Penipuan Asuransi: Why and How?

Kurang lebih 8 dari 10 penduduk Indonesia sudah terlindungi oleh asuransi. Hal ini tentulah pertanda baik. Sayangnya, selalu ada peluang tindak kriminal di berbagai sektor kehidupan kita. Salah satunya dalam bentuk penipuan asuransi.

Padahal, dalam asuransi sendiri kadang timbul berbagai risiko yang juga harus diwaspadai, misalnya seperti kasus gagal bayar perusahaan asuransi yang belakangan terjadi. Padahal, asuransi dibuat demi melindungi kita dari adanya risiko keuangan yang tidak dikehendaki. Ditambah dengan kasus-kasus penipuan asuransi yang ada, maka fungsi asuransi ini jadi patut dipertanyakan juga akhirnya.

Yah, memang. Selalu ada orang-orang ‘kreatif’ yang memanfaatkan peluang biar sempit sekalipun, untuk kepentingannya pribadi. Miris sih, tetapi akan selalu ada hal yang begini di setiap aspek hidup kita. Dan, kita harus siap, mau enggak mau.

Apa yang Dimaksud dengan Penipuan Asuransi?

Penipuan, dari kata dasar ‘tipu’, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya:

perbuatan atau perkataan yang tidak jujur (bohong, palsu, dan sebagainya) dengan maksud untuk menyesatkan, mengakali, atau mencari untung sendiri.

Sedangkan asuransi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya:

pertanggungan atau perjanjian antara dua pihak, pihak yang satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yang lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang dibuat.

Penipuan asuransi adalah tindakan kriminal yang dilakukan oleh suatu pihak terhadap pihak lain untuk keuntungan finansial satu pihak tertentu saja dan merugikan yang pihak yang lainnya, dengan menggunakan atau memanfaatkan produk asuransi.

Siapa saja yang berpeluang untuk melakukan penipuan asuransi?

Bisa semua pihak yang terlibat dalam transaksi asuransi, mulai dari pelamar, pemegang polis, agen asuransi, profesional yang berkaitan dan berinteraksi dalam aktivitas transaksi, hingga si perusahaan asuransi.

Modus yang umum terjadi dalam penipuan asuransi antara lain:

  • Padding, atau penggembungan klaim
  • Pemalsuan klaim atas insiden yang tak pernah terjadi
  • Kecelakaan yang direncanakan
  • Salah mengartikan fakta dalam aplikasi
  • Kenaikan biaya layanan, atau pembebanan biaya layanan yang tidak pernah diberikan

Iya, banyak ya? Mari kita lihat satu per satu.

Modus Penipuan Asuransi

Klaim palsu

Klaim palsu adalah tindak penipuan asuransi yang dilakukan oleh pemegang polis terhadap perusahaan asuransi, yang dengan sengaja melakukan klaim atas insiden yang tak pernah terjadi.
Misalnya begini. Seseorang memiliki mobil, dan kemudian dengan sengaja merusaknya sendiri. Kemudian, ia mengajukan klaim kecelakaan mobil. Saat klaim telah cair, ia memperbaiki mobilnya dengan biaya yang sangat murah, atau malahan enggak memperbaikinya sama sekali. Ia justru menggunakan uang pertanggungannya untuk keperluan lain.

Kasus lain klaim palsu lain. Seseorang mengajukan klaim atas cedera yang dialaminya, namun tidak ada bukti fisik yang bisa mendukung. Kasus cedera memang merupakan salah satu kasus yang sulit dibuktikan atau disangkal, padahal kemungkinan klaim bisa besar.

Pernah pula terjadi, seorang pemilik properti mengajukan klaim palsu atas kerusakan properti yang terjadi akibat kebakaran. Tetapi, ternyata, ia sendiri yang membakar properti miliknya tersebut lantaran tidak mampu membayar hipotek.

See? Memang banyak orang kreatif. Sayangnya, tujuannya yang nggak bener.

Klaim yang Digembungkan

Kasus ini bisa terjadi karena banyak sebab, namun yang paling umum terjadi setelah bencana alam, yang cukup besar melanda dan memengaruhi wilayah yang luas, maka sudah bisa dipastikan akan banyak penipu yang kemudian berusaha memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari untung dengan mengajukan klaim-klaim dengan jumlah fantastis pada perusahaan asuransi.

Tingginya volume klaim yang dibuat, mengakibatkan perusahaan asuransi tidak memiliki personil yang cukup untuk menganalisis setiap klaim yang masuk. Di sinilah celah untuk penggembungan klaim ini bisa terjadi.

