Apa Saja Syarat Kredit Bank? Kamu Harus Tahu!

Kredit bisa jadi salah satu cara untuk solusi keuangan. Tapi bukan sembarang kredit, harusnya kredit yang direncanakan dan dibuat skema cicilannya dengan cermat-lah yang dipilih menjadi solusi. Nah, agar pengajuan kredit diterima, tentunya seluruh syarat kredit harus dipenuhi lebih dulu.

Syarat kredit dibuat oleh pihak pemberi pinjaman dana bukan tanpa sebab. Syarat-syarat dan ketentuan ini diminta dari calon debitur, agar pihak pemberi pinjaman dapat melakukan manajemen risiko yang muncul dari peminjaman dana yang dilakukan, misalnya seperti menekan peluang terjadinya kredit macet.

Faktanya, banyak orang yang ditolak pengajuan kreditnya, dan akhirnya bingung kenapa ditolak. Apalagi ada klausul, bahwa pihak pemberi pinjaman tak ada kewajiban untuk menjelaskan alasan di balik ditolaknya pengajuan kredit seseorang. Namun, sebenarnya hal ini sudah jelas sih alasannya, yaitu pasti ada syarat dan ketentuan yang tidak bisa dipenuhi.

Memang, mendapatkan kredit dari bank dan lembaga keuangan lainnya ini enggak gampang. Bagaimanapun, objek yang di-”transaksi”-kan adalah uang, suatu objek yang sangat sensitif. Karenanya, prosedur pun dibuat secara ketat. Bagaimanapun pihak pemberi pinjaman mau uang mereka tetap aman, dan bisnis tetap berjalan dengan baik.

Nggak heran, banyak persyaratan dan dokumen yang harus dilengkapi, mulai dari dokumen pribadi hingga surat proposal dan laporan keuangan jika diperlukan, juga ada dokumen jaminan, legalitas, perizinan, serta surat pembayaran pajak.

Nah, mari kita lihat satu per satu syarat kredit yang biasanya diminta oleh pihak bank atau lembaga pembiayaan yang lain.

Syarat Kredit yang Biasanya Diminta oleh Bank atau Lembaga Pembiayaan Lain

Syarat administrasi pengajuan kredit bisa saja berbeda antara lembaga keuangan yang satu dengan yang lain, yang akan menjadi materi untuk dianalisis oleh pihak pemberi pinjaman terhadap profil calon debitur.

Syarat kredit bisa dikategorikan dalam 2 kelompok besar, yaitu syarat umum dan syarat lain yang bersifat lebih spesifik. 

Syarat umum, biasanya terdiri atas:

  • Formulir pengajuan kredit, yang biasanya sudah disiapkan oleh pihak pemberi pinjaman.
  • Salinan surat-surat yang berkaitan dengan identitas diri, seperti KTP, SIM, atau paspor; juga akta pernikahan bagi yang sudah menikah, dan salinan kartu keluarga.
  • Salinan buku tabungan, biasanya diminta yang memperlihatkan saldo dan transaksi beberapa bulan terakhir.
Syarat khusus, misalnya hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan atau bagaimana kita mendapatkan penghasilan sehari-hari, seperti:

Untuk karyawan:

  • Kartu identitas pegawai dan kartu taspen untuk ASN
  • Slip gaji atau surat keterangan bekerja
  • Surat Keputusan CPNS dan SK pengangkatan ASN, juga SK kenaikan pangkat terakhir, kenaikan gaji, dan sejenisnya.

Untuk wiraswasta, pengusaha, atau pemilik bisnis:

  • Salinan buku tabungan, rekening koran, atau giro di bank selama beberapa bulan terakhir. Umumnya sih diminta 3 - 6 bulan terakhir.
  • NPWP
  • Neraca keuangan bisnis, laporan laba rugi, catatan pembelian dan penjualan harian, dan berbagai bentuk laporan keuangan lainnya.

Untuk profesional:

  • Surat izin praktik atau operasional
  • Slip gaji atau penghasilan beberapa bulan terakhir
  • NPWP
  • Salinan buku tabungan, rekening koran, dan jenis tabungan lainnya dalam beberapa bulan terakhir.

Sekali lagi, syarat kredit ini bisa berbeda antara lembaga keuangan yang satu dengan yang lain. Karena itu, cermati hal-hal apa saja yang diminta sebagai syarat dengan saksama, lalu lengkapi satu per satu. Jangan sampai ada yang terlewat atau ketinggalan.

Untuk kredit tertentu, kamu juga akan diminta untuk menyiapkan dana down payment, misalnya untuk Kredit Pemilikan Rumah atau kredit kendaraan bermotor, yang jumlahnya sudah ditentukan. Dana DP ini juga menjadi salah satu syarat kredit yang mutlak dipenuhi dulu sebelum kamu mengajukan permintaan kredit.

Prinsip Penilaian Bank terhadap Calon Debitur

Ada prinsip 5C yang menjadi pedoman lembaga keuangan--khususnya bank--untuk memberikan kredit alias pinjaman dana kepada calon debitur. Apa saja 5C ini?

