Kredit Tanpa Agunan: Mengenal dan Memahami Cara Kerjanya

Berutang atau mengajukan kredit memang bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi masalah keuangan yang dialami oleh orang banyak. Masalahnya, karena kurangnya pemahaman cara kerja pemberian kredit, maka kadang orang juga nggak tahu bagaimana mengelolanya dengan baik. Termasuk dengan Kredit Tanpa Agunan, yang akan kita bahas kali ini.

Kredit Tanpa Agunan (KTA) merupakan produk perbankan yang memberikan fasilitas pinjaman dana kepada nasabah untuk berbagai keperluan dengan tanpa jaminan. Berbeda dengan multiguna, yang meminta nasabah untuk menjaminkan aset, KTA diberikan tanpa ada syarat jaminan.

Karenanya, produk ini cukup laris. Biasanya nasabah yang mengajukan Kredit Tanpa Agunan ini hendak menggunakan dananya misalnya untuk renovasi rumah, tambahan modal usaha, hingga untuk biaya pendidikan.

Tetapi, keluhan atas pinjaman tanpa jaminan ini juga tak sedikit jumlahnya. Rata-rata mengeluhkan bunga yang dirasa mencekik atau tenor yang terlalu pendek.

Sebenarnya, di saat kita mengajukan permohonan kredit, hal-hal seperti bunga dan tenor ini sudah harus dipahami betul-betul, karena keduanya merupakan dasar penghitungan cicilan kita nantinya. Tapi, entahlah kenapa, selalu saja kedua hal ini yang dikeluhkan. Mungkin ini bukti bahwa masih banyak orang yang belum paham betul cara kerja Kredit Tanpa Agunan ini, sehingga ketika ada bunga yang tinggi, mereka jadi shock sendiri.

Nah, karenanya, mari kita bahas sedikit tentang Kredit Tanpa Agunan dalam artikel kali ini.

Keunggulan Kredit Tanpa Agunan Dibandingkan Jenis Kredit Lain

Jenis kredit memang ada banyak, masing-masing membawa manfaat pun konsekuensinya sendiri-sendiri. Demikian juga dengan Kredit Tanpa Agunan atau KTA ini. 

Umumnya, orang sudah silau dulu dengan keunggulan suatu produk, hingga bias memahami risiko dan konsekuensinya. Nah, mungkin itu juga yang terjadi pada KTA. Keunggulan KTA ada banyak, dan semua bisa dinikmati oleh nasabah dengan segera.

1.Syarat Ringan

Salah satu keunggulan Kredit Tanpa Agunan adalah syarat atau prosedur peminjaman dana yang tak berbelit. Tak seperti multiguna, yang butuh banyak dokumen dan jaminan aset fisik untuk pengajuannya, KTA merely hanya butuh data pribadi kita saja.

Hal ini akan sangat meringankan bagi orang-orang yang butuh pinjaman dana, tetapi belum punya cukup aset untuk dijadikan sebagai agunan.

Data pribadi yang diminta sebagai syarat biasanya berupa kartu identitas (KTP/SIM/Paspor/jenis identitas lain), kartu keluarga, dan form pengajuan kredit. Ada mungkin beberapa bank atau lembaga keuangan yang mensyaratkan hal lain, tetapi biasanya juga nggak susah-susah amat untuk dipenuhi. Karena memang itulah keunggulan KTA.

Untuk form pengajuan kredit, beberapa bank juga sudah menyediakan form-nya secara digital. Kalau kita sudah punya e-banking-nya, ya kita tinggal download saja, diisi, dan dikirimkan melalui digital juga.
Praktis dan gampang kan?

2.Cepat cair

Kredit Tanpa Agunan memberikan kemudahan dalam pengajuan kredit, dan kecepatan penyetujuan kreditnya. Nggak sampai harus menunggu hitungan bulan--seperti halnya kredit multiguna--dana dari pinjaman KTA bisa cair dalam hitungan hari; 2 - 3 hari sudah bisa cair.

Memang inilah keunggulan lain dari KTA.

Kenapa bisa secepat itu? Karena untuk KTA, pihak bank tidak perlu melakukan survei dan penilaian terhadap aset yang akan diagunkan. Untuk prosedur ini sendiri, mereka sudah memotong sekian hari kerja untuk prosesnya. Hal-hal lain mereka lakukan secara digital, sehingga proses pengurusan kreditnya pun bisa jauh lebih cepat.

