Kredit Mobil: Yay or Nay?

Mobil memang termasuk dalam kebutuhan sekunder, bahkan tersier. Tetapi, jika dalam kondisi tertentu dan memang dibutuhkan, mobil bisa saja masuk ke kebutuhan yang harus diprioritaskan, sehingga kredit mobil pun menjadi opsi untuk bisa memilikinya.

Kebutuhan yang harus diprioritaskan seperti apa, misalnya?

Ya, misalnya saja, rumah jauh dari kantor, bahkan harus lintas provinsi atau daerah. Mau pakai transportasi umum, fasilitas dan kenyamanannya juga masih belum maksimal. Atau, menjadi alat transportasi anggota keluarga yang banyak, sampai pertimbangan hendak dipakai untuk mencari penghasilan tambahan.

Kendala utama apa yang harus dihadapi oleh orang-orang yang butuh mobil ini? Pastinya adalah kebutuhan dana. Harga mobil, seperti halnya harga rumah, semakin mahal setiap tahunnya. Sedangkan, kenaikan penghasilan tidak sebanyak itu--belum lagi ada kebutuhan lain yang juga harus dipikirkan. Apalagi buat kita yang gajinya “hanya” sesuai UMR atau sedikit di atasnya. Kadang, ya hanya sampai sebatas keinginan saja.

Kalau sudah begini, kredit mobil pun menjadi pilihan yang dirasa tepat. Padahal, untuk bisa kredit dan kemudian mengelolanya dengan baik, itu butuh pertimbangan dan pemikiran yang panjang. Kenapa? Karena ini erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan yang lain juga, plus pengelolaan dana yang bukannya tanpa batas.

Kredit yang diambil tanpa pertimbangan dan perhitungan yang cermat hanya akan menambah beban kita setiap bulannya dengan cicilan yang mencekik. Apalagi cicilan kredit mobil ini biasanya juga bukan merupakan cicilan jangka pendek, tetapi rerata tenornya antara 2 - 3 tahun. Lumayan juga kan ya, harus mengurangi jatah belanja selama itu untuk kredit mobil?

Cicilan yang memberatkan setiap bulan bikin ngos-ngosan keuangan, akan meningkatkan risiko gagal bayar sehingga menimbulkan kredit macet. Kalau sudah begini, banyak dampak lain yang akan juga harus dihadapi.

So, jika kamu sekarang sedang mempertimbangkan untuk ambil kredit mobil, berikut beberapa hal yang harus menjadi perhatian kamu.

5 Pertimbangan Kredit Mobil

1.Kemampuan finansial

Keputusan finansial apa pun harus selalu dipertimbangkan mulai dari kemampuan. Banyak orang yang memaksakan diri untuk memiliki atau membeli sesuatu dengan mengabaikan kemampuan finansialnya sendiri. Akibatnya--mudah banget ditebak--akhirnya hal ini justru menimbulkan masalah keuangan yang #rauwisuwis, tak berkesudahan, dan bahkan bisa semakin membesar ke depannya.

Idealnya, proporsi cicilan kredit atau utang nggak boleh lebih dari 10% penghasilan rutin bulanan. Jadi, sebelum memutuskan untuk kredit mobil, coba cek dulu posisi kredit atau cicilan utang kamu yang lain. Sekarang kamu lagi ada cicilan apa? Cicilan kartu kredit, KTA, pinjol, KPR, cicilan panci, ... Total, berapa besar cicilan utang yang menjadi kewajibanmu dalam satu bulan? Apakah total cicilan ini lebih besar dari 10%, sama dengan 10%, atau kurang dari 10% penghasilanmu?

Jika utang atau kredit yang ada sekarang cicilannya sudah lebih dari atau sama dengan 10% penghasilan rutin, ada baiknya, kamu tunda dulu keinginan kamu untuk ambil kredit lagi. Kalau posisi sekarang masih kurang dari 10%, jika nanti ditambah dengan kredit mobil lagi, jadi posisinya berapa persen dari penghasilan rutin?

Jika memang dirasa kemampuan finansial belum memadai, jangan memaksakan diri.

2.Sesuaikan yang sesuai kebutuhan

Ada orang yang membeli mobil hanya karena gengsi alias status. Mengapa? Karena kepemilikan mobil memang merupakan simbol status sosial seseorang. At least, itulah yang berlaku di negara kita.
Sayangnya, hal ini kadang menjadi motif utama seseorang untuk membeli mobil, dan malah mengabaikan kebutuhan.

