Investasi Properti: 7 Hal yang Bisa Dijadikan Sebagai Panduan untuk Memulai

Properti bisa menjadi salah satu bentuk investasi yang sangat menguntungkan. Investasi properti akan cara yang cukup efektif jika kamu ingin membangun sumber penghasilan pasif, lantaran memang punya beberapa keunggulan dibandingkan instrumen yang lain.

Tapi, seperti juga halnya dengan investasi lain, ada risiko yang mengiringi keuntungan besar dari investasi properti.

Nah, jika kamu saat ini sedang mempertimbangkan untuk mulai investasi properti demi tujuan keuangan apa pun, kamu telah datang di artikel yang tepat. Kita akan mengulas sekilas mengenai investasi properti kali ini, sebagai panduan untuk memulainya.

Properti Seperti Apa yang Bisa Menjadi Instrumen Investasi yang Menguntungkan?

Prinsipnya, semua yang berupa bangunan bisa masuk ke dalam instrumen investasi properti ini, asalkan dia memiliki “nilai jual” yang bagus untuk disewakan kembali sehingga memberikan manfaat ekonomis buat pemiliknya.

Ada 2 kategori properti sebagai aset, yaitu:

  • Residensial, yang menyewakan properti sebagai keperluan tempat tinggal atau hunian bagi orang pada umumnya, misalnya kos-kosan, apartemen, rumah kontrakan, dan sebagainya.
  • Komersial, yang menyewakan properti sebagai tempat bisnis atau usaha, misalnya untuk kafe, restoran, coffee shop, ruko, rukan, dan sebagainya.

Mana yang paling menguntungkan? Rumah atau apartemen? Ruko atau rukan?

Well, tentu saja tergantung banyak faktor, di antaranya adalah lokasi. Kita lihat pada poin-poin berikut ini yuk.

Panduan Mulai Investasi Properti

1.Lokasi

Lokasi di mana properti kamu berada akan memengaruhi target penyewa yang akan membutuhkan tempat untuk disewakan. Misalnya saja, jika berada di sekitar perkantoran, universitas, atau sekolah, bisa jadi target penyewa potensialnya adalah mahasiswa, pekerja kantoran, dan sejenisnya yang membutuhkan kamar untuk tinggal. Yes, jadi kos-kosan.

Jika berada di seputar pusat bisnis, bisa jadi properti kamu akan lebih laku jika disewakan sebagai ruko atau rukan. Atau jika berada di dalam sebuah perumahan, maka target penyewanya yang paling potensial adalah keluarga.

Jadi, pikirkanlah hal ini sedari awal kamu hendak membeli properti, terutama jika kamu membelinya untuk tujuan sebagai sumber penghasilan pasif ini.

Lokasi ini juga akan menentukan terutama dari segi keamanannya. JMisalnya properti untuk hunian lokasinya ada di dalam perumahan yang disetting kluster, plus dijaga oleh satpam selama 24 jam, orang yang masuk bahkan diperiksa satu per satu, maka besar kemungkinan harga sewa juga akan semakin mahal. Properti kamu bisa jadi akan sepi peminat jika lokasinya berada di daerah yang terkenal rawan kejahatan.

2.Lokasi fasilitas umum terdekat

Salah satu hal yang dapat memengaruhi harga sewa properti adalah jauh dekatnya properti tersebut ke fasilitas umum yang paling dibutuhkan oleh target penyewa.

Misalnya saja, kamu hendak menyewakan rumah petak bagi keluarga. Apakah rumah tersebut terletak dekat dengan sekolah? Bagaimana aksesnya ke terminal, stasiun, halte bus, dan sebagainya? Apakah cukup dekat dengan rumah sakit, mal, dan sejenisnya?

Jika properti kamu memang berada di dekat fasilitas-fasilitas umum seperti ini, maka harga sewanya bisa cukup tinggi. Jika tidak, kamu perlu mencari hal lain yang bisa menjadi keunggulan untuk kemudian diperhitungkan sebagai keuntungan bagi penyewa.

3.Butuh modal yang tak sedikit

Pasti sudah paham kan, bahwa untuk memiliki properti--baik yang akan disewakan maupun akan dihuni sendiri itu--butuh modal yang enggak sedikit. Karenanya, investasi properti ini, meskipun favorit, tapi tidak sesuai untuk setiap orang.

