5 Langkah Mengatur Keuangan Pribadi untuk Kamu yang Masih Single Alias Lajang

Status lajang itu privilege. Banyak hal bisa dilakukan, dicapai, dan dipenuhi karena keistimewaan ini, ketimbang mereka yang berpasangan. Jika ada yang sudah berpasangan merasa iri pada kamu yang masih lajang, hal itu seharusnya adalah hal yang wajar. Karenanya, nggak perlu mengeluhkan kondisimu yang lajang. Lajang berarti banyak petualangan! Termasuk dalam hal keuangan pribadi.

Well, di sinilah kadang letak kesalahannya. Bukannya memanfaatkan “kelajangan”-nya untuk berbagai hal yang berfaedah, terutama untuk merencanakan masa depan yang lebih baik, para lajang justru terjebak pada euforia hura-hura tanpa tujuan atas nama belum ada tanggungan. Hingga kemudian, banyak lajang yang sering kedapatan mengeluhkan kondisi di tanggal tua, misqueen, nggak punya tabungan-nggak punya pacar, dan seterusnya.

Hmmm, semoga saja sih para pembaca Value! nggak ada yang kayak gini ya.

Namun, misalnya, kondisi inilah yang kamu alami sekarang, you better wake up now, dan segera buat perencanaan keuangan pribadi agar di masa depan kamu bisa hidup lebih baik.

5 Langkah Mengatur Keuangan Pribadi Si Lajang

1.Hiduplah sesuai kemampuan dan kebutuhan

Oke, kamu boleh saja punya penghasilan yang bisa kamu gunakan semau kamu. Itu adalah hak kamu, setelah kamu bekerja keras selama sebulan. Tapi, jangan abaikan masa depan. Singkirkan mindset, “Besok, pikir besok. Que sera, sera.” It won’t do any good to you.

Banyak hal yang harus kamu persiapkan untuk masa depanmu, apalagi jika kamu tak berencana untuk menjadi jomlo seumur hidup. Pastinya akan banyak hal yang harus kamu penuhi ketika kamu tak berstatus lajang lagi nanti. So, mumpung lajang, inilah waktumu untuk mempersiapkan semuanya.

Bahkan jika kamu berencana untuk lajang seumur hidup pun--dan itu sama sekali bukan pilihan yang salah--ada banyak hal juga yang bisa kamu rencanakan agar hidupmu lebih baik dan semakin baik di masa depan.

Living for today, hiduplah sesuai kemampuan dan kebutuhan. Kamu bisa mulai dari sini. Pilah, mana hal-hal yang harus kamu penuhi karena kamu membutuhkannya untuk hidup, dan mana hal-hal yang sebenarnya boleh saja tidak kamu penuhi karena kamu akan baik-baik saja tanpanya.

2.Catat pengeluaran

Agar kamu dapat memilah dengan baik, mana yang benar-benar kebutuhan dan mana yang hanya hal tak berfaedah dan mubazir, buatlah catatan pengeluaran harian.

Banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan membuat catatan pengeluaran harian, di antaranya:

  • Bisa kamu gunakan untuk mengetahui pola kebutuhan kita. Yang namanya kebutuhan pokok biasanya akan berulang di setiap bulannya. Nah, kebutuhan-kebutuhan inilah yang seharusnya kamu prioritaskan. Tapi kamu juga harus bijak membedakan, makan dan makan di resto mewah adalah dua “kebutuhan” yang berbeda; yang satu kebutuhan pokok dan yang lainnya, adalah kebutuhan tersier alias tambahan--yang kalau kamu hilangkan dari anggaran, kamu masih tetap bisa hidup dengan baik.
  • Kamu bisa tahu kondisi keuangan pribadi sendiri dengan lebih baik. Dengan catatan pengeluaran yang rapi, kamu akan tahu, kapan harus mulai berhemat, apa yang harus dihemat, dan bagaimana caranya. 
  • Lebih mudah menyusun rencana dan tujuan keuangan pribadi.
  • Membantumu mengontrol nafsu belanja yang kurang penting dan tidak prioritas.
Dari catatan pengeluaran, kamu bisa membuat anggaran untuk bulan berikutnya. Lakukan penghematan. Ingatlah, gaji ada bukan untuk dihabiskan. Kamu boleh banget memanfaatkannya untuk segala kebutuhanmu sekarang, tetapi bersiap untuk masa depan adalah hal yang wajib juga kamu lakukan.

Di sinilah pentingnya kamu membuat tujuan keuangan. Mari kita lihat ke poin berikutnya.

