Mengenal Kredit dengan Agunan dan Memahami Cara Kerjanya

Di artikel yang lalu, kita sudah membahas mengenai Kredit Tanpa Agunan ya. Nah, sekarang kita akan belajar tentang “saudara”-nya, yaitu kredit dengan agunan.

Pengertian Kredit dengan Agunan

Kredit dengan agunan adalah produk perbankan atau lembaga pembiayaan lainnya yang memungkinkan kita untuk mendapatkan pinjaman dana dengan memberikan jaminan aset. Ada syarat tertentu sebuah hal bisa dijadikan sebagai aset, kita akan membahasnya lebih lengkap di bagian bawah. Pun, ada syarat lain juga yang harus dipenuhi oleh calon debitur untuk bisa mendapatkan pinjaman, di antaranya adalah syarat dokumen.

Fasilitas kredit dengan agunan ini cukup diminati oleh masyarakat dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, misalnya untuk modal usaha atau kredit rumah. Cukup membantu sih kalau kamu punya tujuan yang membutuhkan dana yang cukup besar.

Hanya saja, tidak seperti KTA, untuk kredit ini butuh waktu yang relatif panjang untuk pengajuannya, mungkin dalam hitungan bulan tergantung kebijakan si pemberi pinjaman. Hal ini dikarenakan pihak pemberi pinjaman akan butuh waktu untuk melakukan survei dan penilaian terhadap karakter si calon debitur berikut aset yang dijaminkannya.

Nah, mari kita belajar tentang aset yang bisa menjadi agunan.

Apa Itu Agunan?

Agunan adalah aset yang menjadi jaminan pinjaman debitur pada kreditur yang memenuhi syarat tertentu. Biasanya agunan akan diperlukan jika kita hendak meminjam dana yang cukup besar, dari nominal ratusan juta hingga miliaran.

Kalau menurut Undang-Undang Perbankan No.7 tahun 1992 Pasal 1 yang telah diperbaharui dengan Pasal 1 angka 23 UU Perbankan No.10 Tahun 1998, agunan adalah kemampuan atau keyakinan atau bentuk kesanggupan nasabah untuk melunasi kewajiban sesuai perjanjian.

Nggak semua barang atau hal bisa diajukan sebagai jaminan atau agunan. Kalau nilai jaminan tidak memadai, atau tidak sepadan dengan pinjaman yang diajukan, maka ya secara logika, pihak bank atau pembiayaan akan menolak memberikan pinjaman dana kita.

Paling gampangnya, kalau kita membeli suatu barang dengan cara kredit dengan agunan, maka barang yang kita beli itulah yang akan menjadi agunan. Simpelnya sih gitu. So, kalau nantinya kita bermasalah dan tidak mampu melunasi utang, maka barang inilah yang akan “diambil kembali” oleh bank atau lembaga pembiayaan, untuk kemudian dilelang demi menutup dana yang tak bisa kita kembalikan.

Jenis agunan ada dua, yaitu:

  • Agunan tak berwujud, yaitu aset yang tidak dapat dilihat secara kasatmata fisiknya. Misalnya seperti surat-surat berharga, obligasi, deposito, dan sebagainya.
  • Agunan berwujud, yang dibagi lagi dalam agunan bergerak--misalnya seperti motor atau mobil--dan tak bergerak, misalnya seperti rumah, ruko, dan sebagainya.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, tidak semua barang atau hal dapat diajukan sebagai jaminan atas pinjaman dana kita. Hanya beberapa saja yang memenuhi syarat berikut ini:

  • Memiliki nilai ekonomis yang dapat diuangkan.
  • Dapat dipindahtangankan kepemilikannya.
  • Mempunyai nilai yuridis, artinya pihak bank atau lembaga pembiayaan punya hak untuk diprioritaskan ketika ada masalah.

Setiap bank dan lembaga pembiayaan bisa jadi memiliki kebijakan yang berbeda mengenai syarat agunan ini. Tetapi, pada dasarnya, syarat-syarat di atas adalah syarat yang umum berlaku.
Nah, kalau mau lebih riil, ini dia beberapa barang yang biasanya diajukan sebagai jaminan untuk kredit dengan agunan ini.

