Yuk, Kenalan dengan Profesi Perencana Keuangan dan Alasan Mengapa Kamu Membutuhkan Mereka

Perencana keuangan akan kita butuhkan ketika kondisi keuangan kita tidak sehat, dan kita butuh bantuan untuk memperbaikinya.

Ya, sebenarnya sesimpel itu saja sih. Terus, apakah artikel ini selesai sampai di sini? Tentu enggak, karena standarnya harus 1000 kata lebih. Jadi, mari kita lanjutkan.

Perencana keuangan sebenarnya profesi yang sudah nggak begitu asing lagi, apalagi di zaman now. Kayaknya sih, justru semakin ke sini, semakin banyak orang yang semakin merasa perlu untuk dibantu oleh perencana keuangan. Tuh, “semakin”-nya saja sampai diulang tiga kali, jadi bukti bahwa ada penekanan yang kuat di situ. Bukan tanpa alasan, hal ini jadi bukti lagi bahwa semakin banyak orang yang melek bahwa perencanaan keuangan itu penting, tetapi karena satu dan lain sebab, mereka merasa tak mungkin untuk melakukannya sendiri sehingga butuh partner ahli untuk membantu.

Ya, di sinilah seorang perencana keuangan berperan. Tak jauh berbeda dengan dokter yang akan membantumu sembuh dari penyakit, perencana keuangan akan membantu agar keuanganmu menjadi lebih sehat.

Jadi, kapan kamu butuh pertolongan perencana keuangan? Keuanganmu harus “sakit” dulu. Kalau nggak sakit? Ya, kamu nggak butuh bantuan perencana keuangan.

Mengenal Profesi Perencana Keuangan

Perencana keuangan adalah seseorang yang secara profesional dimintai tolong oleh orang-orang yang mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan, demi mencapai tujuan keuangan sesuai dengan keinginan si (calon) klien tersebut. 

“Produk” yang ditawarkan berupa skema perencanaan keuangan yang utuh, tetapi tentu saja yang sesuai dengan kebutuhan kliennya. Jadi, misalnya, kalau si klien butuh bantuan untuk membuat perencanaan investasi atas aset yang dimilikinya, maka si perencana keuangan akan membuat skema rencana investasi, termasuk di dalamnya adalah berbagai rekomendasi instrumen investasi yang sudah disesuaikan juga dengan profil risiko sang klien. Nah, kalau si klien butuh bantuan untuk menyelesaikan masalah utangnya, maka si perencana keuangan akan membuatkan skema perencanaan keuangan agar utang-utang si klien dapat dibayar, sampai lunas.

Nah, kamu mungkin akan melihat bahwa ada “perencanaan keuangan” di situ. Lalu apa sih sebenarnya perencanaan keuangan itu? 

Gampangnya, perencanaan keuangan adalah proses yang realistis yang perlu kita lakukan untuk mencapai tujuan keuangan kita. Lalu, apa itu tujuan keuangan? Yaitu sesuatu atau kondisi yang kita inginkan atau cita-citakan untuk dicapai dalam hidup, dan butuh dana (yang tak sedikit) untuk mewujudkannya. Jadi bisa dibilang, ketika kita sedang membicarakan tentang tujuan keuangan, maka saat itu juga kita sedang ngomongin soal tujuan hidup. Ketika kita membuat rencana keuangan, maka saat itu pula kita sedang membuat rencana hidup.

Iya, paling simpelnya sih begitu.

Lalu kenapa harus ada peran perencana keuangan di situ? Karena tujuan dan rencana hidup kita terlalu rumit untuk kita pecahkan sendiri.

Fungsi Perencana Keuangan

Dari penjelasan di atas, kita pun mendapat gambaran fungsi seorang perencana keuangan di sini. Di antaranya:

Memberikan saran ahli

Tentu saja, seorang financial planner alias perencana keuangan yang profesional itu adalah orang yang lebih ahli tentang keuangan daripada orang awam pada umumnya. Ada sertifikasi khusus untuk perencana keuangan, yang disebut dengan CFP--meskipun keberadaan CFP tetap bukan jaminan utama seseorang untuk ahli dalam memberikan nasihat ataupun konsultasi keuangan pada orang lain.
Tetapi, setidaknya para perencana keuangan memiliki lebih banyak pengalaman--either karena punya latar belakang pendidikan di bidang ini ataupun karena mereka memang passionate di bidangnya.

