Merencanakan Pernikahan dan Menyusun Bujet Nikah di Tengah Pandemi dan New Normal

Semua hal berubah! Pandemi yang kita alami sejak awal tahun 2020 ini benar-benar menguji daya tahan hidup kita. Semua aspek hidup kita berubah, dan harus disesuaikan untuk beradaptasi. Apa kabar yang merencanakan pernikahan di tengah pandemi ini?

Nyesek banget kalau sampai gagal. Tapi belakangan, sepertinya sudah banyak yang dapat melakukan penyesuaian sih. Dengan tetap memperhatikan anjuran protokol kesehatan, banyak pernikahan akhirnya dapat dihelat. So, buat kamu yang memang sedang merencanakan pernikahan, mari kita ulik bersama, apa saja persiapan yang perlu kamu lakukan agar rencanamu itu dapat terlaksana meski pandemi masih berlangsung.

Namanya janji hati, ya harus diniatkan dan ditepati. Betul?

Merencanakan Pernikahan

Pemerintah sudah memperbolehkan kita untuk mengadakan upacara pernikahan, dengan catatan harus mematuhi aturan layanan nikah new normal, seperti yang sudah diatur dalam Surat Edaran nomor P-006/DJ.III/Hk.00.7/06/2020 tentang Pelayanan Nikah Menuju Masyarakat Produktif Aman COVID-19.

Pengurusan dokumen-dokumen sih masih tampak sama. Tapi, ada beberapa hal yang memang berubah--sangat berubah--daripada sebelumnya terkait penyelenggaraan pernikahannya. Kalau dilihat-lihat, dengan penghapusan beberapa hal, upacara pernikahan di zaman pandemi dan new normal ini akan lebih ringkas dan bisa jadi, lebih hemat lantaran ada pembatasan di sana-sini demi keamanan.

Apa saja yang berubah? Mari kita lihat satu per satu.

1.Jumlah undangan yang hadir

Sesuai dengan peraturan, ada pembatasan jumlah undangan yang hadir di satu tempat di mana upacara pernikahan dilangsungkan.

  • Peserta prosesi akad nikah new normal yang dilaksanakan di KUA atau di rumah diikuti sebanyak-banyaknya 10 orang
  • Peserta prosesi akad nikah new normal yang dilaksanakan di masjid atau gedung pertemuan diikuti sebanyak-banyaknya 20% dari kapasitas ruangan dan tidak boleh lebih dari 30 orang

2.Peralatan yang harus disiapkan

Sesuai dengan protokol kesehatan, maka ada beberapa tambahan peralatan yang harus disiapkan, misalnya saja melengkapi panitia, keluarga, dan pengantin dengan alat perlindungan diri yang sesuai aturan, juga menyediakan masker untuk tamu undangan jika ada, pun menyediakan tempat mencuci tangan dan hand sanitizer di sana sini.

Masukkan semua hal ini dalam bujet yang akan disusun.

3.Prosesi

Karena kondisi yang berubah, bisa jadi banyak prosesi pernikahan yang bisa diringkas. Beberapa upacara--terutama upacara adat menurut kepercayaan di daerah masing-masing--masih bisa dilakukan, tetapi tetap harus memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan.

Tetapi prosesi misalnya perarakan pengantin, acara dansa mungkin, dan sejenisnya sebaiknya dihindari saja dulu, demi keamanan kesehatan.

Lagi pula, esensi pernikahan tidak ada di poin ini kan? Justru kamu harus meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan (calon) pasanganmu, bagaimana kalian akan menjalani hidup kalian berdua ke depan nanti dengan baik dan lancar.

Mempersiapkan Bujet Nikah

Nah, mari kita langsung menuju ke hal yang lebih penting, yaitu merencanakan bujet pernikahan di era new normal. Ada beberapa pengeluaran yang bisa dikurangi, tetapi ada pula biaya yang harus tetap dipersiapkan, antara lain:

  • Baju pengantin. Untuk pasangan antara Rp5 juta hingga Rp15 juta. Kalau mau lebih hemat, kamu bisa mempertimbangkan untuk menyewa saja. Toh, baju pengantin harapannya juga hanya sekali pakai saja seumur hidup kan?
  • Baju seragam, untuk panitia, keluarga, orang tua, bujet sekitar Rp10 juta, bisa lebih tergantung pada jenis kainnya. Untuk lebih hemat, seperti halnya baju pengantin, kamu bisa mempertimbangkan untuk menyewa saja.
  • Makeup artists bujet sekitar Rp5 juta - Rp10 juta. Akan lebih hemat, jika misalnya ada temanmu yang punya passion di bidang ini. Lumayan untuk diajak kolaborasi kan?
  • Seserahan dan maskawin yang besarnya tergantung kesepakatan. Misalnya, minimal Rp1 juta.
  • Dekorasi dan undangan. Karena undangan tidak terlalu banyak--dan sekarang juga sudah biasa mengirim undangan dalam bentuk virtual saja, maka bujet di sini bisa ditekan. Kalau memang pengin mencetak undangan, bujet Rp500 ribu hingga Rp1 juta sekiranya sudah cukup banget. Demikian juga dengan dekorasi, karena tidak akan banyak mengundang tamu, dekorasi juga bisa minimalis di area pengantin saja.
  • Video, mungkin akan butuh bujet ekstra terutama jika kamu menghendaki perayaan virtual yang dihadiri oleh undangan melalui aplikasi-aplikasi video conference atau YouTube. Terutama sih di bagian kuota ya. Persiapkan dan perkirakan sebaik mungkin.
  • Prewed session; terdiri atas foto-foto cantik/ganteng berdua. Bisa photo shoot di lokasi beneran, mau indoor atau outdoor. Untuk indoor, rata-rata vendor memasang harga minimal Rp1 juta sekali sesi yang terdiri atas beberapa shoot. Untuk outdoor, starts from Rp3 juta. Atau, kalau mau lebih aman secara kesehatan, zaman sekarang sudah zamannya virtual photo shoots.
  • Katering, kamu cukup menyediakan untuk sejumlah tamu yang hadir berikut keluargamu sendiri. Kalau hanya diperbolehkan 20 orang saja yang berkumpul dalam satu tempat, maka kamu bisa menyediakan katering nonprasmanan atau untuk dibawa pulang. Dengan bujet minimal Rp200 ribu per paketnya, kamu bisa menyediakan bujet total Rp5 juta sampai Rp10 juta untuk pos katering.
  • Suvenir untuk tamu undangan, misalnya satu barang seharga Rp50 ribu sampai dengan Rp100 ribu, untuk 20 undangan total bujetnya adalah sekitar Rp1 juta saja.
  • Venue. Nah, kalau ini tergantung mau diselenggarakan di mana pestamu? Kalau di rumah atau di masjid, tentu biayanya tidak akan sebesar jika kamu hendak mengadakan pesta di gedung. Jikalau di gedung, ada banyak hal detail yang harus kamu perhatikan, seperti misalnya jumlah tamu undangan yang harus memenuhi batasan keamanan kesehatan, memperlengkapi kru dengan berbagai alat perlindungan diri, penataan sirkulasi gerak yang baik agar tak sampai berdesakan, dan sebagainya.
  • Peralatan protokol kesehatan; sejumlah hand sanitizer, tempat cuci tangan, sediakan juga masker untuk tamu yang datang, pun panitia dan keluarga. Juga face shield, dan alat pengukur suhu tubuh. Bujet paling minimal Rp1 juta.
  • Dana cadangan juga harus kamu sediakan ya, besarnya 10 - 20% dari total bujet yang sudah kamu rencanakan di atas.

Tip Merencanakan Pernikahan

  1. Survei, ini adalah mutlak. Banyak wedding organizer dan makeup artist yang menawarkan paket-paket pernikahan diskon di masa new normal ini. Ada baiknya, kamu mencari informasi sebanyak-banyaknya, dan bandingkanlah fasilitas yang ditawarkan oleh vendor satu dengan yang lainnya.
  2. Susun bujet sesuai kemampuan. Penting banget. Hindarilah berutang untuk menutup biaya pernikahan. Apalagi di masa new normal, sebenarnya banyak sekali hal yang bisa disesuaikan ketimbang sebelumnya. Lebih baik kurangi hal-hal yang kurang esensial, agar kondisi keuangan tetap aman.
  3. Jangan terlalu lama terjebak di euforia pernikahan. Segera bangun, dan buat rencana bersama untuk menjalani hidup rumah tangga bertahun-tahun ke depan. Ini jauh lebih penting ketimbang prosesi pesta saat pernikahan yang hanya satu hari. Coba baca dulu artikel penuh nasihat keuangan dari mereka yang sudah menikah ini.

Nah, selamat merencanakan pernikahan di masa new normal ini ya. Good luck untuk ke depannya, dan langgeng selamanya!