Mengenal 4 Jenis Obligasi Ritel Pemerintah: Yang Mana yang Paling Untung?

Sukuk Ritel 013 baru saja ditawarkan, ketika artikel ini ditulis. Apakah kamu sudah menjadi salah satu investornya? Sukuk Ritel merupakan salah satu bentuk obligasi ritel pemerintah yang merupakan instrumen investasi yang cukup diminati sekarang ini, lantaran nominal investasi yang diperlukan untuk modal cukup terjangkau, imbalnya lebih tinggi daripada suku bunga deposito, tetapi risikonya cukup minim karena adanya jaminan dari pemerintah langsung.

Beberapa waktu yang lalu, ORI017 juga diluncurkan di bulan Juni - Juli 2020, dengan berbagai keunggulannya, yang kurang lebih sama dengan Sukuk Ritel yang baru saja diluncurkan. Memang keduanya ditawarkan oleh pemerintah untuk menjaring investor individu dalam negeri agar terkumpul dana untuk membiayai sejumlah proyek dan pembangunan negara di berbagai sektor.

Tahun 2020 ini, sudah ada beberapa obligasi ritel pemerintah yang sudah ditawarkan pada publik, yaitu:

  • Saving Bond Ritel SBR009, yang ditawarkan 27 Januari 2020 lalu.
  • Sukuk Ritel SR012, yang ditawarkan 24 Februari 2020
  • ORI017, ditawarkan tanggal 15 Juni 2020
  • Sukuk Ritel SR013, yang ditawarkan 28 Agustus 2020
Penerbitan beberapa surat berharga negara di atas agak berbeda dari rencana sebelumnya. Seperti yang dilansir oleh Kontan, jadwal awal adalah sebagai berikut:

  • 27 Januari 2020: SBR009
  • 24 Februari 2020: SR012
  • 23 Juni 2020: SBR010
  • 28 Agustus 2020: ST007
  • 1 Oktober 2020: ORI017
  • 26 Oktober 2020: ST008
Mencermati jadwal rencana dan jadwal realisasi, maka sepertinya tinggal Sukuk Tabungan saja nih, yang belum “muncul” dan ditawarkan oleh pemerintah. Nah, dari sini kamu bisa melihat, setidaknya ada 4 jenis obligasi ritel pemerintah yang sudah dan akan ditawarkan pada publik. Apa saja perbedaan keempatnya?

Ini dia yang akan kita bahas kali ini, supaya kamu tahu karakteristik masing-masing sehingga kalau mau ikut berpartisipasi, kamu sudah paham betul cara kerjanya dan bisa dimanfaatkan untuk tujuan keuangan seperti apa.

Persamaan Karakteristik Obligasi Ritel Pemerintah

Kita akan bahas mengenai persamaannya dulu.

1.Jenisnya

Meski namanya beragam, tetapi baik Savings Bond Ritel, Sukuk Ritel, Obligasi Republik Indonesia, dan Sukuk Tabungan sama-sama merupakan jenis surat berharga pemerintah, karena memang diterbitkan oleh pemerintah.

Dengan demikian, ada beberapa keunggulan yang dibawa, salah satunya adalah keamanan. Risiko keempat jenis surat berharga ini ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, yang mana risiko gagal pemerintah itu bisa jadi hampir tidak mungkin.

2.Tujuan ditawarkan

Pada dasarnya, semua surat berharga negara ini dibuat dan ditawarkan pada publik--warga negara Indonesia yang memenuhi kriteria tertentu--untuk menghimpun dana demi menutup defisit APBN dalam membiayai pembangunan infrastruktur berbagai sektor yang ada. Dengan demikian, negara memberi kesempatan pada warganya untuk berkontribusi dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional.

ORI017, misalnya, ditawarkan pada kita, agar kita bisa turut serta berperan aktif dalam penanganan pengendalian penularan virus corona, karena dananya memang dialirkan untuk sektor kesehatan secara khusus.

Sukuk Ritel SR013 ditawarkan pada warga negara Indonesia, agar kita bisa berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia ke depannya. As you can see, banyak PR yang harus dilakukan dalam upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi virus corona ini, ya kan?

3.Proses penjualan

Masing-masing surat berharga negara ritel ini ditawarkan dalam jendela waktu yang hampir sama, yaitu selama 1 bulan. Sejauh ini, pemerintah memang menerapkan penawaran yang bergiliran antara Savings Bond Ritel, ORI, Sukuk Ritel, dan Sukuk Tabungan. Tahun 2020 ini, SBR dan ORI sudah ditawarkan masing-masing satu kali, dan Sukuk Ritel sudah ada 2 seri yang keluar. Tinggal Sukuk Tabungan yang “belum tampak batang hidungnya”.

Keempatnya bisa kamu dapatkan di mitra distribusi atau agen penjual yang sudah ditunjuk oleh pemerintah--dan nyaris masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya--yang berupa bank, perusahaan sekuritas, juga perusahaan efek penerbit reksa dana.

Proses pembuatan akun, prosedur pembelian, hingga cara pembayaran juga masih sama hingga saat ini. Bisa dilakukan secara online, dengan cara yang cukup simpel, dan pembayaran dilakukan melalui transfer. 

