Trik Atur Keuangan Penghasilan Tidak Tetap Pekerja Lepas (Freelancer)

Banyak orang pengin bekerja menjadi seorang pekerja lepas alias freelancer, karena--salah satu alasannya--konon punya fleksibilitas waktu yang tak dipunyai oleh jenis pekerja yang lain.
Hmmm, benarkah demikian?

Untuk satu dan lain hal, memang pekerjaan sebagai seorang freelancer menawarkan kebebasan lebih banyak sih, salah satunya soal waktu. Tetapi kadang, pada praktiknya--saking fleksibelnya--seorang pekerja lepas bisa saja bekerja lebih dari 8 jam (waktu bekerja para pekerja normal pada umumnya) sehari.

Selain masalah waktu, hal lain yang juga sangat fleksibel adalah soal pendapatan. Saking fleksibelnya, kadang dalam sebulan, seorang freelancer bisa dapat banyak uang, berkali-kali lipat dari gaji orang kantoran, tetapi di saat lain, bisa saja seorang freelancer sama sekali tidak ada pemasukan selama beberapa bulan.

Iya, itu saking fleksibelnya, dan tak banyak orang yang menyadarinya.

Karenanya, kalau kamu punya cita-cita untuk menjadi seorang pekerja lepas alias freelancer, ada baiknya kamu punyai dulu kemampuan dan keterampilan untuk mengelola keuangan, karena ada beberapa hal--seperti yang dijelaskan di atas--yang perlu untuk di-fixed-kan agar tak terlalu fleksibel sehingga bikin kita kehilangan kendali.

Ada dua jenis ketidakpastian yang harus dihadapi oleh seorang freelancer, terkait penghasilan yang didapatkan. Satu, ketidakpastian waktu, dan dua, ketidakpastian jumlah.

Ketidakpastian waktu itu misalnya dalam sebulan bisa saja pekerja lepas tidak ada pemasukan sama sekali. Tetapi, di saat yang berbeda, bisa saja sang freelancer gajian sampai empat kali dalam satu bulan. Ketidakpastian jumlah adalah ya ketidakpastian jumlah penghasilan yang diterima, karena tergantung banget pada job completion yang berhasil dilakukan.

So, sampai di sini setuju kan, keterampilan mengelola keuangan memang perlu dimiliki oleh setiap orang--apa pun jenis pekerjaannya, apa pun kondisinya. Tetapi, untuk seorang pekerja lepas alias freelancer, keterampilan ini mutlak diperlukan.

Mari kita lihat beberapa trik atur keuangan untuk pekerja lepas atau freelancer satu per satu.

Atur Keuangan Pekerja Lepas Alias Freelancer

1.Bangun dana darurat

First thing first, mari kita bahas dulu soal dana darurat. Saat penghasilan tidak menentu, maka yang pertama kali harus diamankan adalah dana darurat. Kamu boleh saja punya banyak mau dan keinginan, tetapi dana darurat harus menjadi prioritas utama, jika kamu hendak bekerja sebagai freelancer.

Sebenarnya, kondisi paling ideal adalah kamu bekerja dulu sebagai pekerja kantoran, sembari membangun keahlian serta network, dan menyiapkan dana darurat yang cukup sebelum akhirnya benar-benar terjun ke profesi pekerja lepas atau freelancer. Dengan demikian, kamu sudah punya cukup jaring pengaman untuk bisa sukses bekerja sebagai freelancer.

Di awal karier, bisa saja pekerjaanmu belum lancar memberikan pemasukan, karena kamu harus berjuang mendapatkan klien, dan mungkin harus bekerja untuk job-job berpenghasilan kecil dulu. Saat-saat inilah, dana darurat akan dapat membantu.

Yang harus diingat, pemasukan bisa saja tersendat, tetapi kebutuhan jalan terus. So, berikan jaring pengaman yang benar-benar aman dulu, agar kalau jatuh, ya tetap sakit sih, tapi nggak terlalu lebam. Ibaratnya sih gitu.

2.Pisahkan rekening

Setidaknya, buatlah 3 macam rekening--bentuknya apa pun, sesuai kenyamanan sih.

Pertama, rekening untuk menerima fee dari job. Seberapa pun penghasilan yang kamu terima setiap hari atau bulan, masukkan ke rekening ini. Kalaupun harus memakai rekening lain, demi kemudahan klien untuk transfer, juga enggak masalah, tetapi sesegera mungkin pindahkan ke rekening ini. Ini rekening penerimaan, dan tidak boleh diganggu gugat.

Kedua, rekening untuk belanja dan berbagai pengeluaran. Semua kebutuhan belanja, keluarkan dari rekening ini. Ketika saldonya mendekati limit nol alias kosong alias zonk, maka cobalah untuk mengendalikan belanja kamu. Review pengeluaran yang sudah dilakukan, barangkali kena boncos di sana sini, dan perlu perbaikan. Nah, soal ini, kita akan bahas di poin berikutnya.

Ketiga, rekening untuk tabungan dan investasi. Kamu bisa pilih di instrumen yang paling menyamankan untukmu. Di bagian ini, kamu bisa pisahkan lagi sesuai dengan strategi diversifikasi investasi yang bisa kamu lakukan. Yang penting, segera amankan dana darurat di rekening ini.

Nah, kamu mau menambah jenis rekening yang lain? Boleh saja. Sesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan kenyamananmu.