Misalnya saja, si klien punya problem untuk membangun dana pensiun. Maka, mereka punya cara yang paling efektif dan efisien untuk membuat rencana yangr realistis untuk mewujudkan tujuan keuangan tersebut. Gampangannya saja, mereka sudah punya formula yang biasanya sudah cukup valid, dari mulai menghitung kebutuhan investasi sampai dengan bagaimana caranya memanfaatkan apa yang ada agar dapat mencapai tujuan.

Memberi penilaian objektif terhadap kondisi keuangan kita

Ingat kata pepatah kan, kuman di ujung lautan nampak, gajah di depan hidung sendiri tak kelihatan? Ya, begitulah. Kita butuh “mata” orang lain untuk dapat melihat kesalahan-kesalahan kita, untuk kemudian bisa diperbaiki sesuai dengan kebutuhannya.

Financial planner atau perencana keuangan akan dapat memberikan penilaian yang objektif terhadap kondisi keuangan kita yang mungkin memang sakit, dan bisa membantu untuk menemukan akar dan letak penyakitnya di mana.

Kita sendiri mungkin sudah berusaha mencari titik salah pengelolaan keuangannya di mana, tapi ya susah. Karena memang pada dasarnya, melihat kesalahan dari jauh itu memang lebih mudah, ketimbang mencari kesalahan yang ada di dekat kita (baca: yang menempel pada diri kita).

Dengan formula mereka, perencana keuangan akan dapat menunjukkan di mana letak kesalahan pengelolaan kita, dengan angka-angka yang enggak akan pernah bohong. Mereka akan membuat kita melek--misalnya, sebenarnya tuh kita enggak mampu menyekolahkan anak ke sekolah internasional yang mahal. Tapi, kita cukup mampu menyekolahkan anak ke sekolah swasta yang kualitasnya tetap bagus. Nah, perencana keuangan dapat membuat kita melek akan hal-hal seperti itu.

Membantu membuat rencana keuangan yang sesuai

Sesuai dengan apa? Sesuai dengan kebutuhan kliennya, tentu saja. Karena mereka sudah melakukan “diagnosis” terhadap penyakit keuangan yang dialami, mereka pun kemudian bisa memberikan rencana atau usulan pengobatan atau perbaikannya. Mereka merencanakan treatments yang paling baik untuk memecahkan masalah yang dialami oleh klien.

Tak hanya sampai di situ saja, perencana keuangan akan juga membantu agar rencana perbaikan dan pemecahan masalah itu bisa terealisasikan dengan baik. Mereka akan memastikan implementasi rencana keuangan bisa dilakukan secara konkret. Bahkan ada perencana keuangan yang tak segan “menghukum” klien yang bandel. Ehem.

Kalau ada yang “missed” gimana? Ya, mereka akan melakukan evaluasi, dan kalau perlu, mereka juga akan melakukan perubahan skema rencana agar lebih optimal hasilnya.

Memberikan rekomendasi instrumen atau produk keuangan

Kebanyakan orang awam tidak akan sempat mempelajari dan mengenali karakter berbagai produk keuangan satu per satu secara mendalam untuk kemudian baru memutuskan mana yang paling sesuai untuk rencana keuangannya. Apa pun alasannya sih, bisa karena kesibukan, merasa tidak kompeten, ataupun sekadar malas saja.

Perencana keuangan--dengan segala pengetahuan yang dimiliki serta pengalamannya yang banyak--tentu lebih menguasainya, sehingga mereka dapat memberikan rekomendasi terbaik pada klien.

Nah, di sini yang harus klien pahami betul-betul adalah, meski seorang perencana keuangan memang sudah bertugas untuk memberikan rekomendasi, klien tetaplah menjadi pengambil keputusan. Seharusnya, seorang perencana keuangan yang baik tidak akan memaksa klien untuk menurut pada rekomendasinya. Jika klien merasakan keberatan atas rekomendasinya, perencana keuangan harus mengakomodasi hal ini, sehingga kemudian tercapai kesepakatan lagi.

So, perencana keuangan memang bisa merekomendasikan produk, tetapi keputusan akhir tetap di tangan klien.

Nah, sampai di sini, semoga kamu sudah semakin mengenal profesi dan tugas-tugas perencana keuangan, sehingga kamu pun bisa mengenali saat-saat kapankah kamu butuh bantuan mereka untuk memecahkan persoalan dan masalah keuangan yang kamu hadapi.

Sekali lagi, enggak setiap orang butuh perencana keuangan. Kondisi keuanganmu harus “sakit” dulu untuk bisa memanfaatkan jasa mereka secara optimal. 

Tentu saja, akan lebih baik, jika keuanganmu enggak sakit, ya kan?