Pemerintah memberlakukan nominal minimal pembelian yang sama pada keempat surat berharga ini, yaitu sebesar Rp1 juta.

4.Imbal

Sesuai dengan karakteristiknya, yang akan dibahas di bagian perbedaan, imbal yang diterima memang berbeda bentuknya, karena ada pengaruh syariah di Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan, tetapi keempatnya selalu ditawarkan imbal di atas suku bunga deposito, baik secara fix rate ataupun floating rate.

Imbal diberikan setiap bulan ke rekening investor setelah ada pemotongan 15% untuk pajak.


Perbedaan Karakteristik Obligasi Ritel Pemerintah

Ada yang sama, sudah pasti ada yang beda juga. Beberapa perbedaan yang bisa dilihat dari keempat jenis obligasi ritel pemerintah ini adalah sebagai berikut.

1.Prinsip pengelolaan

Obligasi Negara Ritel Indonesia, atau yang biasa disebut dengan ORI, adalah generasi pertama dari seluruh jenis surat berharga negara yang ada ini. Pertama kali, ORI terbit di tahun 2006, yang kemudian disusul oleh Sukuk Ritel di tahun 2009.

Setelah penerbitan perdana ini, masing-masing surat berharga tersebut diterbitkan minimal satu kali dalam satu tahun oleh pemerintah.

ORI merupakan surat utang berbasis konvensional. Pengelolaan dananya menggunakan prinsip keuangan konvensional; ada bunga yang akan menjadi keuntungan bagi investor. Sedangkan, Sukuk Ritel merupakan surat berharga peminjaman dana dengan berpegang pada prinsip syariah. Dengan demikian, Sukuk Ritel memiliki aset dasar sebagai penjamin penyertaan penerbitannya, yang tak dimiliki oleh ORI.

SBR dan Sukuk Tabungan merupakan turunan dari ORI dan Sukuk Ritel, dengan masing-masing “membawa serta” perbedaan pengelolaan dana. SBR berprinsip keuangan konvensional, Sukuk Tabungan dikelola dengan berpegang pada prinsip syariah.

Tapi, jangan salah loh. Meski prinsip yang menjadi pedoman adalah hukum Islam, tidak berarti Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan hanya boleh dibeli oleh mereka yang muslim saja, siapa pun boleh menjadi investor Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan, asal sesuai dengan rencana keuangannya.

2.Imbal

Minimnya risiko yang terjadi sudah merupakan “imbal” tersendiri yang dimiliki oleh keempat jenis surat berharga ini, sehingga keempatnya bisa menjadi pilihan bagi kamu yang pengin mulai investasi untuk tujuan keuangan jangka menengah.

ORI dan Sukuk Ritel menawarkan imbal dengan sifat yang tetap, berupa kupon yang diberikan setiap bulan dan ditransfer langsung ke rekening investor. Sifat imbal yang tetap ini berarti nilainya tidak berubah sampai jatuh tempo berakhir. 

Misalnya ORI017 kemarin yang akan memberikan bunga sebesar 6,4%, maka besaran bunga ini akan bersifat tetap sampai jatuh tempo 3 tahun lagi. Demikian juga dengan Sukuk Ritel yang ditawarkan dengan imbal sebesar 6,05%, maka besaran ini akan tetap sampai 3 tahun lagi ketika tiba pencairan pokok pinjamannya.

Berbeda dengan SBR dan Sukuk Tabungan, yang menerapkan imbal secara mengambang, atau floating rate, dengan mengacu pada suku bunga reverse repo 7 hari dari Bank Indonesia, atau yang disebut dengan 7 days reverse repo rate/7DRRR, dengan kupon imbalan minimal. Jika bunga 7DRRR dari BI tersebut naik, maka imbal yang akan diterima oleh investor SBR dan Sukuk Tabungan pun akan turut naik. 

Begitu juga sebaliknya. Ketika suku bunga 7DRRR BI turun, imbal keduanya juga turun, tetapi tidak akan kurang dari level minimal yang sudah ditentukan saat terbit.

3.Fasilitas

ORI dan Sukuk Ritel dapat dijual kembali di pasar sekunder sebelum jatuh tempo, sehingga kita dimungkinkan untuk mendapatkan pencairan dana lebih cepat dan kemungkinan mendapatkan capital gain saat menjualnya. Penjualan kembali ini boleh dilakukan setelah melewati masa tunggu, antara 1 - 2 bulan, tergantung ketentuan pemerintah yang menyertai penerbitan seri surat berharganya.

SBR dan Sukuk Tabungan tidak dapat dijual kembali di pasar sekunder, tetapi mereka punya fasilitas early redemption, yang memungkinkan kita untuk mencairkan pokok pinjaman dalam jumlah tertentu dalam periode tertentu, sesuai yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

Nah, semoga penjelasan mengenai persamaan dan perbedaan karakteristik obligasi ritel pemerintah di atas cukup mencerahkan ya, sehingga kamu sekarang sudah lebih paham dan bisa ikut partisipasi dan kontribusi dalam pembangunan negara secara riil.

Selamat berinvestasi!