Tidak Bisa Bayar Pinjaman Online, Apa yang Akan Terjadi dan Bagaimana Mengatasinya?

Sudah terlalu banyak kasus terbelit, terjebak pinjol; utang tapi tidak bisa bayar pinjaman online kembali sampai sekarang. Semoga kamu tidak harus mengalami hal seperti ini.

Pinjaman online memang menawarkan banyak kemudahan, kepraktisan, dan kecepatan yang tidak pernah ada dalam fasilitas perkreditan konvensional yang ada. Karenanya, banyak yang tergiur, tanpa menyadari bahwa mereka akan terlibat masalah besar jika melakukannya tanpa rencana yang matang. 

Sayangnya, tak semua pinjaman ini legal, terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan sehingga dapat diawasi operasionalnya oleh OJK. Di bulan September 2020 kemarin saja, Satgas Waspada Investasi telah menutup lagi 126 fintech ilegal dan 32 investasi tanpa izin. Kamu bisa selalu update daftar ini di website resmi OJK.

Seandainya pun, kamu telah meminjam dana di fintech resmi dan legal--yang sudah terdaftar di OJK, kamu juga harus sudah paham betul segala hak, kewajiban, dan konsekuensi dari setiap pinjaman yang kamu lakukan di lembaga pembiayaan berbasis teknologi ini. Jangan hanya tergiur akan mudahnya mendapatkan uang saja. Kamu mesti paham cara mainnya. Setidaknya, kamu harus aware betul akan bunga yang tinggi dan tenor yang pendek.

Jika saat ini kamu sedang mempertimbangkan untuk meminjam dana dari pinjaman online, agar kemudian nggak terjadi hal-hal yang tak diinginkan--salah satunya tidak bisa bayar pinjaman online--maka ada baiknya kamu membaca artikel ini sampai selesai.

Risiko Terburuk yang Bisa Terjadi Ketika Kamu Tidak Bisa Bayar Pinjaman Online

Setiap kali kamu hendak melakukan peminjaman dana ke pihak mana pun--bank, leasing, fintech, bahkan ke perseorangan; teman, keluarga, saudara--maka saat itu pula harus sudah tertanam mindset, bahwa dana yang akan kamu dapatkan nanti harus dikembalikan. Karena barang apa pun yang statusnya dipinjamkan, eventually harus dikembalikan.

That is how it works. Apa pun itu.

Jika tidak dikembalikan? Ya, akan ada konsekuensi yang harus siap untuk dihadapi. Kalau misalnya kamu meminjam dana dari keluarga atau saudara, hubungan kekeluargaanlah yang akan dipertaruhkan. Begitu juga jika kamu berutang ke teman. Jika kamu berutang pada institusi besar, seperti bank atau leasing, maka ada konsekuensi yang lain juga.

Dan, inilah beberapa skenario buruk yang harus kamu hadapi ketika kamu tidak bisa bayar pinjaman online:

Jumlah cicilan akan semakin besar

Ini bisa terjadi karena ada bunga yang tetap berjalan plus uang denda yang menjadi tambahan tanggungan. Bukan bermaksud menjerat, tetapi aturan ini juga sudah ditentukan oleh OJK, yaitu setiap fintech harus membebankan suku bunga pinjaman sebesar 0.8% per hari pada setiap peminjaman dana yang dilakukan oleh nasabah. Sedangkan jumlah denda bisa saja berbeda antara satu fintech dengan yang lain, tetapi pada dasarnya hal ini juga sudah sesuai dengan aturan dari OJK. 

Jumlah cicilan yang membesar tentu akan memberatkanmu. Bisa jadi, rasio utangmu akan lebih besar dari 30% penghasilan rutin kalau kamu tidak membayar cicilan sesuai kesepakatan. Semakin besar setiap harinya, hingga kemudian kamu terbelit dan tidak bisa bayar pinjaman online yang sudah kamu lakukan sendiri.

Gangguan Penagihan

Jika kamu tidak bisa bayar pinjaman online, maka pihak fintech akan melakukan penagihan. Semakin lama kamu tidak membayarnya, semakin masif pula penagihan akan dilakukan padamu.

Pertama, kamu mungkin akan di-reminder secara halus melalui platform aplikasi mereka. Jika cara penagihan ini belum berhasil, maka mereka akan meningkatkan intensitas penagihan dengan cara meneleponmu langsung. Jika cara ini belum berhasil juga, beberapa fintech akan mengirimkan orang untuk menagih pembayaran pinjaman online langsung padamu.

Di beberapa kasus--terutama yang dilakukan oleh fintech ilegal--orang-orang yang nomor kontaknya tersimpan dalam handphone-mu akan dihubungi juga. Cara ini sebenarnya bukan cara yang disarankan oleh OJK. Karenanya, prosedur ini tidak pernah ada dalam fintech legal. Jika kamu mengalami hal seperti ini, maka bisa dipastikan kamu telah meminjam dana dari pihak yang salah.

Meski penagihan ala preman tidak diperbolehkan, tetapi teror penagihan tetaplah teror penagihan. Bisa mengakibatkan stres, bahkan sampai depresi. Kalau hal ini sudah muncul, maka akan lebih sulit bagi kamu untuk mengatasinya.