3.Tetapkan pengeluaran

Satu hal yang pasti, penghasilan boleh saja tidak tetap, tetapi pengeluaran bisa ditetapkan. Dan di sinilah seharusnya seorang freelancer memiliki keterampilan untuk mengaturnya.

Ini pentingnya kamu memiliki catatan pengeluaran harian, agar kamu bisa merekam kebiasaanmu dalam mengeluarkan uang. Mungkin, pos pengeluaranmu akan berbeda dengan umumnya pekerja kantoran. Kamu juga mungkin perlu berhemat lebih ekstra demi bisa membangun dana darurat yang aman. Semua adalah konsekuensi dari jalan karier yang sudah kamu pilih.

Ketika kamu sudah dapat mengenali pola pengeluaranmu dari catatan-catatan keuangan harian, maka berikutnya kamu bisa menentukan bujet yang paling pas untukmu. Tetapkan pengeluarannya saat kamu menyusun bujet bulanan. Lalu, gajilah dirimu sendiri dari rekening penerimaan penghasilan sebesar pengeluaran yang sudah ditetapkan.

4.Punyai asuransi

Pekerja kantoran biasanya secara otomatis akan diikutsertakan dalam program BPJS Kesehatan sesuai aturan pemerintah. Pekerja lepas, alias freelancer, harus membuat sendiri jaminan kesehatannya. So, jangan lupa mendaftar sebagai peserta mandiri BPJS Kesehatan.

Untuk asuransi kesehatan swasta, mungkin akan perlu lebih banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Kalau memang kamu bisa melengkapinya, ya enggak masalah juga kok. Tetapi, sekiranya BPJS Kesehatan sudah cukup untuk meng-cover kebutuhan perawatan kesehatanmu. Memang butuh extra effort--seperti harus menjalani rujukan berjenjang atau antre--tapi preminya sangat terjangkau, dan manfaatnya sangat lengkap.

Pertimbangkan juga untuk memiliki asuransi jiwa, terutama jika kamu adalah tulang punggung keluarga. Jangan sampai orang-orang yang kamu sayangi harus mengalami kesulitan jika suatu kali kamu tak lagi bisa support mereka. Cari informasi sebanyak-banyaknya, sebelum akhirnya memutuskan mau beli polis asuransi yang mana.

5.Tetapkan tujuan keuangan per tahap

Sudah sepantasnya juga, setiap orang punya tujuan keuangan. Begitu juga para pekerja lepas.

Gaji nggak tetap, tapi pengin punya rumah sendiri? Kenapa enggak? Ayo, dicek kemampuanmu. Memang mungkin akan terasa lebih berat, karena untuk KPR sendiri juga butuh persyaratan yang cukup rumit bagi seorang freelancer. Tapi, bukan berarti tak mungkin. Kalau ada niat, pasti ada jalan bukan?

Begitu juga dengan tujuan keuangan yang lain; dana pendidikan anak, dana menikah, sampai dana pensiun. Buatlah rencana dan strategi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut secara realistis.

6.Mulai investasi sesegera mungkin

Investasi adalah hal yang wajib dilakukan oleh seorang pekerja lepas. Tapi, sebelumnya pahami dulu risikonya, dan pelajari cara kerjanya agar kamu bisa memanfaatkannya secara maksimal.

Sebagai pekerja lepas, investasi akan banyak manfaatnya untukmu. Pertama, untuk menghindarkanmu dari masalah keuangan ke depannya. Misalnya kamu memanfaatkan Reksa Dana Pasar Uang sebagai salah satu instrumen untuk dana darurat.

Kedua, sebagai upaya untuk membangun penghasilan pasif sebagai tambahan terhadap penghasilan aktifmu sebagai pekerja lepas. Untuk yang kedua ini, kalau memang kamu punya keterampilan, tak hanya instrumen investasi semacam surat-surat berharga yang bisa kamu manfaatkan, tetapi juga hak kekayaan intelektualmu. Misalnya, kamu penulis lepas, cobalah untuk menulis buku. Kamu bisa mendapatkan royalti dari buku yang sudah diterbitkan.

Jangan lupa diversifikasikan. Belajar mengelola investasi pada ahlinya, lalu praktikkan sesuai kebutuhanmu.

7.Diversifikasi penghasilan

Tak hanya inevstasi yang harus didiversifikasi. Penghasilan juga harus begitu. Mungkin kamu sekarang sudah mantap berkarier sebagai pekerja lepas di bidang tertentu. Cobalah untuk mencari peluang di bidang lain yang juga kamu kuasai.

Tapi, hati-hati ya. Tetap fokus. Jangan sampai kebanyakan kerjaan, akhirnya malah membuatmu terpecah konsentrasinya sehingga mengakibatkan hasil kerjamu kurang maksimal. Ingat, keberlangsungan penghasilanmu sangat tergantung pada puas atau tidaknya klien-klienmu. Ketika mereka sudah merasa kamu tak bisa lagi memenuhi kebutuhan mereka, semudah itu pula mereka akan melepasmu. Lagi pula, persaingan di dunia freelancer itu lebih kejam daripada perlakuan ibu tiri. Meleng sedikit, kamu bisa ketinggalan banyak, dan akhirnya penghasilanmu pun akan terpengaruh.

Nah, itu dia sedikit trik atur keuangan pekerja lepas alias freelancer yang bisa kamu coba. Ada yang punya trik lain?