Banyak Cara Belajar Saham: Tinggal Pilih dengan Bijak dan Mulai Investasi Sekarang!

Sering lihat enggak, wira-wiri di media sosial, kelas saham atau grup belajar saham (dan berbayar), dengan jaminan setelah kelas atau gabung di grup tertentu, kita lantas bisa untung seuntung-untungnya selama-lamanya?

Pernah kan, lihat iklan seperti itu? Masalahnya, apakah dengan belajar saham di kelas atau grup begitu terus langsung bisa untung banyak dan kemudian cepat kaya?

Enggak.

Hal inilah yang harus kamu pahami ketika kamu memutuskan atau berniat untuk mulai belajar investasi, utamanya saham. Bahwa belajar saham itu enggak bisa dilakukan SKS alias sistem kebut semalam kayak kita pas zaman mahasiswa mau ujian. Belajar saham itu ibarat lari maraton. Kita latihan adu kuat sama pasar, adu kuat dengan niat, dan adu kuat sama motivasi diri sendiri. Kalau kalah, ya sekian jugalah “karier” persahaman kita.

Jadi, dari mana kita bisa belajar saham? Sebenarnya ada banyak cara dan jalan sih. Yang akan diulas di sini sekarang adalah beberapa di antaranya.

5 Cara Belajar Saham

1.Belajar dari sumber yang tepat

Yang paling penting untuk dilakukan pertama kali saat mulai belajar saham adalah menemukan sumber yang tepat. Sebenarnya, kamu bisa belajar saham dari siapa pun, di mana pun, kapan pun, dengan cara apa pun sih. Tapi, kadang memang ada sumber yang pas dengan karaktermu sendiri dalam belajar, ada yang kurang pas sehingga hasilnya kurang optimal.

Ya, kayak anak-anak. Kalau karakternya adalah kinestetis, akan sulit baginya menyerap pelajaran dengan cara duduk mendengarkan. Nggak akan betah. Demikian pula dengan kamu. Untuk belajar saham, kenali dirimu sendiri, lalu sesuaikan sumber belajar dengan karaktermu ini.

Kan ada beberapa sumber ilmu saham yang bisa kamu temukan. Misalnya saja, buku. Banyak buku saham yang bisa kamu beli di toko buku. Belum lagi yang berupa buku digital. Belum lagi juga yang dijual secara independen, alias terbit indie dan dijual sendiri oleh penulisnya di media sosial. Banyak banget kan? Tapi belajar saham dari buku bisa jadi kurang efektif buat sebagian orang, karena membaca is not really their thing.

Mungkin mereka lebih cocok mendengarkan ilmu saham dari podcast. Nah, kalau begini, temukan podcaster-podcaster yang memang sering bagi-bagi ilmu saham. Belum sebanyak buku, tapi sekarang sudah mulai banyak yang punya podcast keuangan.

Atau bisa juga belajar dari membaca-baca artikel online, atau gabung ke kelas dan grup berbayar memang jadi media yang paling tepat untukmu. Makanya, enggak ada salahnya juga untuk bergabung di kelas atau grup seperti ini, tetapi pastikan kamu memang belajar secara total. Sampai mengerti betul prinsipnya, hingga kamu enggak hanya stres mikirin cuan gede dan cepat melulu seperti janji-janji surganya.

2.Pelajari prinsipnya dulu

Ya, sekali lagi, pelajari prinsipnya dulu. Beberapa di antaranya yang sangat penting untuk selalu kamu ingat adalah:

  • Setiap hal butuh proses. Demikian pula belajar saham. Nggak ada yang namanya untung terlalu cepat. Untuk jadi ahli di bidangnya, orang harus sekolah 3 - 5 tahun. Lalu, kenapa menurutmu, kamu bisa langsung jadi ahli saham dalam seminggu dua minggu, apalagi dalam satu jam kelas online? No. Kelas online, hanya satu cara. Kamu seharusnya juga mencari sumber lain untuk melengkapi pengetahuanmu, dan itu pasti butuh proses. Nikmati saja prosesnya.
  • Jangan cuma ikut-ikutan. Belajar saham juga butuh passion. Kalau objektifnya cuma cuan-cuan melulu, ingat, bahwa cuan gede pasti akan selalu diiringi dengan risiko yang juga besar. So, pastikan kamu paham soal prinsip ini ya. Setiap keputusan dalam investasi saham adalah tanggung jawabmu sendiri, bukan orang lain. Jadi, hindari ikut-ikutan.
  • Hanya berinvestasi di instrumen yang benar-benar kamu pahami, termasuk saham. Hanya beli saham yang perusahaannya sudah benar-benar kamu kenal. Belajarlah untuk membaca laporan keuangan mereka yang bisa didapatkan di website BEI. Belajarlah analisis fundamental sedikit demi sedikit. 
  • Berinvestasilah dengan uang yang benar-benar dialokasikan untuk investasi. Jangan pakai uang belanja susu anak ya.

3.Belajar sambil praktik

Tentu akan percuma, jika kamu banyak membaca buku, ikut kelas online (bahkan rela membayar mahal), dan follow akun-akun keuangan, tapi tanpa dipraktikkan. 

Setiap kali kamu merasa ada pengetahuan baru, segeralah praktikkan. Memang tak semua teori bisa cocok dengan realitanya. Karenanya, kamu justru harus segera praktik, sehingga kamu tahu, mana yang memang bisa kamu terapkan dan mana yang enggak.

Misalnya, hari ini kamu belajar membaca laporan keuangan perusahaan. Pilih saja perusahaan yang produknya kamu kenal banget, bahkan kamu pergunakan sehari-hari. Download laporan keuangannya, lalu cermati seperti teori yang kamu pelajari.

Merasa belum yakin? Coba bergerak ke perusahaan lain. Pelajari lagi.

Take your time. Lalu, coba beli sahamnya. Beli saham online saja yang lebih mudah.

Belajar itu memang butuh proses, dan juga biaya. Ada kalanya kamu memang harus segera membeli saham yang kamu incar, dan kemudian rugi. Tak masalah, dan hal ini wajar. Karenanya, mulailah dengan nominal kecil. Jika rugi, anggaplah ini sebagai “biaya” pembelajaran. Meski demikian, kamu juga harus menjaga kan, supaya biaya pembelajarannya nggak bikin boncos?

4.Belajar dari kesalahan orang lain

Sudah banyak kasus orang-orang yang terjebak investasi bodong, atau sekadar ikut-ikutan, atau juga yang begitu saja menyerahkan dana investasinya kepada pihak lain yang kemudian terjadi kesalahan pengelolaan.

Belajarlah dari mereka. Yes, kasus-kasus yang salah ini juga bisa jadi sumber pelajaran yang cukup efektif buat kamu. Memang kita harus belajar dari kesalahan. Nggak hanya kesalahan diri sendiri, tapi juga kesalahan orang lain. 

Jika ada kasus, coba cermati dan amati di mana letak kesalahan orang-orang ini. Jadikan pelajaran agar tak harus melakukan kesalahan yang sama.

5.Review dan evaluasi rutin

Setelah kamu praktik belajar saham, jangan lupa untuk melakukan review dan evaluasi secara rutin. Akan ada saatnya kamu sadar, bahwa saham yang kamu miliki belum memberi keuntungan, atau malahan minus (seperti yang terjadi saat ini). Coba review lagi, cek dengan kondisi dan juga horizon waktumu. 

Yang pasti jangan panik ketika investasimu nilainya turun, dan juga jangan buru-buru senang berlebihan ketika sudah meraup keuntungan. Selalu waspada pada kondisi pasar, karena saat kamu sudah menceburkan diri ke kolam investasi inilah saatnya mentalmu diuji. Apakah kamu akan bertahan, atau keluar kolam sebagai pecundang. Tsah.

Sekali lagi, ada banyak cara untuk belajar saham. Lima hal di atas adalah beberapa di antaranya. Kamu bisa mencari sendiri sesuai kenyamananmu untuk belajar, karena tiap orang bisa punya preferensi berbeda.

Dan ingat, semua butuh proses. Mi instan saja butuh diproses sebelum bisa dimakan, kan? Tetap semangat ya!