1.Character

Pihak pemberi pinjaman perlu menilai karkater si calon debitur dulu sebelum mereka memberikan pinjaman dana. Hal ini bisa didapatkan dari interview yang dilakukan oleh customer service lembaga keuangan terkait dengan kamu sebagai calon debitur mereka.

Hal-hal yang akan digali adalah seputar hidupmu sehari-hari; mulai dari latar belakang, kebiasaan, dan kegiatan yang sehari-harinya dilakukan. Dari informasi-informasi ini, pihak lembaga keuangan tersebut lantas bisa membuat profil kita secara menyeluruh.

Dalam proses credit analysis ini, mereka juga akan melakukan BI checking, yang akan melengkapi profil kita. FYI, Bank Indonesia punya rekam jejak setiap orang yang pernah melakukan kredit ke lembaga keuangan resmi. Ketika kita pernah melanggar kesepakatan--misalnya pernah terlambat membayar cicilan atau menolak mengembalikan pinjaman--maka semuanya akan ada dalam sistem database BI ini.

Pihak pemberi pinjaman akan mengecek sistem ini, untuk memastikan bahwa riwayat keuangan kita sehat; disiplin dalam membayar cicilan, tidak terlibat kredit macet, dan sebagainya.

So, buat yang pernah punya kredit bermasalah, nggak usah heran kenapa pengajuan kreditnya ditolak oleh bank. Besar kemungkinan historimu sudah tercatat di Bank Indonesia ini nih. Ouch.

2.Capacity

Prinsip C yang kedua akan mengukur tingkat kemampuan kita sebagai calon debitur untuk membayar kembali pinjaman dana yang diberikan oleh pihak pemberi pinjaman. Hal-hal yang berkaitan dengan ini akan dapat diketahui dari syarat kredit spesifik seputar profesi kita yang sudah didapatkan, seperti slip gaji, surat keterangan bekerja, dan sebagainya.

Standarnya sama, sebenarnya, yaitu kredit yang diambil tidak boleh melebihi setidaknya 30% dari penghasilan total setiap bulan. Dengan ditambah data-data yang diperoleh dari BI checking, pihak bank pun sudah bisa mendapatkan profil kebiasaan kredit kita secara utuh.

3.Capital

Prinsip penilaian kredit selanjutnya adalah yang berkaitan dengan aset dan kekayaan yang sudah kita miliki. Utamanya pada calon debitur yang berprofesi sebagai pengusaha, pemilik bisnis, ataupun wiraswasta.

Capital ini dinilai berdasarkan laporan keuangan tahunan bisnis si calon debitur; bagaimana kelancaran cash flow-nya, bagaimana rasio laba ruginya, dan sebagainya. Hasil dari penilaian ini akan dapat menentukan layak atau tidak seorang debitur mendapatkan pinjaman dana, serta berapa besar kredit dapat diberikan.

4.Collateral

Prinsip ini akan menilai besarnya jaminan yang bisa diberikan oleh calon debitur, jika ada masalah terjadi pada proses pengembalian pinjaman ke depannya.
Misalnya, penelisikan nilai tanah, bangunan, kendaraan, logam mulia, atau barang-barang lain yang dijadikan sebagai jaminan oleh calon debitur; apakah nilainya cukup untuk dipakai menutup kredit jika sampai kreditnya macet.

Agunan atau jaminan ini nantinya akan dilelang oleh pihak bank untuk membayar sisa kredit kita yang macet. Biasanya sih sudah ditentukan, nilai kredit yang bisa cair tidak akan lebih dari 80% nilai jaminan.

5.Condition (of economy)

Alias kondisi ekonomi, yang berarti merupakan faktor-faktor di luar diri calon debitur maupun pihak bank. Di sini, pihak bank akan menganalisis faktor-faktor yang bisa memengaruhi penghasilan si calon debitur yang berasal dari kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Misalnya saja, kita mengajukan kredit untuk modal usaha di sektor tertentu. Pihak bank akan melakukan analisis, apakah ke depannya, sektor yang kita targetkan ini akan bertumbuh dengan baik atau tidak. Jika memang pertumbuhannya positif, maka peluang kita untuk disetujui kreditnya akan lebih besar.

Nah, demikian beberapa syarat kredit dan berbagai hal yang berkaitan dengannya yang harus diketahui oleh calon debitur--kamu--sebelum mengajukan pinjaman dana. Kalau kesemua syarat kredit di atas sudah terpenuhi, maka tak perlu ragu lagi untuk mengajukan kredit ke lembaga keuangan yang kamu percaya.

Sekali lagi, buat rencana matang dan skema pembayaran cicilan dengan saksama dulu sebelum benar-benar memasukkan berkas-berkas administrasi syarat kredit tersebut ya. Pastikan, bahwa kamu memang mampu membayar kembali pinjaman dana yang sudah kamu lakukan.