredit untuk di-ACC oleh pihak bank.

Selain kelima cara di atas, masih ada cara lain yang bisa kamu lakukan, yaitu dengan menambah penghasilan. Yang penting kan, kamu harus punya tambahan uang untuk dipakai membayar utang. Jadi, coba deh, kreatiflah sedikit untuk mencari uang tambahan! Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk mencari penghasilan tambahan. Bahkan, yang tanpa modal pun ada. 

Nah, semoga utang kartu kredit kamu segera beres ya. Dan, setelah beres, kamu harus berkomitmen pada diri sendiri, untuk lebih bijak dalam memanfaatkan kartu kredit. Setidaknya, bijaklah dalam mengatur keuangan, agar kamu tak perlu sampai berutang terlalu banyak sampai menunggak.