First Jobber, Kelola Gaji Pertama dengan Sebaik-baiknya! Begini Caranya

Mendapatkan pekerjaan dan gaji pertama adalah satu hal yang paling diinginkan oleh para fresh graduate. Betul?

Setelah sekian lama bersekolah, sekaranglah saatnya untuk memiliki penghasilan sendiri. Tentunya, hal ini memang yang paling diharapkan. Menerima upah dari hasil jerih payah sendiri pastinya sangat membanggakan, banyak pembuktian diri yang akhirnya bisa dilakukan. Terutama sih perasaan bebas untuk menggunakan uang tersebut sekehendak hati pasti ada.

Ya memang, kamu boleh menggunakan uangmu itu untuk apa saja. Kamu layak mendapatkannya setelah bekerja keras sebulan penuh. Nggak akan ada yang bisa melarang. Namun, kamu perlu tahu bahwa kemampuanmu mengelola keuangan sejak gaji pertama akan menentukan kondisi keuanganmu seterusnya. Selamanya.

Banyak orang melakukan kesalahan keuangan sejak mereka menerima gaji pertama. Akibatnya, gaji langsung ludes tak berapa lama setelah diterima, sebelum gaji berikutnya tiba. Untuk menyambung hidup, maka mereka akhirnya berutang. Utang dianggap sebagai tambahan uang untuk menyambung hidup, yang bisa dibayar belakangan. Belum lagi pembelanjaan ini itu atas nama self reward dan gengsi yang akhirnya juga dilakukan.

Well, iya sih, memang itu uangmu. Tapi, kalau nggak dikelola dengan baik, lama kelamaan kamu akan merasa uang seperti tak pernah menginap lama di dompet atau tabungan. Langsung ludes terus. Jangankan investasi, kamu hanya dapat hidup dari paycheck to paycheck.

Dan, hal ini sangat membahayakan masa depanmu. Ingat, kebutuhan hidup akan semakin meningkat seiring waktu dan tahapan hidup yang kamu lalui loh. Belum lagi, kamu juga harus mempersiapkan diri untuk pensiun kelak.

Yah, baru juga kerja kok sudah mikirin pensiun?

Iya dong, karena usia pensiun itu pasti dan enggak akan bisa ditunda. Setiap orang akan sampai pada titik ini, dan kalau mereka tak siap pensiun, bisa jadi mereka akan bekerja seumur hidup mereka.
Nggak mau kan?

Karena itu, yuk, kelola keuangan sejak kamu menerima gaji pertama. Apa saja yang harus dilakukan? Simak artikel ini sampai selesai ya.

5 Step Mengelola Gaji Pertama

1.Buat anggaran

Bulan ini dan bulan-bulan yang akan mendatang, kamu akan menerima gaji yang secara rutin masuk ke rekeningmu. Syukurilah hal ini, karena enggak semua orang mendapatkan kesempatan untuk memilikinya. Banyak orang yang tak berpenghasilan tetap, bahkan tak semua orang bisa mendapatkan pekerjaan bagus akhir-akhir ini.

Kondisi yang sulit seharusnya membuatmu sadar, bahwa pengelolaan keuangan yang baik--yang dimulai sejak gaji pertama--adalah kunci.

Yang pertama harus kamu lakukan sekarang adalah membuat anggaran. Bagaimana caranya?
Pada dasarnya, kebutuhan hidup kita itu bisa digolongkan ke dalam beberapa kategori, yaitu kebutuhan hidup pokok/rutin, cicilan utang, investasi, dan pengeluaran ekstra.

Kebutuhan hidup pokok/rutin, termasuk di dalamnya adalah makan, transportasi, komunikasi, baju, dan sebagainya. Biasanya kebutuhan ini akan selalu ada setiap bulan. Kalau kamu saat ini masih belum punya pola pengeluaran, maka kamu bisa mengambil proporsi yang umum diterapkan, yaitu sebesar 40 - 60% dari penghasilanmu.

Cicilan utang--jika memang sudah ada--adalah pengeluaran yang akan kamu lakukan untuk membayar pinjaman dana. Seharusnya jumlah total cicilan tidak boleh lebih dari 30% penghasilan rutinmu setiap bulannya. Kalau misalnya sekarang sudah lebih, segera cari jalan supaya dapat mengurangi proporsinya. Lunasi sebagian yang memang bisa segera dilunasi.

Investasi dan menabung seharusnya bisa kamu lakukan sebesar minimal 10% dari penghasilan rutin. Nah, pengeluaran ekstra adalah pengeluaran-pengeluaran di luar 3 pos yang lain. Hal-hal yang enggak rutin, dan segala macam dosa keuangan, seharusnya ada di pos ini. Buatlah plafon yang pas, agar kamu tak terjebak di sini.

Lakukan budgeting ini setelah kamu menerima gaji pertama, dan seterusnya kelola uangmu sesuai bujet yang sudah kamu buat ini. Dengan disiplin diri yang baik, keuanganmu akan sehat untuk seterusnya.

2.Catat pengeluaran

Budgeting di awal gajian akan membantumu untuk mengendalikan pengeluaran. Catatlah semua uang keluar, agar kemudian kamu bisa mengenali pola cash flow kamu sendiri. 