3.Buat tujuan keuangan

Tujuan keuangan ada untuk membantu kita fokus pada impian dan cita-cita. Hidup tanpa impian dan cita-cita itu berarti hidup tanpa motivasi. Tanpa motivasi, maka kita akan terjebak di saat ini dan tak akan pernah siap untuk berbagai kondisi yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Coba deh. Siapa yang pernah memprediksikan virus corona akan merebak seperti sekarang (kecuali Bill Gates, katanya)? Nggak ada. Nggak ada orang yang berharap sesuatu yang seburuk ini akan terjadi. But it happens, eventually.

Jadi, kamu harus bersiap--untuk masa depan, dan untuk masa-masa krisis, dengan membuat tujuan keuangan.

Tujuan keuangan dibagi ke dalam beberapa jenis, yaitu tujuan keuangan jangka pendek (di bawah atau sama dengan 1 tahun), tujuan keuangan jangka menengah (antara 3 - 5 tahun), dan jangka panjang (lebih dari 5 tahun). Breakdown mimpi dan cita-citamu dalam bentuk tujuan keuangan sesuai target waktunya masing-masing.

Misalnya, punya mobil dalam satu tahun ke depan. Siap DP rumah dalam 3 tahun ke depan, dan lunas kredit rumah 15 tahun ke depan. Siap pensiun 25 tahun ke depan. Buat timeline-mu dan bikin rencana sedetail-detailnya berdasarkan timeline itu.

Setiap orang boleh punya mimpi dan cita-cita yang berbeda, and that’s why kamu enggak bisa menyamakan timeline hidupmu dengan orang lain. Begitu kamu sudah membuat tujuan keuangan pribadi sekaligus timeline-nya, fokuslah pada rencanamu. Nggak usah membandingkan pencapaian diri sendiri dengan orang lain.

Oh iya, jangan lupa untuk membangun dana daruratmu! Karena hari hujan itu tak terelakkan, dan kamu harus selalu sedia payung. Buat dana darurat sebagai salah satu tujuan keuangan yang prioritas. Tak harus segera terpenuhi sampai ideal, tetapi secara konsisten harus kamu bangun sampai mencapai jumlah yang ideal.

4.Punyai proteksi

Tujuan keuangan sudah lengkap, maka sekarang waktunya kamu memiliki perlindungan. Terhadap apa? Terhadap hal-hal tak terduga yang bisa menimbulkan kerugian finansial.

Bayangkan, kamu sudah punya rencana untuk beli mobil satu tahun ke depan. Tetapi, kamu diserang penyakit, dan akhirnya harus membayar ongkos rumah sakit yang tak sedikit. Belum lagi, hal ini juga membuatmu tak bisa masuk kerja.

Kamu lihat kan, timbullah risiko keuangan di sini. Kamu harus siap, dengan memberikan perlindungan pada dirimu sendiri dengan membuat asuransi kesehatan. Setidaknya, dengan begini, ongkos rumah sakit dan berobat bisa ter-cover.

Kamu juga harus memberikan proteksi pada dirimu sendiri dengan asuransi jiwa. Mengapa kita butuh asuransi jiwa? Coba cek artikel yang sudah ditautkan ya. Lebih detail dijelaskan di sana.

5.Mulai investasi

Investasi merupakan “kendaraan” kita untuk mencapai tujuan. Karena, hari gini, menabung saja enggak akan cukup untuk bisa dapat modal untuk mewujudkan cita-cita dan impian yang sudah dirumuskan dalam tujuan keuangan pribadi.

Dan, status lajang bisa menjadi privilege yang istimewa dalam hal ini. Belum banyak tanggungan, belum banyak kebutuhan, seharusnya proporsi investasimu bisa lebih besar ketimbang orang lain. Dengan proporsi investasi lebih besar, maka peluang untuk bisa mencapai tujuan keuangan akan lebih besar juga dan lebih cepat.

Tentu saja, selain harus bisa memproyeksikan peluang keuntungan yang bisa didapatkan, kamu juga mesti piawai dalam mengelola risiko investasi yang datang sepaket.

Jadi, ayo mulai belajar investasi--kenalan dengan berbagai produk atau instrumen, pahami cara kerjanya, dan manfaatkan seoptimal mungkin untuk pencapaian target.

See? Menjadi lajang itu privilege. Tak perlulah kamu mendramatisasi kondisi kejomloan dengan hal-hal tak berfaedah, dan akhirnya membuat dirimu sendiri jadi tampak lebih menyedihkan.

Menjadi lajang berarti banyak kesempatan yang bisa diraih. Get focused, dan reach your dreams!