Nah, hal ini juga menjadi keuntungan bagi orang-orang yang butuh dana cepat, misalnya untuk keperluan yang darurat. 

3.Fasilitas ada di hampir setiap bank

Produk ini disediakan oleh hampir setiap bank di Indonesia. Beberapa bank bahkan menjadikan jenis kredit ini sebagai produk unggulan mereka, sehingga promosi dan penawaran pun gencar dilakukan.
Yang pasti, sebelum benar-benar mengajukan kredit, ada baiknya kamu survei dan melakukan riset dulu, membandingkan produk KTA satu bank dengan yang lainnya. Cermati besaran bunganya, tenor, serta plafon pinjamannya, karena ketiga hal ini sangat penting untuk diketahui agar kita dapat membuat skema dalam membayar cicilannya nanti.

Jangan sampai sudah berutang, baru sadar kalau bunganya tinggi. Karena setiap persyaratan dan ketentuan sebenarnya sudah ada dalam perjanjian kredit di awal. Pun, kita boleh kok meminta penjelasan sedetail-detailnya pada petugas customer service.

Memang, kalau berhubungan dengan produk keuangan, kita--sebagai nasabah--memang harus bawel, segala hal harus ditanyakan secara detail sampai benar-benar jelas. Jangan asal setuju, tapi di belakang shock sendiri.

Kekurangan Kredit Tanpa Agunan

1.Bunga tinggi

Ingat kan, bahwa KTA menawarkan berbagai kemudahaan, kepraktisan, dan kecepatan? Nah, hal tersebut harus “dibayar” dengan hal yang lain. Salah satunya dengan bunga yang cukup tinggi.
Karena jenis kredit ini tidak menyertakan jaminan sebagai syarat peminjaman dana, maka pihak bank harus mengelola risiko peminjaman yang cukup tinggi. Untuk itu, bunga besar pun dibebankan.

Nah, jadi, ini bukan penipuan ataupun penjebakan ya, karena bagaimanapun bank adalah badan bisnis, dan mereka harus mendapatkan revenue. Salah satunya dari perkreditan seperti ini.

Besarnya bunga umumnya berapa? Bisa sampai 10 - 23% per tahunnya. Kembali ke ketentuan masing-masing bank ya, dan hal ini harus selalu dicantumkan dalam perjanjian kredit, sehingga calon debitur seharusnya sudah tahu seberapa besar bunga yang dibebankan dari pinjamannya.

2.Plafon rendah, tenor pendek

Karena risiko dari produk ini cukup tinggi dengan tidak adanya jaminan, maka mereka hanya dapat menawarkan nominal dana untuk dipinjamkan yang juga relatif kecil. Bahkan, bisa jauh lebih kecil daripada kredit multiguna, yang mengajukan jaminan aset yang biasanya juga bernilai tinggi.

Karena plafonnya enggak tinggi, maka tenor alias jangka waktu peminjaman pun juga tak terlalu lama. Dengan demikian, jumlah angsuran atau cicilan pun menjadi lebih besar.

Hal-hal ini memang terkait satu sama lain, sehingga memang penting bagi kita untuk memahami skema ini, agar nantinya tidak merasa dijebak, ditipu, dan lain sebagainya, karena semuanya sebenarnya sudah ada alurnya dan cukup mudah dipahami.

Plafon KTA biasanya diperhitungkan berdasarkan limit kartu kredit, sehingga, memang, salah satu syarat untuk mengajukan KTA adalah nasabah harus memiliki kartu kredit lebih dulu. Kalau enggak punya kartu kredit tapi punya payroll di bank yang sama, maka akan besar peluang pengajuan kredit akan disetujui juga, dengan plafon memperhatikan payroll-nya.

Nah, bagaimana? Semoga sedikit penjelasan ini bisa membantumu memahami cara kerja Kredit Tanpa Agunan ya. Yang penting, kita memang mesti bawel di awal. Tanyakan hal-hal yang kurang jelas dan mengganjal hingga detail, sehingga kita betul-betul paham bagaimana skemanya. Ini penting, agar kemudian kita juga bisa membuat perencanaan keuangan terkait pembayaran cicilannya setiap bulan.

Utang dilarang? Enggak, hanya saja, pertimbangkan dengan bijak dan berani bayar.