Kematian Palsu

Nggak cuma alamat yang bisa dipalsukan, kematian pun dipalsukan demi mendapatkan keuntungan yang besar. Kayak drama atau FTV aja ya? Tetapi, hal ini memang cukup marak terjadi lho.

Modusnya, seseorang akan mengambil polis asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang besar, dan kemudian mengatur rencana kematiannya sendiri. Dengan demikian, pihak ahli waris (yang sudah berkonspirasi) akan menerima uang santunan besar, yang kemudian bisa dipakai untuk berbagai hal.

Penipuan oleh Agen Asuransi

Beberapa modus penipuan juga dilakukan oleh pihak agen ataupun perusahaan asuransi. 

Ada beberapa kasus, ketika agen asuransi sudah berhasil membujuk nasabah untuk membeli polis, tetapi setelah premi disetorkan, ternyata tidak disetorkan pada pihak penjamin emisi. Yang terjadi, agen atau perusahaan asuransi tersebut hanya menjual asuransi, meminta premi, dan kemudian akhirnya menolak klaim jika ada pengajuan.

Ada juga yang namanya fee churning. Fraud ini terjadi ketika pihak agen asuransi yang seharusnya memilihkan polis yang sesuai dengan kebutuhan klien, justru sering memindah-mindahkan polis demi mendapatkan komisi untuk dirinya sendiri dari perusahaan asuransi yang berbeda.

Wah, memang ada-ada saja ya, cara orang untuk bisa mendapatkan keuntungan pribadi sebanyak mungkin. Termasuk dengan memanfaatkan risiko-risiko seperti halnya asuransi begini.

Lalu, bagaimana cara kita agar bisa terhindar dari penipuan asuransi seperti ini?

1.Ketahui kebutuhanmu dengan pasti

Ini adalah cara pertama yang bisa kamu lakukan agar dapat menghindari segala bentuk penipuan, termasuk asuransi. Ketahuilah apa yang kamu butuhkan, dan sesuaikan apa yang hendak kamu beli dengan kebutuhan ini.

Saat pertama kali disodori polis, kamu sebagai calon nasabah diberi waktu untuk mempelajari polis. Cermati setiap pelayanan dan manfaat yang ditawarkan, perlindungan apa saja yang diberikan, serta term & condition apa saja yang bisa memengaruhi klaim dan premi.

Dengan mencermati polis, kamu akan bisa melihat, manfaat atau layanan apa yang memang kamu butuhkan, dan mana yang nggak kamu perlukan.

2.Bandingkan

Ini juga adalah cara yang cukup jitu agar bisa terhindar dari penipuan asuransi. Memang, ada banyak perusahaan asuransi yang bisa menjadi pilihan. Sudah begitu, produk asuransi mereka pun juga bermacam-macam.

Kamu sebagai calon nasabah punya hak untuk memilih yang dirasa paling sesuai untukmu. Bandingkanlah satu polis asuransi dengan yang lainnya. Dari sini juga akan terlihat jika misalnya ada hal-hal yang kurang wajar. Misalnya, premi terlalu murah, atau manfaat yang ditawarkan terlalu bagus.

Ingat, sesuatu yang terlalu baik itu kadang sama sekali nggak baik.

3.Telusuri rekam jejak perusahaan asuransi

Jejak digital, terutama, itu nyata. Rekam jejak dapat dengan jelas memberikan gambaran, siapa dan bagaimana sebuah perusahaan asuransi berkiprah di tengah bisnis asuransi yang ketat ini.

Kamu bisa mencari berita di internet dengan googling, ataupun ngepoin media-media sosialnya. Kamu akan bisa merasakan jika ada ketidakwajaran yang terjadi.

4.Tahu hak dan kewajibanmu sebagai (calon) nasabah

Sebagai calon nasabah, kamu berhak untuk mengetahui detail mengenai produk yang hendak kamu beli. Ingat, produk asuransi itu nggak pernah murah. Karena itu, jangan mengeluarkan uang untuk sesuatu yang enggak kamu pahami. Mubazir.

Pastikan untuk mendapatkan penjelasan sedetail mungkin dari pihak agen maupun perusahaan asuransi. Adalah tugas mereka untuk membantumu, sehingga seharusnya mereka pun bisa memberikan penjelasan yang baik mengenai produknya. Jika mereka terkesan menghindari pertanyaan, maka sebaiknya di sini kamu sudah mulai waspada.

So, bisnis keuangan memang sangat sensitif ya. Ya, jangankan bisnis keuangan, bisnis di sektor lain pun rentan juga akan penipuan. Kita sendirilah yang harus waspada.