Bisa jadi, kebutuhan rutin akan lebih banyak ketimbang bujet yang sudah ditentukan. Tak apa, segera cek pos pengeluaran lain, apakah bisa dihemat atau dikurangi. Bisa jadi, karena kebutuhan rutin belum banyak, kamu pun bisa berinvestasi lebih besar. Bagus dong!

Dengan catatan pengeluaran ini, kamu bisa mengenali pola pengelolaan keuanganmu sendiri, mengendalikannya sebaik mungkin, sehingga kamu berpeluang menabung lebih banyak, dan nggak menghabiskan gaji pertama untuk hal-hal yang enggak penting.

Bukannya melarangmu untuk menikmati hasil jerih payah sih. Boleh kok, memberikan self reward--apa pun bentuknya. Tetapi dengan dibatasi oleh anggaran, maka kamu enggak akan kehilangan kendali dan tetap bisa memenuhi kebutuhan lain yang juga sama pentingnya.

3.Punyai tujuan keuangan

Sudah menerima gaji pertama, maka sekarang saatnya kamu juga memiliki tujuan keuangan.
Tujuan keuangan ini ada agar kamu bisa menjamin hidupmu lebih baik ke depannya. Setidaknya ada 5 tujuan keuangan yang seharusnya sudah kamu rencanakan sejak kamu menerima gaji pertama, yaitu:

  • Dana darurat, yaitu dana yang akan menjadi jaring pengaman ketika terjadi kondisi darurat.
  • Dana menikah, jika memang menikah merupakan hal yang menjadi prioritas hidup kamu.
  • Dana pendidikan anak, jika punya anak juga menjadi salah satu keinginan terbesarmu dalam hidup.
  • Dana rumah pertama. Ini penting karena rumah adalah simbol kemandirian. Kamu boleh memilih sih, mau rumah atau apartemen, atau properti yang lain. Tapi milikilah rencana untuk memiliki properti atas namamu sendiri ini sejak kamu mulai bekerja.
  • Dana pensiun, yaitu bekal untuk memenuhi kebutuhan saat pensiun mandiri dan sejahtera nanti.

Memang tak semuanya harus dicapai sekaligus. Ada beberapa tujuan keuangan yang bisa kamu mulai nanti setelah yang lain, yang lebih diprioritaskan. So, susunlah daftar prioritasmu. Akan bagus kalau kamu bisa menjalankan semua sekaligus, tetapi kalau enggak, ya enggak masalah. Sesuaikan dengan kemampuan.

4.Lengkapi asuransi

Jika kamu sudah memiliki penghasilan sendiri, maka kamu wajib untuk memberikan perlindungan pada diri sendiri terhadap segala macam risiko keuangan yang bisa terjadi. Mulailah lengkapi asuransi dari yang terpenting: asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.

Asuransi kesehatan seharusnya sudah ada dalam komponen kompensasi dari kantor tempat kamu bekerja. Sudah menjadi kewajiban bagi setiap perusahaan untuk mengikutsertakan semua karyawannya di BPJS Kesehatan. Coba cek ke bagian HR kantormu ya. Lalu, cek juga, apakah perlu bagi kamu untuk menambahnya dengan asuransi kesehatan swasta yang lain.

Asuransi jiwa penting buat kamu, terutama jika kamu adalah pencari nafkah utama dalam keluarga--artinya, ada beberapa orang yang menggantungkan hidup padamu. Sila baca seluk-beluk asuransi jiwa di artikel yang sudah ditautkan ya.

5.Investasi segera

Mulailah kebiasaan menabung dan berinvestasi sejak kamu menerima gaji pertama. 

Kamu kan sudah menetapkan tujuan keuangan, seperti poin nomor 3? Nah, beberapa tujuan keuangan punya nominal yang sangat besar, misalnya seperti dana rumah pertama dan dana pensiun. Menabung saja, tanpa dibarengi dengan investasi, bakalan susah tercapai.

Mengapa investasi harus dimulai sejak dini juga? Karena:

  • Inflasi itu nyata. Setiap tahun inflasi akan terjadi; akibatnya harga barang-barang kebutuhan akan meningkat. Kamu mengincar rumah dengan harga Rp300 juta sekarang, 5 tahun lagi ketika kamu hendak membayar DP, harga rumah tersebut bisa jadi sudah “berubah”--bukan lagi naik. Tanpa investasi, inflasi akan sulit untuk dikalahkan.
  • Dalam mewujudkan cita-cita dan impian, waktu adalah teman terbaik. Semakin cepat kamu mulai, maka akan semakin ringanlah bebanmu.
  • Mulailah ketika usiamu masih sangat produktif. Dengan demikian, kamu akan dapat belajar lebih banyak dan masih mampu bertoleransi terhadap risiko-risiko investasi yang mungkin terjadi.

Satu hal yang pasti untuk mulai investasi: belajarlah yang cukup. Pelajari semua produk investasi yang bisa menjadi opsi, dan pahami cara kerjanya. Dengan demikian, kamu bisa memanfaatkannya secara maksimal untuk tujuan keuanganmu.

So, first jobbers, PR kalian memang banyak. Tetapi semua itu demi kebaikan kalian sendiri. It's now or never, segeralah pahami bahwa keterampilan untuk pengelolaan keuangan itu penting untuk dimiliki sejak kamu menerima gaji pertama.

Selamat menjalani hidup mandiri ya. Semoga sukses.