Jika kamu memang menginginkan instrumen ini sebagai sumber passive income, maka kamu harus memiliki rencana yang cukup panjang untuk mewujudkannya. Tapi bisa jadi sih, kamu memang sudah punya instrumennya dengan satu atau lain cara.

Intinya, butuh kesiapan dana yang cukup sebagai modal. Enggak seperti investasi saham, yang dengan modal Rp5 juta saja sudah bisa mulai.

4.Perhitungkan pajak

Pajak untuk properti akan tergantung pada lokasinya. So, ini balik lagi ke poin pertama.
Properti yang berada di pinggir jalan utama yang ramai dan sibuk, apalagi dekat dengan pusat kegiatan kota, akan dikenai pajak yang cukup tinggi. Jika properti kamu di tengah kampung, bisa jadi pajaknya tidak terlalu tinggi. 

Biasanya, yang menjadi patokan penghitungan pajak properti adalah ukuran jalan akses menuju properti tersebut. Jalan umum yang besar dan merupakan jalan utama, atau jalan akses kampung yang kecil tidak beraspal, bisa jadi menentukan harga pajak yang harus dibayarkan.

So, hal ini perlu juga untuk kamu jadikan pertimbangan. Tentu enggak masalah, kalau kamu harus membayar pajak tinggi kalau memang bisa menyewakan properti pada penyewa dengan harga tinggi juga.

5.Rencana pengembangan

Properti kamu akan sangat bernilai jika dianggap memiliki potensi untuk berkembang di masa depan. Lagi-lagi, lokasi sangat menentukan dalam hal ini.

Misalnya saja, rumah yang hendak kamu sewakan berada di lokasi yang memang sedang direncanakan oleh pemerintah untuk ditumbuhkan, dengan adanya rencana pembangunan sekolah-sekolah berkualitas--bahkan bertaraf internasional--bertambahkan gedung-gedung perkantoran, atau fasilitas lainnya.

Namun, di sisi lain, hal ini juga bisa merugikan sih, terutama jika rencana pengembangan pemerintah setempat kurang mendukung untuk bertambah banyaknya properti, misalnya sedang dalam proyek menambah ruang hijau yang lebih banyak, ada rencana untuk pembuatan jalan tol, atau semacamnya.

So, ada baiknya bagi kamu untuk mengetahui rencana-rencana pengembangan ini di suatu lokasi sebelum kamu memutuskan untuk memiliki properti di situ untuk disewakan kembali.

6.Perhitungkan bencana alam

Yah, Indonesia memang kaya. Tak hanya kaya sumber daya, tapi juga “kaya” bencana. Ada berbagai jenis bencana yang memang harus kita waspadai, terutama terkait dengan investasi properti ini.

So, apakah properti kamu berada di daerah rawan banjir? Apakah berada di kawasan yang sangat padat penduduk, sehingga rawan bahaya kebakaran? Jika iya, bisa jadi hal ini akan menurunkan nilai sewanya di mata para calon penyewa potensial. 

Selain menurunkan peluang untuk mendapatkan harga sewa tinggi, kamu juga harus siap dengan asuransi properti yang pas, jika memang lokasinya berada di area yang rawan bencana. Jadi, kamu harus menyiapkan bujet atau anggaran khusus untuk asuransi ini.

7.Bandingkan dengan yang sudah ada

Kamu perlu survei terhadap properti sejenis yang juga disewakan di sekitar lokasi. Berapa rata-rata harga sewa yang dikenakan? Bagaimana dengan fasilitas yang ada? Apa keunggulannya, dan apa kekurangannya?

Katakanlah hal ini kamu lakukan sebagai survei kompetitor. Dengan demikian, kamu memiliki data yang akurat untuk memperhitungkan harga sewa. Jangan sampai kamu menyewakan properti dengan harga yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.

Nah, itu dia 7 pertimbangan untuk memulai investasi properti untukmu. 

Jangan lupa juga bahwa kamu harus menyiapkan biaya perawatan--terutama ketika kamu belum mendapatkan penyewa--yang juga tidak sedikit. Siapkan juga kontrak sewa, yang berisi berbagai kesepakatan perjanjian sewa dengan pihak yang akan menyewa propertimu. Akan baik jika semuanya ada hitam di atas putih, ya kan? Jelaskan semua term and condition yang ada, apa yang menjadi hak dan kewajiban penyewa, serta hak dan kewajibanmu sebagai pemilik properti.

Semoga kamu bisa menemukan jenis properti terbaik untuk disewakan, dan akhirnya menjadi sumber penghasilan pasif yang tepat untukmu.