Kalau Kamu Mengalami Teror Penagihan

Penagihan memang harus dilakukan oleh pihak pemberi pinjaman demi bisa mendapatkan kembali pengembalian dana yang menjadi hak mereka. Itu sudah menjadi prosedur umum.

Jika kamu tidak bisa bayar pinjaman online, maka itu berarti kamulah pihak yang bersalah dalam hal ini, karena sejatinya setiap aturan dan konsekuensi yang terjadi pasti sudah diinformasikan sebelumnya. Dengan kamu mengajukan pinjaman, maka kamu dianggap sudah membaca semua term & condition yang berlaku dan menyetujuinya. Termasuk prosedur pembayaran kembali yang harus kamu lakukan, itu biasanya juga sudah disebutkan di awal perjanjian.

However, jika pihak pemberi pinjaman melakukan teror penagihan dengan cara tidak menyenangkan, yang membuat kita dan orang-orang di sekitar kita merasa terancam, kamu sebenarnya bisa melaporkannya ke pihak yang berwajib. Tentunya harus disertai dengan bukti-bukti kuat yang mendukung pelaporanmu.

Kenapa ke polisi? Iya, karena ini sudah termasuk ke ranah kriminal. Untuk fintech legal, kamu memang bisa melaporkannya pada OJK agar ditindaklanjuti sesuai prosedur yang sudah diatur. Tetapi, jika fintech-nya adalah fintech ilegal, OJK tidak dapat bertindak apa pun. Mereka memang bisa menutup izin operasional fintech yang bersangkutan, tetapi tentu saja tidak serta merta langsung bisa menindak.
Jalan paling tepat adalah dengan melaporkannya ke polisi.

Kumpulkan semua bukti bahwa penagih melakukan hal-hal yang mengancam keselamatan kamu dan orang-orang terdekatmu, misalnya WA bernada intimidasi, rekaman telepon-telepon yang mengganggu, pelecehan, dan berbagai hal lainnya. Tak perlu takut, dan bawa semua bukti ini pada polisi.

Cara Melunasi Pinjaman Online

Jangan terlilit utang yang sampai tidak bisa dibayar. Nggak hanya kita telah merugikan diri sendiri, tetapi bisa saja kita jadi menyeret orang-orang di sekitar kita yang tak bersalah ikut menjadi korban.

So, begitu kamu mempertimbangkan untuk meminjam dana dari fintech pinjaman online, ada baiknya kamu segera menyusun skema untuk pembayarannya kembali.

Cari Pinjaman yang Lunak

Cara membayar utang dengan mengambil utang yang lain ini sebenarnya cukup risky. Kalau kita tidak benar-benar bisa mengelola utang dengan baik, sistem gali lubang tutup lubang ini bisa jadi jeratan baru dalam hidup kita. Karenanya, ini memang bisa jadi salah satu alternatif penyelesaian jeratan utang pinjol yang mencekik, tetapi kita harus sangat berhati-hati dalam melakukannya.

Carilah pinjaman yang sifatnya lebih lunak--bunganya lebih kecil, tenornya lebih panjang. Pinjaman seperti ini bisa kamu dapatkan, misalnya, dari perusahaan tempat kamu bekerja jika memang ada fasilitas seperti ini ditawarkan sebagai kompensasi bagi karyawannya.

Atau, mungkin bisa meminjam dana sementara dari keluarga. Tapi ingat, di sini ada pertaruhan hubungan keluarga ya. Jadi, pikirkan juga masak-masak.

Jual aset

Cara kedua ini adalah alternatif lain yang bisa dilakukan jika kamu tidak bisa bayar pinjaman online untuk segera mengatasi masalahmu.

Cek, kamu punya aset apa saja dan berapa nilai jualnya. Apakah mungkin bisa menutup pinjamanmu jika dijual? Jika iya, ada baiknya kamu jual dulu aset tersebut demi lunasnya pinjaman yang kamu lakukan. Toh, aset bisa dibangun kembali ketika kondisi keuanganmu lebih stabil nanti.

Tutup aplikasi

Begitu kamu sukses melunasi pinjaman, ada baiknya segera saja kamu tutup semua aplikasi peminjaman dana--apalagi jika ternyata kamu sudah berurusan dengan fintech ilegal. Jangan sampai terjerat sampai berkali-kali.

Jika memang kamu butuh dana besar untuk suatu keperluan, pikirkanlah alternatif cara lain selain berutang untuk memenuhinya. Jika pun harus berutang, buatlah skema pembayaran kembali yang detail agar tak terjerumus di masalah utang yang sama. Dan, berutanglah ke institusi resmi, jangan sembarangan meminjam dana dari pihak-pihak yang cuma cari untung sendiri.

Sadari kemampuan finansialmu, dan sesuaikan dengan kebutuhan.

Nah, semoga kamu tak harus terlalu lama berurusan dengan masalah ini ya. Tak bisa bayar pinjaman online memang menjadi risiko terbesar perutangan yang bisa terjadi pada seseorang, yang berutang tanpa rencana yang matang.

Jangan lakukan kesalahan yang sama, yang sudah dilakukan oleh orang lain. Be smart, be wise. And, you’ll be okay.