Misalnya saja begini. Kamu sudah berkeluarga, dengan 2 anak, tinggal di daerah yang jauh dari kantor. Pun, sekolah anak-anak juga jauh dari rumah. Setiap hari, kamu menghadapi kerepotan mengantar anak ke sekolah dan kemudian meneruskan perjalanan ke kantor. Begitu pula saat pulang. Hari-harimu dihabiskan berdesakan di komuter, dan wira-wiri dengan menggunakan taksi atau taksi online.
Dengan kondisi seperti ini, pengeluaran transportasimu bengkak banget. Ini sudah pasti. Bagaimana jika kamu memiliki mobil sendiri? Dengan segala biaya perawatan, bensin, pajak, dan biaya-biaya lainnya, sepadankah dengan lebih ringannya bebanmu saat beraktivitas sehari-hari?

Kalau memang layak, maka itu berarti kamu membutuhkan mobil. Dengan mobil, aktivitasmu berjalan lebih lancar. Sesampainya di kantor dan rumah juga tak terlalu exhausted.

Tetapi, jika dalam pertimbangan ini kamu bisa membayangkan bahwa nantinya mobilmu bakalan lebih banyak berdiam di garasi ketimbang dipakai, maka itu berarti sebenarnya kamu enggak butuh mobil.

Jadi, buat apa ambil kredit mobil?

3.Pertimbangkan jenis mobil

Jenis mobil yang kamu beli juga harus dipertimbangkan mulai dari kebutuhan ini loh! Kamu butuh mobil yang seperti apa? City car, SUV, atau jenis yang lain? 

Prinsipnya, semakin efektif pemakaian dan pemanfaatannya, maka biaya operasional akan semakin ringan. Kamu pun terbantu melakukan aktivitas sehari-hari.

Pengin beli mobil bekas aja biar murah? Ada kok, penyedia pembiayaan pembelian mobil bekas dengan kredit juga. Ya enggak masalah jug, asal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Tapi, beli mobil bekas itu juga bukan berarti mengatasi masalah keuangan sih, soalnya kamu akan butuh dana juga untuk perbaikan-perbaikan dan servis yang diperlukan. Apalagi kalau tahunnya sudah cukup tua. Biasanya, mobil kalau sudah lebih dari 10 tahun usianya, bakalan lebih rentan rusak.

Hal seperti ini sebaiknya juga harus kamu perhitungkan dengan cermat. Prinsipnya, sesuaikan dengan kemampuan.

4.Pikirkan biaya perawatan, bensin, pajak, dan lainnya

Nah, sekali lagi, membeli mobil itu tak berarti setelah transaksi selesai, maka perkara pun selesai. Di belakang, ada banyak hal yang harus dipersiapkan juga, terutama dari segi keuangan. Apalagi kalau kamu beli secara kredit.

Kalau mobilnya mobil bekas--seperti yang sudah sempat disebutkan di atas--biaya perbaikan dan servis harus diperhitungkan dengan cermat. Seenggaknya, akan butuh keterampilan dan pemahaman tertentu soal mesin dan tetek bengeknya. Lalu, pertimbangkan juga bea balik namanya, apakah perlu sekarang ataukah nanti saja. 

Lalu perhitungkan juga jumlah bensin yang kamu perlukan nanti saat mobil sudah dioperasikan setiap hari. Begitu juga dengan pajak tahunan yang menjadi kewajibanmu. Rencanakanlah dananya dengan cermat.

5.Pertimbangkan asuransi

Yang terakhir yang harus kamu pertimbangkan adalah asuransi. Jika kamu membeli mobil dengan cara kredit, maka asuransi mobil akan menjadi satu syarat yang harus dipenuhi. Setiap lembaga pembiayaan--baik itu leasing ataupun bank--menyebutkan asuransi ini sebagai syarat utama untuk mengajukan kredit mobil.

So, kamu harus pertimbangkan. 

Banyak orang merasa nggak perlu memberikan proteksi pada mobil, terutama karena skema asuransi yang kalau sampai akhir periode premi tidak ada klaim, maka dana yang sudah disetorkan menjadi milik perusahaan asuransi. Skema ini dianggap merugikan. Seakan-akan we pay for nothing.

Padahal perlindungan ini penting agar meminimalkan risiko keuangan yang bisa terjadi akibat berbagai hal yang bisa terjadi pada mobil kita.

Kredit mobil haruslah dilakukan dengan perhitungan yang cermat. Sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan, agar manfaatnya bisa efektif. Perhitungkan kemampuanmu untuk membayar cicilan sampai beberapa tahun ke depan.

Tak perlu memaksakan diri jika memang belum mampu. Cari alternatif lain yang lebih bersahabat dengan kondisimu.

Nah, selamat menimbang!