Jenis Aset yang Bisa Menjadi Agunan

1.Properti

Enggak hanya berupa rumah saja, tetapi properti ini juga bisa berupa tanah, gedung apa pun--pabrik, gudang, dan sebagainya--ruko, sampai rumah tinggal. Segala macam yang dihuni oleh manusia, pada umumnya, memang bisa dimasukkan ke dalam barang properti, tinggal nilainya saja sepadan enggak dengan pinjaman dana yang akan diberikan.

Jika kamu hendak mengajukan properti ini sebagai jaminan untuk kredit dengan agunan, maka kamu hanya perlu menyerahkan bukti kepemilikan yang sah pada pihak pemberi pinjaman. Pihak bank atau lembaga pembiayaan kemudian akan memprosesnya, dimulai dari tahap penilaian terhadap properti mengenai kelayakannya.

Misalnya saja, kamu mengajukan kredit dengan agunan untuk modal usaha dengan mengagunkan gedung kantor tempat kamu menjalankan usaha. Maka, harus dipastikan gedung kantor tersebut dalam kondisi baik, nggak rusak, berfasilitas cukup lengkap, dan mudah diakses oleh kendaraan.

Jika properti yang kamu ajukan ini memenuhi persyaratan, maka pihak pemberi pinjaman akan menyetujui pengajuan kredit kamu. Rata-rata pinjaman dengan jaminan properti ini dilakukan untuk nominal antara Rp100 juta - Rp2.5 miliar, dengan tenor antara 2 - 10 tahun.

2.Mobil

Mobil juga bisa diajukan sebagai jaminan atas pinjaman dana yang kita lakukan dalam kredit dengan agunan. Untuk itu, kamu perlu menyerahkan bukti kepemilikan mobil, yaitu BPKB asli.

Biasanya pinjaman dana yang bisa dijaminkan dengan mobil adalah pinjaman dengan nominal pada kisaran Rp100 juta, dengan tenor rata-rata 5 tahun.

3.Emas

Emas juga bernilai jual tinggi, dan bank biasanya juga menerima aset berupa emas sebagai jaminan. Tapi perlu kamu tahu ya, bahwa nilai jaminan emas adalah 85% dari harga asli emas tersebut.
Jadi misalnya, kamu mengajukan emas sebagai jaminan senilai Rp100 juta, maka pinjaman yang akan kamu terima adalah Rp85 juta.

Emas yang diterima sebagai jaminan ini juga bukan sembarang emas. Emas batangan dari Antam akan bernilai lebih tinggi. Prinsipnya sama dengan jual beli emas sebagai investasi.

4.Deposito

Jika kamu memiliki simpanan deposito dalam jumlah yang memadai, apalagi disimpan di bank yang sama tempat kamu mengajukan kredit, maka deposito ini bisa banget dijadikan sebagai jaminan untuk mendapatkan kredit dengan agunan juga.

Kamu hanya perlu memberikan bilyet deposito, dan kemudian bank akan memprosesnya. FYI, kalau kamu belum bisa melunasi kredit, maka kamu nantinya juga tidak akan bisa mencairkan depositomu.

5.Surat berharga

Surat berharga di sini termasuk saham, obligasi, dan berbagai instrumen investasi lainnya yang sejenis.

Pastinya ada syarat-syarat ketentuan lain lagi sehingga saham dan surat berharga lain ini layak untuk kamu ajukan sebagai jaminan ya. So, silakan cek dan cari informasi sebanyak-banyaknya dulu ke (calon) pemberi pinjaman mengenai kriterianya.

Nah, selain 5 jenis aset di atas yang bisa dijadikan sebagai agunan, ada beberapa bank atau lembaga pembiayaan yang menerima hewan ternak juga sebagai jaminan pemberian pinjaman. Biasanya sih ini dilakukan oleh bank plat merah, yang nasabahnya banyak di daerah-daerah.

Hewan ternak yang diagunkan tentu saja yang bernilai ekonomis tinggi. Sapi, misalnya.

Nah, demikianlah sedikit mengenai kredit dengan agunan. Semoga sudah cukup jelas ya, sampai di sini. Detail lainnya kamu bisa dapatkan dengan mencari informasi ke pihak-pihak penyedia kredit untuk lebih lengkap dan jelasnya.

Satu hal yang akan selalu diingatkan, buatlah skema rencana pembayaran cicilan yang realistis. Pastikan kamu memang mampu membayar kembali pinjamanmu, begitu kamu punya niat untuk mengajukan kredit. Kalau nggak akan mampu bayar, lebih baik pertimbangkan cara lain untuk mendapatkan dana.

Good luck!